Kategori
Politik Pemerintahan

Empat Pejabat Pemkab Jember Tidak Ikut Dikembalikan ke Posisi Semula

Prosesi pengembalian pejabat pada posisi semula seperti sebelum 3 Januari 2020, di Aula PB. Sudirman, Pemkab Jember, Jumat (27/11/2020).

Jember.LONTARNEWS. Dari seluruh pejabat Pemkab Jember yang posisinya dikembalikan seperti sebelum 3 Januari 2018, ada empat orang pejabat yang tidak termasuk didalamnya. Keempat pejabat yang tidak mengalami pergeseran jabatan tersebut antara lain, Ir Mirfano (Sekda Jember), Achmad Imam Fauzi (Kepala Bappekab), dr Hendro Soelistijono (Direktur Utama RSD dr Soebandi) dan Sri Wahyuni (Kepla Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil).

Keempat pejabat tersebut tidak mengalami pergeseran jabatan karena masih sesuai dengan Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK) 2016. Sehingga tidak perlu dilakukan pengembalian jabatan.

“Jadi kami SK-nya tidak dicabut, karena kami dilantik berdasarkan SOTK 2016, teman-teman yang dikembalikan itu diluar SOTK 2016,” ujar Mirfano, meneruskan permintaan Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, yang memintanya menjawab pertanyaan sejumlah wartawan, di Aula PB. Sudirman, Pemkab Jember, Jumat (27/11/2020).

Pengembalian para pejabat tersebut lanjut Mirfano, juga berdasarkan verifikasi yang dilakukan bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Nama-nama ini kita verifikasi, dari 385 kita tracing lagi menjadi menjadi 379,” imbuhnya. (*).

 513 kali dilihat,  224 kali dilihat hari ini

Kategori
Kesehatan

Seluruh OPD Diinstruksikan Tekan Cluster Perkantoran

Penambahan Kasus Positif
10 – 23 November 2020

Jember.LONTARNEWS.COM. Penyebaran dan penularan Covid-19, sudah tidak lagi hanya di tempat kerumunan atau kalangan masyarakat umum saja, tapi sudah merambah ke perkantoran. Terbaru, tiga orang pegawai pada Dinas Kesehatan, dinyatakan terkonfirmasi positif.

Tak pelak, atas kejadian yang sangat tidak menguntungkan ini, pihak Pemkab Jember terpaksa menutup kantor dinas kesehatan. Dan para pegawainya, diminta untuk bekerja dari rumah ( work from home).

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Gatot Triyono menjelaskan, atas terjadinya perkembangan penyebaran dan penularan Covid-19 sejak beberapa pekan belakangan ini, Plt Bupati Jember sekaligus Ketua Satgas Covid-19, Drs KH Abdul Muqit Arief, memberikan instruksi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menekan cluster perkantoran. Intsruksi tersebut berisikan perintah, pertama, setiap kantor OPD harus menerapkan protokol covid secara ketat dan melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala.

Kedua, melaporkan ke Satgas Covid-19 jika ada karyawan di lingkungannya yang terpapar Covid-19. Ketiga, karyawan yang terpapar Covid-19 tersebut harus bekerja dari rumah (work from home/WFH), dan diijinkan kembali ke kantor sampai diketahui hasil pemeriksaan kesehatannya.

Keempat, memerintahkan karyawan kontak erat agar isolasi mandiri dan melaporkan pada Satgas. Kelima, perkantoran yang ada pelayanan umum, seperti Dispenduk, PTSP yang tidak bisa melakukan WFH untuk berkoordinasi dengan Satgas dan memperketat pelaksanaan pelayanan tersebut.

Mengenai kantor pelayanan umum, Gatot memastikan tetap berjalan. “Bagi yang WFH akan diijinkan masuk kembali setelah keluar hasil pemeriksaan,” terang Gatot Triyono, Jumat, (27/11/2020).

Oleh karena semakin meluasnya tingkat penyebaran Covid-19, Gatot meminta masyarakat untuk tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. Gunakan masker dengan baik, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Saat ini, disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan cara paling ampuh mencegah penularan Covid-19,” ungkap Gatot Triyono, yang juga Plt Kadis Komunikasi dan Informatika itu.

Penambahan Pasien Meninggal
01- 23 November 2020

Untuk diketahui, dikeluarkannya intsruksi oleh Plt Bupati Jember, agar seluruh OPD menekan cluster perkantoran, dipicu oleh melonjaknya penambahan pasien Covid-19 dalam dua pekan terakhir. Penambahan pasien Covid-19 berbeda dari hari-hari sebelumnya, saat ini sudah di atas 50 orang.

Sesuai data yang ada, pada 16 November 2020, tercatat ada 60 orang terkonfirmasi positif terpapar virus corona. Padahal sehari sebelumnya hanya 21 orang yang terkonfirmasi positif.

Data ini pada satu hari berikutnya, 17 November 2020, sempat menunjukkan penurunan hingga 33. Tetapi pada 18 November, kembali terjadi penambahan sebanyak 60 orang

Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi pada 19 November. Sebab, penambahannya mencapai 107 orang, suatu jumlah yang sangat banyak sejak pandemi pada bulan Maret lalu.

Hari-hari berikutnya, penambahan terkonfirmasi positif berada di atas angka 50. Jumlah penambahan terkonfirmasi positif itu berbanding jauh dengan penambahan jumlah pasien sembuh, yang hanya berkisar belasan orang sembuh baru.

Sementara di sisi kematian, intensitasnya meningkat sejak tanggal 10 November. Kematian akibat Covid-19 bisa dibilang terjadi tiap hari.

Hanya empat hari terjadi kekosongan angka kematian, yakni 11, 16, 17, dan 18 November. Selebihnya hingga 23 November terdapat 2 hingga 4 angka kematian. (*).

 287 kali dilihat,  32 kali dilihat hari ini

Kategori
Kebijakan

Hotel Menjadi Pertimbangan Alternatif untuk Tempat Isolasi Pasien Positif Covid-19

Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, memberikan keterangan pers usai pelantikan 3 pejabat yang dikembalikan ke posisi semula sebelum 3 Januari 2018, di aula PB. Sudirman Pemkab Jember, Jumat (27/11/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Masih terus melonjaknya pasien positif Covid-19, memaksa Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember untuk mengambil langkah antisipatif. Langkah ini perlu diambil, jika suatu saat stadion Jember Sport Garden (JSG) sebagai tempat isolasi pasien positif, tidak mampu menampung ledakan jumlah pasien yang terpapar.

“Kami juga telah mencari beberapa hotel untuk dijadikan ruang isolasi,  jika sewaktu-waktu JSG tidak muat menampung pasien positif. Terkait hotelnya belum bisa dipastikan, tapi sekarang kami masih tahap peninjauan,” ujar Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, usai pelantikan 3 pejabat yang dikembalikan ke posisi semula sebelum 3 Januari 2018, di aula PB. Sudirman Pemkab Jember, Jumat (27/11/2020).

Terkait perkembangan penyebaran dan penularan Covid-19 belakangan ini, Kiai Muqit, panggilan KH Muqit Arief, menjelaskan, dari hasil rapat dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Gugus Tugas, diputuskan, akan menjemput pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri untuk dipindahkan ke stadion JSG. “Ada 56 orang akan kami pindahkan, karena di JSG kapasitasnya sekitar 57 orang untuk isolasi, sementara ini cukuplah,” jelasnya

Isolasi mandiri yang dijalankan di rumah selama ini, menurut Plt Bupati, sangat mengawatirkan, karena pasien masih berinteraksi langsung dan kumpul bersama keluarganya. Sebab itu, Satuan Gugus Tugas Covid-19 melarang pasien positif melakukan isolasi mandiri.

Sementara untuk kantor pemerintahan yang pegawainya terpapar Covid-19, Kiai Muqit mengatakan, akan dilakukan penutupan untuk proses sterilisasi sementara waktu. Semua pegawai pada kantor tersebut harus melakukan work from home (bekerja di rumah) agar yang lain tidak tertular.(*).

 303 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

Kategori
Politik Pemerintahan

Pengajuan SOTK Tahun 2020 kepada Mendagri, Plt Bupati Jember Berharap Happy Ending

Plt Bupati Jember, Drs. KH A Muqit Arief, menyerahkan SK kepada tiga pejabat Pemerintah Kabupaten Jember di Aula PB Soedirman, Jumat (27/11/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Pengajuan susunan organisasi tata kerja (SOTK) tahun 2020 oleh Pemkab Jember, diharapkan berjalan seperti yang diharapkan. Surat pengajuan yang disertai pengantar Gubernur Jawa Timur itu, merupakan inisiasi Pemkab Jember sesuai saran Mendagri.

“Semoga happy ending,” harap Plt Bupati Jember, Drs. KH A Muqit Arief usai prosesi pengembalian jabatan tiga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember di Aula PB Soedirman, Jumat (27/11/2020).

Tiga pejabat yang mengikuti prosesi pengembalian jabatan tersebut yakni Joko Santoso, Tombak Pramudya Rosa, dan Indah Dwi Budi Artini. Joko Santoso yang menjabat sebagai Inspektur Kabupaten Jember kembali menjabat sebagai Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Kabupaten Jember.

Sedang Tombak Pramudya Rosa, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jember, kembali menjabat sebagai Inspektur Pembantu Wilayah I pada Inspektorat Kabupaten Jember. Berikutnya, Indah Dwi Budi Artini, yang sebelumnya sebagai Inspektur Wilayah I pada Inspektorat Kabupaten Jember, kembali menjabat sebagai Pengawas Pemerintah Madya pada Inspektorat Kabupaten Jember.

Pengembalian jabatan pada posisi sebelum tanggal 3 Januari 2018 ini, merupakan prosesi tahap kedua. Prosesi itu ditandai dengan pengambilan sumpah kembali tiga pejabat tersebut.

Kebijakan pengembalian itu merupakan tindak lanjut dari surat rekomendasi Mendagri RI Nomor: 700/12429/SJ Tanggal 11 November 2019. (*).

 312 kali dilihat,  16 kali dilihat hari ini

Kategori
Pendidikan

Sebelum Dimulai, Pembelajaran Tatap Muka Akan Dimintakan Persetujuan Orang Tua dan Komite Sekolah Terlebih Dahulu

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jember

Jember.LONTARNEWS.COM. Menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama antara Menteri Dalam Negeri  dengan Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama, Dinas Pendidikan, Kabupaten Jember, akan segera membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan tatap muka. Pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 ini, rencananya akan dilaksanakan pada awal tahun 2021.

“Saya terima kasih kepada pemerintah yang mengijinkan proses KBM. Namun sebelum pelaksanaan, masih perlu dapat persetujuan orang tua atau wali murid dan komite sekolah, mengingat sekarang ini masih masa pandemi,” jelas Suko Winarno, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, saat ditemui di kantornya, Jumat (27/11/2020).

Soal pembelajaran tata muka ini, Suko mengaku, pihaknya telah menyusun rencana pelaksanaannya, baik teknis maupun non teknis. Salah satunya, bagaimana teknis penyelenggaraannya serta pembatasan volume rombongan belajar yang dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah murid.

“Namun belum final, masih berupa konsep yang akan diajukan kepada bupati, inshaa Alloh satu dua hari. Kalau bupati menyetujui, kita akan mengumpulkan Pengawas Bina di wilayah masing-masing dan memberikan penjelasan untuk dilanjutkan ke guru dan orang tua atau wali murid,” jelasnya

Mengenai teknis KBM di zona merah, Suko mengaku, masih menunggu petunjuk teknis diantara wilayah (kecamatan) yang masuk zona merah. Jika ada sekolah di desa atau kelurahan yang tidak memiliki resiko tinggi, maka proses KBM bisa dilaksanakan di sekolah tersebut.

“Untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Jember seluruhnya sejumlah 906. Sedangkan Sekolah Tingkat Pertama Negeri (SMTP) sejumlah 94, dan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat, itu domainnya propinsi,”paparnya. (*).

 413 kali dilihat,  116 kali dilihat hari ini

Kategori
Kebijakan

Instruksi Plt Bupati Jember, Kantor Dinas Kesehatan Disterilkan

Petugas Satgas Covid-19 melakukan sterilisasi Kantor Dinas Kesehatan, Jember dengan penyemprotan desinfektan

Jember.LONTARNEWS.COM. Menyusul terpaparnya tiga orang pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, Plt Bupati Jember Drs Abdul Muqit Arief langsung mengeluarkan perintah agar dinas tersebut segera disterilkan. Sterilisasi kantor dinas kesehatan yang disertai perintah lain, semua pegawai harus bekerja dari rumah (work from home/WFH) berlaku mulai Jumat, 27 Nopember 2020.

Perintah Plt Bupati Jember ini pun langsung ditindaklanjuti Satgas Covid-19, dengan melakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan di kantor dinas kesehatan. “Semua kantor di bawah naungan Pemkab Jember bila ada pegawainya terkena Covid-19, segera dilakukan sterilisasi. Ini menghindari agar virus tersebut tidak meluas kemana-mana,” imbau Drs. KH. A. Muqit Arief, Plt Bupati Jember, Jumat (27/11/2020).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, Gatot Triyono menambahkan, bahwa penutupan dinas kesehatan karena tiga pegawainya terpapar Covid-19, sifatnya hanya senentara. Penutupan itu berlaku sampai seluruh hasil swab keluar.

Senentara untuk pegawai yang bekerja di rumah (WFH) akan diijinkan masuk kembali setelah keluar hasil pemeriksaan. Gatot memastikan bahwa pelayanan umum tetap berjalan.

“Penutupan itu untuk sterilisasi dan tracing serta swab pada kontak erat,” ujar Gatot Triyono, yang juga Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Jember itu. (*),

 392 kali dilihat,  30 kali dilihat hari ini

Kategori
Uncategorized

Hadapi Pandemi Covid-19, Pengelola Wisata Dituntut Lebih Kreatif

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Jember, Arief Cahyono

Jember.LONTARNEWS.COM. Menghadapi situasi yang lagi tidak menguntungkan, akibat dari terjadinya pandemi Covid-19, seperti sekarang ini, bagi pengelola tempat wisata tidak ada pilihan selain mencari terobosan. Upaya ini mutlak diperlukan oleh pengelola destinasi wisata jika usaha yang dikelolanya ingin tetap bertahan dan menghasilkan.

Menghadapi perubahan keadaan adalah sebuah keniscayaan di tengah terjadinya pandemi Covid-19. Sebab itu dituntut adanya kreatifitas dan inovatifitas agar usaha wisata yang digeluti tidak semakin terpuruk.

Apalagi lagi keadaan yang tidak menguntungkan seperti saat ini tidak bisa diprediksi sampai kapan akan berakhir. “Pemerintah Kabupaten Jember tidak punya kewenangan melarang para pelaku wisata untuk membuka atau menutup usahanya, yang bisa dilakukan adalah melakukan pembinaan,” ujar Arief Cahyono, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemkab Jember, Kamis (26/11/2020).

Selain tidak punya kewenangan melakukan pelarangan, menurut Arief, Dinas Pariwisata juga tidak bisa menekan pelaku wisata. “Yang bisa dilakukan adalah mengimbau, agar mereka membuat terobosan.Domainnya sebatas melakukan pendataan dan pembinaan sekaligus membantu promosi,” tandasnya.

Dijelaskan, saat ini yang bisa dilakukan dinas pariwisata adalah mengenalkan tempat wisata ke masyarakat. “Bahwa di wilayah sini ada tempat wisata. Itupun setelah kami mendapat tembusan surat ijin, karena sekarang dinas pariwisata tidak lagi mempunyai kewenangan mengeluarkan Ijin wisata, perijinan ditangani dinas PTSP,” jelasnya. (*).

 209 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Kategori
Kesehatan

Tidak Ditemukan Klaster Baru, Lonjakan Pasien Covid-19 Lebih Disebabkan Kurang Disiplinnya Menjalankan Prokes

Plt Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief

Jember.LONTARNEWS.COM. Terjadinya lonjakan jumlah pasien Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, bukan karena munculnya klaster baru. Tapi diduga lebih disebabkan akibat kelengahan dan kurangnya perhatian dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes).

Dari hasil telaah Dinas Kesehatan disebutkan, tidak ditemukan klaster baru dalam penyebaran dan penularan Covid-19 yang belakangan cukup signifikan. “Perkembangan ini harus menjadi perhatian kita semua untuk serius menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, Kamis (26/11/2020).

Kiai Muqit, sapaan KH. A. Muqit Arief, mengimbau terjadinya lonjakan pasien terpapar Covid-19 dalam sepekan ini harus menjadi perhatian semua pihak, dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Juga diingatkan, bahwa menjalani kehidupan new normal, berbeda dengan sebelum terjadinya pandemi virus corona.

New normal merupakan adaptasi terhadap situasi pandemi, yakni menjalani kehidupan sehari-hari dengan menerapkan protokol kesehatan. Diantaranya, setiap individu harus sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun serta membasuhnya menggunakan air yang mengalir.

“Gunakan masker yang benar. Kadang-kadang ada yang membawa masker tetapi di dagu atau di mulut saja. Menggunakan masker yang betul itu menutup mulut dan hidung,” terangnya.

Menggunakan masker, lanjut Kiai Muqit, bukan hanya melindungi diri sendiri, tapi juga dalam rangka melindungi orang lain. Karena pada masa pandemi seperti sekarang ini, setiap orang bisa termasuk dalam kategori OTG (orang tanpa gejala).

OTG yang dimaksud, yakni kondisi seseorang dengan imun kuat dan sehat, tetapi di dalam tubuhnya terdapat virus. “Jadi sebetulnya, kita memakai masker itu dalam rangka menyelamatkan orang lain,” tandasnya.

Kondisi OTG bisa menulari orang di sekitar kita, seperti keluarga. Mereka yang berusia lanjut atau lansia, juga anak yang masih balita rentan tertular.

Demikian pula dengan orang yang memiliki riwayat penyakit akut juga menjadi kelompok yang sangat rentan tertular virus korona dari OTG. “Jadi jangan berfikir menggunakan masker itu untuk keselamatan diri kita sendiri. Tetapi juga untuk keselamatan orang lain,” ujarnya.

Kebiasaan lain dalam new normal, yaitu menjaga jarak. Pada kegiatan masyarakat, seperti pengajian dan pernikahan, diingatkan agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan.

“Sekali lagi, untuk keselamatan kita semua. Tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan, kecuali dengan kesadaran kita semua menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.(*)

 393 kali dilihat,  24 kali dilihat hari ini

Kategori
Kesehatan

Sterilisasi Perkantoran Pemkab Jember, Seluruh Ruangan Disemprot Desinfektan

Petugas BPBD melakukan penyemprotan desinfektan di perkantoran Pemkab Jember, Rabu (25/11/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Sikap hati-hati dan menjaga diri dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan harus dilakukan masyarakat, khususnya warga Jember. Mengapa demikian ?. Karena dari beberapa kejadian, ancaman penyebaran dan penularan Covid-19, sudah sangat mengawatirkan.

Indikasinya, seorang karyawan dan satu dosen Universitas Jember, meninggal lantaran positif Covid-19. Karena itu, pihak rektorat terpaksa menerapkan karantina wilayah (lockdown) dan menutup kawasan Unej.

Lain dari itu, petugas BPBD terpaksa harus melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh sudut ruangan komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Jember. Penyemprotan ini dilakukan, setelah seorang ASN dinyatakan positif Covid-19.

Kondisi ini semakin menguatkan dugaan, tingkat penyebaran dan penularan Covid-19 di Jember sudah membahayakan. Apalagi berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19, perkembangan dan penyebaran Covid-19 di Jember terbilang masih tinggi.

“Dari hasil laporan Satgas, ada karyawan di Pemkab terkonfirmasi positif,” ungkap Gatot Triyono, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Jember, Rabu (25/11/2020).

Itulah yang menjadi alasan mengapa komplek perkantoran Pemkab Jember perlu dilakukan penyemprotan. “Ada terindikasi, mungkin nanti kita rilis ya, ada yang meninggal,” kata Gatot yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember.

Penyemprotan itu sendiri dilakukan oleh 4 orang petugas dari BPBD dengan 1 orang koordinator. Setiap sudut ruangan tak luput dari sasaran para petugas untuk dilakukan penyemprotan.

Sementara para pegawai yang ketika itu tengah sibuk dengan pekerjaannya, terpaksa keluar dan menunggu di luar ruangan. “Untuk mengantisipasi hal itu, dilakukan sterilisasi di gedung Pemkab,” jelasnya.

Dilakukannya penyemprotan di komplek perkantoran Pemkab Jember, bermula dari laporan yang diterima Satgas Covid19, bahwa ada seorang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dan langsung dimakamkan dengan protokol Covid-19. Hanya saja, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait meninggalnya ASN yang sehari-hari bekerja di lingkungan gedung Pemkab Jember itu.

Namun begitu, selain dilakukan penyemprotan terhadap ruang perkantoran, Gatot juga mengimbau kepada ASN yang berusia di atas 50 tahun agar bekerja dari rumah (Work From Home). Mengenai ASN Pemkab Jember yang diduga meninggal karena positif Covid-19, Gatot berjanji akan segera mengeluarkan rilis resmi.(*).

 283 kali dilihat

Kategori
Layanan

Lampaui Target Nasional, Pembuatan Kartu Identitas Anak di Jember Tembus 46,3 Persen

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kabupaten Jember, Isanaeni Dwisusanti

Jember.LONTARNEWS.COM. Pembuatan Kartu Indonesia Anak (KIA) di Kabupaten Jember sudah mencapai 46,3 persen. Capaian ini melampaui target nasional yang mencanangkan 20 persen.

“Alhamdulillah kita sudah mencapai 46,3 persen. Sebenarnya target nasional pembuatan KIA di Kabupaten Jember 20 persen. Jember merupakan Kota Ramah Anak, untuk itu kita ingin melayani hak anak di Kabupaten Jember, salah satunya pembuatan KIA,” ujar Isnaeni Dwisusanti, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember, Rabu (25/11/2020).

Hasil capaian KIA ini sesuai dengan 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jember, Faida – Muqit. Pada point terakhir 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jember disebutkan, menjadikan Jember sebagai Bumi Shalawat yang ramah lingkungan, ramah warga berkebutuhan khusus, ramah ibu dan anak, serta ramah kelompok minoritas.

Mengenai manfaat dari KIA itu sendiri, menurut Santi, panggilan Isnaeni Dwisusanti, bisa digunakan untuk persyaratan membuka rekening tabungan dan membeli tiket kereta atau pesawat. Karena itu, dispendukcapil menargetkan semua anak di Kabupaten Jember memiliki KIA.

“Kita akan berkoordinasi dengan Muspika atau kelompok tertentu membantu anak berumur 5 tahun keatas yang belum memiliki KIA agar segera memiliki. Kita juga akan share nama-nama anak yang sudah terbit akte kelahirannya sebagai persyaratan pembuatan KIA ke grup WA tersebut, agar mereka segera mengurus KIA,” tuturnya.

Ditambahkan, negara berkewajiban untuk memberi kartu identitas diri bagi warganya. “Apalagi Jember merupakan Kota Ramah Anak, kita berharap semua anak di Jember memiliki KIA,” imbuhnya. (*).

 277 kali dilihat,  14 kali dilihat hari ini