Tahap Ketiga, Penyaluran Jaslut dan BLU Diberikan kepada 281 Penerima Bansos

Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, menjelaskan kepada lansia penerima bantuan, bahwa kursi roda yang ditempati merupakan bantuan dari Pemkab Jember, Sabtu (05/10/2019).
[/caption]

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Penyaluran Jaminan Sosial Lanjut Usia (Jaslut) dan Bantuan Lanjut Usia (BLU) gelombang ketiga di Desa Arjasa Kecamatan Arjasa, diikuti 281 penerima bantuan sosial. Mereka berasal dari empat kecamatan, Arjasa, Panti, Sumbersari dan Kecamatan Patrang.

“Kalau jumlah keaeluruhan penerima bantuan sosial lansia se Kabupaten Jember sekitar 1199 penerima,” terang Wahyu Setyo Setyo Handayani, SKM, M.Si, Plt. Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Jember, dalam acara penyerahan bantuan Jaslut dan BLU tahap ketiga di Kantor Desa Arjasa, Sabtu (05/09/2019).

Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, yang hadir pada acara itu, dalam sambutannya mengatakan, bahwa bantuan sosial lansia ini merupakan program penganggaran dari Pemerintah pusat yang dipadukan dengan progam daerah. Untuk yang dari pusat, setiap penerima bantuan mendapatkan uang Rp. 200 ribu per bulan. “Sedangkan yang dari propinsi Rp. 2 juta per tahun, dan yang dari Kabupaten Jember¬†bantuan berupa Alkes dan jaminan kesehatan gratis,” papar Wabup Muqit Arief.

Pemerintah Kabupaten Jember, lanjut wabup, masih mengupayakan bantuan berupa beras sebesar 10 kilogram per bulan. Bantuan beras ini akan diberikan kepada Lansia yang sudah terverifikasi datanya.

Sementara Camat Arjasa, Ir. Herwan Agus Darmanto, M.Pd, menyatakan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas program yang sangat membantu masyarakat ini, khususnya warga Kecamatan Arjasa. Herwan juga mengaku haru atas pengakuan seorang nenek ketika ditanya Wabup Jember, tentang bantuan yang diterimanya.

Rasa haru ini diungkapkan Herwan, karena nenek itu mengaku bantuan yang diterimanya akan digunakan untuk membeli kambing. “Tadi lansia penerima bantuan sosial waktu ditanya oleh pak wabup, akan digunakan untuk membeli kambing. Ini menunjukkan keinginan mereka untuk tetap produktif,” ungkap Herwan.

Sifat yang ingin tetap produktif ini, kata Herwan, akan lebih menyehatkan para lansia itu sendiri. “Mudah-mudahan bantuan sosial bagi lansia ini bisa lebih bermanfaat dan lebih menyehatkan bagi mereka” imbuhnya. (*)