Akhirnya Jenazah TKI Itu Dipulangkan ke Kampung Halamannya di Sumberbaru

  • Whatsapp
Jenazah Ilham Mochamad Noer (27 tahun), disholatkan di masjid, tempat tinggal almarhum di Dusun Darungan RT 1 RW 9, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, Sabtu (27/7/2019).
Jenazah Ilham Mochamad Noer (27 tahun), disholatkan di masjid, tempat tinggal almarhum di Dusun Darungan RT 1 RW 9, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, Sabtu (27/7/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Setelah memulangkan jenazah Samhudi alias Matjuri, TKI asal Kecamatan Sumberbaru yang meninggal di Malaysia, tanggal 1 Juli 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten Jember, pada hari Sabtu, 27 Juli 2019, kembali memulangkan henazah TKI yang sudah meninggal sejak sebulan lalu.

Jenazah Ilham Mochamad Noer (27 tahun), dipulangkan ke ke kampung halamannya di Dusun Darungan RT 1 RW 9, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, setelah dirawat selama 2,5 bulan di Pusat Perubatan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Ilham meninggal pada 25 Juni 2019 lalu, akibat menderita demam berdarah.

Jenazah Ilham baru bisa dipulangkan ke Indonesia setelah Pemkab Jember melakukan koordinasi dengan KBRI di Malaysia dan melunasi semua biaya dan tanggungannya. Biaya pengobatan sebesar RM 28.000 atau sekitar Rp 160 juta. Sedang untuk biaya pemulangan jenazah Ilham ke tanah air sebesar Rp 12,5 juta.

“Terus terang uang tanggungan jenazah sebanyak itu kami tidak punya, meskipun kami sudah berhutang kesana kesini, dan akhirnya saya mengadukan permasalahan ini ke pihak desa dan kecamatan,” tutur Qurotul Aini, kakak almarhum Ilham Mochamad Noer.

Atas bantuan dan perhatian yang diberikan pemerintah hingga berhasil memulangkan jenazah Ilham, Quratul menyatakan, atas nama keluarganya menyampaikan terima kasih. “”Saya sangat berterimakasih, terutama kepada Bupati Jember, Pak Camat dan pihak desa, akhirnya adik saya bisa dimakamkan di kampung halamannya. Mudah-mudahan semua kebaikan dari semua pihak dibalas setimpal oleh Allah SWT,” ucapnya.

Qurotul yang ikut rombongan penjemputan jenazah di Terminal Cargo Juanda bersama Muspika Sumberbaru menceritakan, Ilham bekerja di Malaysia sebagai tukang kebun di Jalan Bukit Naga Lukong Selangor. “Adik saya berangkat ke Malaysia cuma berbekal passport wisata dengan ditolong tekong atau biro tenaga kerja yang tidak berijin,” ungkapnya.

Menurut Qoratul, pada sekitar bulan Mei lalu, Ilham sempat mengeluhkan sakit yang tak kunjung sembuh. Karena itu disarankan untuk segera berobat. “Kita suruh dia berobat, dan discan, tetapi tidak ditemukan penyakit, sampai akhirnya sakitnya semakin parah, dan baru diketahui Ilham menderita demam berdarah. Selama 2,5 bulan dirawat, Ilham sempat koma cukup lama sampai akhirnya meninggal sebulan lalu,” paparnya.

Almarhum meninggalkan satu orang anak yang saat ini sudah yatim piatu. Secara khusus, Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, menurut Quratul, meminta dirinya benar-benar jeberadaan anak Ilham. “Termasuk soal kebutuhan hidup dan pendidikannya, karena banyak sekali program pemerintah Kabupaten Jember yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya dihadapan keluarga almarhum dan masyarakat setempat sesaat sebelum pemberangkatan jenazah ke pemakaman.(*).