Pesan Wabup, Agar Tak Menjadi Fitnah, Jalankan Organisasi dengan Akuntabel dan Transparan

  • Whatsapp
Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief, memberikan ucapan selamat kepada pengurus Pramuka Kwartir Ranting, Kecamatan Patrang yang baru dikukuhkan usai acara pengukuhan pengurus Pramuka Kwartir Ranting, di pendopo Kecamatan Patrang, Sabtu (6/4/2019).
Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief, memberikan ucapan selamat kepada pengurus Pramuka Kwartir Ranting, Kecamatan Patrang yang baru dikukuhkan usai acara pengukuhan pengurus Pramuka Kwartir Ranting, di pendopo Kecamatan Patrang, Sabtu (6/4/2019).
  • LONTARNEWS.COM. I. Jember – Kepada pengurus yang baru Pramuka Kwartir Ranting, Kecamatan Patrang Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief, berpesan, agar menjalankan organisasi dengan akuntabel dan transparan, sehingga tidak menjadi fitnah di kemudian hari. “Peran kakak-kakak pengurus akan menjadi panutan bagi generasi muda, sehingga transparansi dan akuntabel yang benar dapat menular kepada generasi muda,” ujar Wabup Muqit Arief, dalam acara pengukuhan pengurus Pramuka Kwartir Ranting, di pendopo Kecamatan Patrang, Sabtu (6/4/2019).

    Kepada pengurus yang baru dilantik, wabup juga berharap, pengukuhan ini nanti dilanjutkan dengan kegiatan yang sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga di kepramukaan. Apalagi gerakan yang akrab dengan dunia kepemudaan ini akan mendampingi para pemuda di Kabupaten Jember melalui Pramuka.

    Salah satunya meneguhkan rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air. “Kami juga akan melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka penyiapan generasi muda sebagai calon pemimpin yang akan datang,” imbuhnya.

    Kepemimpinan pengurus Pramuka di Kecamatan Patrang yang baru dikukuhkan, menurut wabup, akan bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

    Lingkungan pemuda saat ini juga perlu mendapat perhatian. Zaman sekarang terjadi pergeseran nilai, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Karena itu, Pramuka harus tampil menarik bagi pemuda zaman sekarang. “Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan harus disesuaikan dengan perkembangan yang ada, jangan sampai perkembangan yang sudah sedemikian cepat tapi ternyata kegiatannya yang dulu-dulu saja,” ujarnya. (*)