Bupati Jember, Jangan Takut Menjadi Diri sendiri, Karena Cantik Itu Relatif

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, menyerahkan hadiah kepada pemenang Make Up Glamour Competition 2019 di Lippo Plaza Jember, Sabtu (20/7/2019).
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, menyerahkan hadiah kepada pemenang Make Up Glamour Competition 2019 di Lippo Plaza Jember, Sabtu (20/7/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Berbicara tentang merias diri dan fesyen, Bupati menyebut Perempuan perlu merawat diri dan belajar untuk tampil baik. Karena itu merupakan bagian untuk menimbulkan rasa kepercayaan diri.

“Jangan takut menjadi diri sendiri, karena cantik itu relatif, yang penting adalah bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT. Apapun perbedaan itu, jika kita bersyukur, kita akan tampil cantik di mata siapapun di dunia,” pesan Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, dalam dalam acara Make Up Glamour Competition 2019 di Lippo Plaza Jember, Sabtu (20/7/2019).

Bupati menyatakan, dukungannya terhadap penyelenggaraan kelas make up dan lomba fesyen ini. “Pemerintah Kabupaten Jember siap mendukung kerjasama kompetisi seperti ini,” tandas bupati.

Dikatakan, di Jember banyak potensi perias dan orang-orang kreatif, mulai dari kalangan muda sampai yang senior. Bahkan, di dunia fesyen dan karnaval sudah sampai ke pelosok-pelosok.

Kompetisi make up ini, merupakan ajang para perias profesional untuk menguji kemampuannya. Sekaligus menampilkan potensi-potensi perias yang luar biasa.

Ini sesuai dengan cita-cita Jember yang menurut bupati bakal punya sekolah perempuan. Sekolah ini bisa memberi kesempatan kepada pemula-pemula untuk menjadi perias yang mandiri dalam ekonomi.

Gelar kompetisi ini, sejalan dengan pembicaraan antara Bupati Jember dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise, yang menyimpulkan Jember layak punya kelas perempuan. Sekolah perempuan itu akan dikolaborasikan dengan para perias yang ada di Jember.

Pada sekolah tersebut, nantinya akan ada pelatihan untuk anak-anak difabel yang suka menjadi perias. Mereka yang sekolah merias, Setelah lulus nantinya akan mendapat bantuan paket rias yang dibayai pemerintah untuk modal awal menjadi perias pemula.

Sekolah itu kedepannya juga akan disiapkan untuk kelas potong rambut pria. Untuk kelas ini, dirancang terlebih dulu dengan kelas make up perempuan.

Lain dari itu, pada kesempatan itu, Bupati Jember juga mendorong para orang tua untuk membantu anak-anak menemukan jati dirinya. Orang tua hendaknya juga mampu membaca bakat dan minat anak. “Biarkan anak-anak menjadi dirinya sendiri, menemukan kesenangannya, dan mencari jati dirinya,” ujar bupati.

Selanjutnya, apabila sudah melihat bakat dan minat pada diri seorang anak, maka orang tua harus mengambil peran pendukung serta mendorong. “Sehingga mereka menjadi dewasa dan menemukan jati dirinya yang sejati,” tuturnya.

Sementara pemilik Sie-Sie Beuty yang menjadi penyelenggara Make Up Glamour Competition, Mimin Zakariya, pada kesempatan itu mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan semua orang mempunyai peluang menjadi enterpreneur. Kompetisi make up, menurut Mimin, dapat menjadi tempat mengembangkan kemampuan, utamanya dalam merias.

Mimin menilai, kehadiran Bupati Jember dalam kompetisi yang diselenggarakannya, telah menunjukkan antusias yang tinggi untuk mendukung kegiatan perempuan di Jember. (*).