JFC, Karnaval Terbaik Ketiga Dunia, Kelangsungannya Akan Terus Dipertahankan

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Faida. MMR, pada pergelaran JFC Grand Carnival di Jalan R. Sudarman, Jember, Minggu (4/8/2019).
Bupati Jember, dr. Faida. MMR, pada pergelaran JFC Grand Carnival di Jalan R. Sudarman, Jember, Minggu (4/8/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, kembali menegaskan, pergelaran Jember Fashion Carnaval (JFC), akan tetap dipertahankan. Karnaval terbaik ketiga dunia yang digelar pertama kali pada tahun 2001, ini akan terus diselenggarakan.

“JFC akan kita terus selenggarakan demi majunya fashion dan karnaval, sebagai bagian dari pariwisata Indonesia,” ujar Bupati Faida, saat membuka pergelaran JFC Grand Carnival di Jalan R. Sudarman, Jember, Minggu (4/8/2019).

Diatakan bupati, JFC akan dijaga kelangsungannya bahkan akan dibuat tetap jaya, sehingga menjadi warisan budaya. Kelangsungan JFC bukan hanya untuk Kabupaten Jember maupun Indonesia, tetapi menjadi kebanggaan dunia.

“Mas Dynand memang telah tiada, tapi bukan berarti JFC akan berakhir. Kita semua sepakat warisan karya beliau akan kita jaga kelangsungannya. Semoga segala karyanya bernilai ibadah di mata Allah dan dicatat sebagai amal jariyah bagi almarhum Dynand,” tutur bupati.

Pada kesempatan itu, bupati bahkan menandaskan, bahwa JFC merupakan satu-satunya karnaval inklusi di dunia. Talent yang terlibat berasal dari seluruh kalangan dan lapisan masyarakat. Termasuk dari anak-anak berkebutuhan khusus.

Kostum yang dikenakan talent dari anak-anak berkebutuhan khusus ini sebagiannya terbuat dari bahan daur ulang atau barang-barang yang tidak pernah dinilai sebagai sesuatu yang berharga. “Talent difabel yang tidak kalah prestasinya sebagai talent kebangaan JFC, karena berkarya tidak pandang bulu. Siapapun mempunyai kesempatan yang sama,” tandas bupati.

Dikatakan bupati, JFC mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pariwisata Indonesia sehingga mendapat pendanaan untuk penyelenggaraan Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI). Peserta WACI berasal dari berbagai provinsi dan kota di Indonesia.

Menurut bupati, asal peserta ini menandakan karnaval dan fashion telah menjadi upaya memperkuat dan mempersatukan NKRI. “Ini adalah bukti, bahwa seni adalah bahasa pemersatu dunia,” ujar bupati perempuan pertama di Jember ini.

Ketua Calendar of Events, Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti, pada kesempatan itu menyampaikan, Menpar berkeinginan JFC ini bisa ditularkan dan menjadi inspirasi daerah lain dalam membuat karnaval.

“Ini terbukti, dengan adanya hari khusus untuk defile WACI yang diikuti oleh berbagai provinsi. Jadi ini juga perlu kita support,” ajak Esthy.

Dijelaskan, JFC pernah menerima penghargaan dari Menpar sebagai karnaval terbaik di Indonesia dan nomor satu di Asia. JFC juga masuk ke dalam top 10 calendar event di Kemenpar. “Kita berharap JFC 2020 tetap berlangsung,” harapnya.

Sementara Event Director JFC, Intan Ayu Dafira mengungkapkan semangatnya untuk terus melanjutkan perjuangan almarhum Dynand Fariz, sekaligus menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah bangsa yang kreatif dan berbudaya. “Enjoy the show, please welcome Jember Fashion Carnaval 2019,” ucap Esthy penuh semangat. (*).