Utusan Tetap Indonesia untuk PBB Tawarkan Kerjasama Bidang Kesehatan dan Penanganan Limbah kepada Pemkab Jember

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Faida. MMR, diterima Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di Jenewa (Swiss), Hasan Kleib, di kantornya, Selasa (18/6/2019) sore.
Bupati Jember, dr. Faida. MMR, diterima Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di Jenewa (Swiss), Hasan Kleib, di kantornya, Selasa (18/6/2019) sore.

LONTARNEWS.COM. I. Jenewa (Swiss) – Pemerintah Kabupaten Jember mendapatkan tawaran kerjasama di bidang kesehatan dan kerjasama di bidang penanganan limbah. “Ada beberapa poin yang tadi dibicarakan oleh kami mengenai perlunya kerjasama bagaimana penanganan limbah, kebetulan ada organisasi konvensi Brussel di sini,”terang Hasan Kleib, Duta Besar/Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, di Jenewa, menjelaskan pertemuannya dengan Bupati Jember, dr. Faida. MMR, di Kantor Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di Jenewa (Swiss), Selasa (18/6/2019) sore.

Ada beberapa poin yang menurut Hasan Kleib dibicarakan dengan Bupati Jember, dr. Faida. MMR, mengenai perlunya kerjasama bagaimana cara menangani limbah. “Kami ini ada di sini adalah wakil dari semua rakyat Indonesia, semua pemerintah kabupaten/kota maupun propinsi. Oleh karenanya harus tetap membantu sebagai wakilnya Jember juga kami di sini,” ujarnya.

Tawaran kerjasama dari Kantor Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di Jenewa, kepada Pemka Jember ini, bermula dari pertemuan Dubes untuk PBB, Hasan Kleib dengan Bupati Jember, dr. Faida. MMR. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Jember mendapatkan tawaran kerjasama di bidang kesehatan dan penanganan limbah dari PTRI Jenewa.

Hasan Kleib mengaku kagum dengan yang telah dilakukan Pemkab Jember dalam mewujudkan pemenuhan Hak Asasi Manunsia (HAM) di tingkat daerah. “Saya jujur saja sangat impress dengan kemajuan yang dilakukan oleh kota Jember, khususnya dalam promosi dan proteksi HAM di tingkat lokal,” aku Hasan

Apapun yang dilakukan oleh internasional di dewan HAM, terkait dengan standar-standar internasional, lanjut Hasan, sudah mulai diterapkan di kota-kota di Indonesia, termasuk Jember. “Alhamdulillah sudah mulai diterapkan di kota-kota di Indonesia termasuk Jember dan kami sangat mendukung program-program yang ramah HAM,” tandas Hasan Kleib.

Berbagai kebijakan ramah HAM yang telah dilaksanakan Pemkab Jember, lanjut Hasan, diharapkan dapat ditiru oleh Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia. “Ada banyak sekali peluang kerjasama antara organisasi internasional yang ada di Jenewa untuk kota Jember. Misalnya seperti World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia yang memiliki berbagai program di bidang kesehatan, yang bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Kabupaten Jember,”

Atas tawaran dari PTRI untuk PBB di Jenewa itu, Bupati Faida, menyatakan meminta program kerjasama di bidang kesehatan mengenai Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB). Bupati berharap, WHO mengirimkan delegasinya ke Jember untuk menjadi pemateri program edukasi kepada masyarakat.

“Salah satunya saya sampaikan yang mungkin kita lakukan adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), karena problem kita Angka Kematian Ibu dan Bayi. Di sini (WHO) juga bisa membantu memberikan TOT (Training of trainer) di Jember, sehingga peran serta masyarakat dan tenaga kesehatan bersama pemerintah bisa mempercepat penurunan AKI-AKB,” harap Bupati Faida. (*).