Karnaval Sempusari, Meski Hanya Tingkat Kelurahan Tapi Tak Kalah Dibanding Kabupaten

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Faida. MMR, berbaur turut menari ikuti irama musik di tengah-tengah peserta karnaval di Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Minggu (15/9/2019)
Bupati Jember, dr. Faida. MMR, berbaur turut menari ikuti irama musik di tengah-tengah peserta karnaval di Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Minggu (15/9/2019)

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Tidak selamanya sesuatu yang ada di desa atau lingkungan kecil, pasti kalah dengan yang ada di kota atau lingkungan besar. Ada kalanya, meski hanya berasal dari desa atau lingkungan kecil, bisa mengalahkan atau setidaknya menyamai yang ada di kota.

Salah satu contohnya. Karnaval yang diselenggarakan masyarakat di Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, mampu membuat Bupati Jember, dr. Faida. MMR, terkagum-kagum. Apa pasal ?. Karena penyelenggaraan dan tampilannya boleh dikata wah.

Paskibrakanya saja, tidak kalah dibanding yang ada di kabupaten. “Saya melihat kekompakan pemuda dan ibu-ibunya. Saya terharu karena paskibranya disini tidak kalah dengan paskibra kabupaten,” kata Bupati Faida, pada acara karnaval yang digelar warga Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Minggu (15/9/2019).

Pada kesempatan itu, bupati juga berharap, karnaval dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke 74, dapat menggerakkan hati untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Menjaga persatuan dan kesatuan, kata bupati, bisa dilakukan dengan menjaga keguyuban, gotong royong, dan menghargai para pahlawan.

Pada karnaval itu, bupati mengungkapkan rasa senangnya, karena RT dan RW terlihat begitu taktif. Sedang untuk generasi muda di Kelurahan Sempusari, bupati berharap, @dijauhkan dari narkoba dan melakukan kesalahan. “Semoga generasi kita diberi kemudahan dalam mengisi kemerdekaan ini,” harapnya.

Bupati juga berdoa, para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa dan negara, diterima segala amal ibadahnya dan dihapuskan dosa-dosanya. “Kita sekarang tinggal merayakan. Dulu, para pejuang berkorban seluruh jiwa raga. Sekarang kita tinggal mengisi dan memeriahkan,” ujarnya.

“Kalau sekarang tidak diisi dengan sungguh-sungguh, tentu sangatlah salah dan merugi,” imbuhnya.(*).