Bupati Jember Rancang Institusi Khusus untuk Merawat Bayi yang Ditelantarkan Orang Tuanya

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, menggendong bayi yang ditelantarkan orang tuanya di Ruang Bersalin RSD dr. Soebandi Jember. Bayi laki-laki berumur 18 hari itu oleh bupati diberi nama Fahim, artinya sosok yang arif dan paham serta peka terhadap lingkungan sekitarnya.
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, menggendong bayi yang ditelantarkan orang tuanya di Ruang Bersalin RSD dr. Soebandi Jember. Bayi laki-laki berumur 18 hari itu oleh bupati diberi nama Fahim, artinya sosok yang arif dan paham serta peka terhadap lingkungan sekitarnya.

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, merancang institusi untuk merawat bayi yang ditelantarkan orang tuanya. Rencana ini disampaikan, karena kasus penelantaran bayi banyak terjadi di Jember.

Institusi seperti ini dibutuhkan, karena Pemkab Jember belum memiliki institusi yang menangani khusus bayi. Sehingga ketika ada bayi ditelantarkan orang tuanya, Pemkab Jember menyerahkan perawatanya ke Dinsos Provinsi Jawa Timur.

Seperti kasus ditelantarkannya bayi laki-laki oleh orang tuanya di Ruang Bersalin RSD dr. Soebandi Jember, karena Jember tidak memiliki institusi khusus yang menangani bayi terlantar, Bupati Jember menyerahkan perawatannya ke Dinsos Jatim.

“Saya berharap orang tua yang mengadopsinya warga Jember sendiri. Sehingga tidak jauh dari tanah kelahirannya,” kata Bupati Faida, saat mengunjungi bayi laki-laki yang ditelantarkan orang tuanya di Ruang Bersalin RSD dr. Soebandi Jember, Jumat (13/9/2019) sore.

Bayi berumur 18 hari yang oleh Bupati Jember diberi nama Fahim itu, akan dijemput tim UPT PSAB Dinsos Jatim, Senin (16/9) pekan depan. Keedatangan Bupati Faida ke rumah sakit itu, untuk memastikan kesehatan bayi yang dirawat tim medis RSD dr. Soebandi.

Bupati Faida tak hanya memberi kado berupa perlengkapan bayi, tapi juga nama, yaitu Fahim. Nama Fahim ini, kata bupati, boleh diartikan Faida Rochim.

Namun di luar nama tersebut, Fahim memiliki arti sebagai sosok yang arif dan paham serta peka terhadap lingkungan di sekitarnya. Faida, menganganggapnya sebagai anaknya sendiri.

Adanya kasus penelantaran bayi oleh orang tuanya ini, menyentak Bupati Faida. Karena itu, setelah mendengar kabar tersebut, bupati langsung mendatangi RS Soebandi, untuk memastikan kondisi kesehatan dari bayi tersebur.

Saat melihat dan menggendong bayi malang itu, bupati bahkan sempat mau meneteskan air matanya. Namun bupati berusaha menahan tangis, karena dia yakin, Fahim akan menjadi anak hebat yang kuat.

Dia bahkan meyakini, anak seperti Fahim tidak menutup kemungkinan menjadi tokoh penerus bangsa.(*).