Bupati Jember Sarankan Perhutani Tidak Menyatukan Destinasi Wisatanya

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Faida. MMR, menerima cinderamata dari Kepala Perum Perhutani KPH Jember Rukman Supriatna S.Hut.MM dalam acara pertemuan di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Rabu (20/2/2019).
Bupati Jember, dr. Faida. MMR, menerima cinderamata dari Kepala Perum Perhutani KPH Jember Rukman Supriatna S.Hut.MM dalam acara pertemuan di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Rabu (20/2/2019).

ONTARNEWS.COM. I. Jember – Bupati Jember menyarankan Perum Perhutani KPH Jember agar tidak menyatukan potensj wisata yang dimiliki. Destinasi wisata yang akan dikembangakan Perhutani KPH Jember saran bupati, sebaiknya dibuat sendiri-sendiri.

“Jika potensinya empat jangan dijadikan satu. Destinasi wisatanya sendiri-sendiri,” saran Bupati Faida kepada rombongan Perhutani KPH Jember dalam acara pertemuan di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Rabu (20/2/2019).

Saran itu disampaikan bupati setelah mendengar penjelasan Kepala Perum Perhutani KPH Jember Rukman Supriatna S.Hut. MM, terkait rencana pengembamgan empat potensi wisata yang dimiliki Perhutani. Dan untuk rencana itu, bupati memberikan masukan agar dibuat lebih matang.

“Jadi kampung durian sendiri, kampung kopi, air terjun Rengganis sendiri. Dan, karena disana kampung Pakis diangkat tentang pakisnya,” lanjut bupati.

Bupati berharap Kampung Durian agar disiapkan lebih baik. Konsep dan alurnya harus dimatangkan, agar masyarakat tahu perannya.

Mengenai rencana penyerahan sharing produksi kayu dan getah pinus kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang nilainya sebesar Rp 1,060 milyar, bupati menyatakan dukungannya, karena itu merupakan hal positif sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo. Hanya saja, karena fokus utamanya pada masyarakat yang puas atau masyarakat yang kecewa, maka diperlukan satu sinergi yang matang.

Perbaikan rencana itu juga terkait retribusi pemerintah. Bupati tidak ingin timbul masalah di kemudian hari akibat belum tertata dengan baik. Perhutani dengan tanaman-tanamannya, menurut bupati, juga bisa menjadi satu destinasi wisata edukasi.

Sementara terkait sharing produksi hasil hutan, bupati menyatakan hal ini sudah sangat baik. Dan LMDH harus tumbuh bersama Perhutani.

Untuk diketahui, kedatangan rombongan Perhutani Jember ke Wahya Wibawa Graha yang dipimpin Kepala Perum Perhutani KPH Jember Rukman Supriatna S.Hut. MM, dalam rangka menyampaikan rencana penyerahan sharing produksi kayu dan getah pinus kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Nilai sharing itu mencapai Rp 1,060  milyar.

Penyerahan itu akan dibarengkan dengan peluncuran Wisata Kampung Durian – Kopi Rengganis. Wisata Kampung Durian ini bisa dikembangkan karena ada potensi luar biasa.

Sedikitnya ada 2.700 dalam kawasan hutan. Ditambah sekitar 7.000 lebih yang berada di kawasan penduduk. Juga ada potensi kopi.

Selain wisata Kampung Durian, air terjun Rengganis di Desa Pakis juga akan dikembagkan sebagai obyek wisata. Pengembangan wisata ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Pariwisata dan akan bekerjasama dengan LMDH setempat.

Dinas Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga akan dilibatkan dalam pengembangan durian dan kopi ini. Demikian pula Puslitkoka juga akan dilibatkan untuk kemasan kopi dan pengharum ruangan yang berasal dari kopi.

Recananya, di tempat wisata nantinya akan dibangun gapura serta gazebo untuk wisatawan agar bisa menikmati durian, spot selfie. Rukman menyebut rencana itu adalah langkah awal untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember.

“Semoga rencana kegiatan ini dapat membawa kebaikan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.(*).