Lepas Bus untuk Mudik, Bupati Jember Rencanakan Tambah Armada dan Jurusan

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, menyapa warga di dalam bus yang hendak mudik ke kampung halamannya dengan memanfaatkan program Mudik Bareng Gratis tahun 2019, Minggu (2/6/2019).
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, menyapa warga di dalam bus yang hendak mudik ke kampung halamannya dengan memanfaatkan program Mudik Bareng Gratis tahun 2019, Minggu (2/6/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Program penyediaan bus untuk masyarakat yang akan mudik ke kampung halamannya secara gratis, akan dievaluasi. Evaluasi ini akan dilakukan, baik untuk jumlah armadanya maupun jurusan yang akan dituju.

“Program ini akan dievaluasi. Seperti tahun lalu, ada jurusan yang tidak dilanjutkan dan diganti ke jurusan kota lain yang lebih memerlukan. Dari hasil evaluasi juga tidak tertutup kemungkinan kedepannya tambahan armada dan jurusan lain,” jelas Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., saat melepas dan menyambut rombongan warga Jember yang mudik ke kampung halaman dengan memanfaatkan program Mudik Bareng Gratis tahun 2019.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan fasilitas armada bus untuk mudik gratis bagi warga Jember dari beberapa kota. Pelepasan dan penyambutan pemudik berlangsung di di depan Kantor Pemkab Jember, Jln R Sudarman, Minggu (2/6/2019).

Untuk melayani pemudik ini, juga disiapkan sebanyak tujuh armada untuk arus balik. “Termasuk jurusan Jogyakarta, karena banyak anak-anak Jember yang kuliah di Jogja. Ada juga dari Madura karena banyak warga Jember asal Sumenep,” ungkapnya.

Pada rombongan yang dilepas bupati terdapat 54 orang Jember yang mudik ke Madura jurusan Pamekasan. Sementara rombongan yang datang dari Jakarta tercatat ada 80 orang yang mudik ke Jember.

Fasilitas armada mudik gratis yang disediakan pemerintah ini untuk meringankan dan memudahkan masyarakat Jember yang ingin mudik lebaran. “Ini agar para pemudik tidak memaksakan diri pergi dengan kendaraan yang tidak aman, ataupun yang terlambat pesan kendaraan massal, juga mungkin tidak punya biaya untuk mudik,” terangnya.

Dari peserta mudik gratis ini, ada warga Jember selama 7 tahun belum sempat mudik karena tidak ada biaya. Sehari- hari mereka hanya jual nasi keliling.

“Mereka sangat gembira bisa mudik, karena sejatinya bertemu keluarga tidak bisa diganti dengan uang ataupun lainnya,” imbuhnya.

Sejumlah warga asli Jember yang tinggal di Jakarta mengatakan, program mudik gratis ini sangat bagus sekali, karena tidak bayar sama sekali. Diantara mereka bahkan ada yang mengaku, tidak sempat membeli tiket, hingga akhirnya mendapatkan informasi tentang mudik gratis ini dari keluarganya.

Warga tersebut mudik ke Jember bersama 3 orang keluarganya. “Alhamdulillah fasilitasnya juga nyaman. Supirnya juga enak,” ungkapnya.(*)