Relisasikan 22 Janji Kerja, Bupati dan Wakil Jember Beri Bantuan Stimulan kepada Warga Berkebutuhan Khusus

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Faida. MMR dan Wakil Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, dalam acara penyerahan bantuan stimulan kepada peserta pelatihan keterampilan, di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (07/10/2019).
Bupati Jember, dr. Faida. MMR dan Wakil Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, dalam acara penyerahan bantuan stimulan kepada peserta pelatihan keterampilan, di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (07/10/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Sebagaimana yang telah dicanangkan dalam 22 Janji Kerja, Bupati dan Wakil Bupati Jember, Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan dr. Faida. MMR dan Drs KH A Muqit Arief, memberi bantuan simultan kepada warga berkebutuhan khusus. Bantuan stimulan dari Pemkab Jember akan diberikan kepada masyarakat disabilitas yang sudah mengikuti pelatihan.

Bantuan stimulan dimaksud, berupa alat bantu dengar, kaki tangan palsu, alat bantu jalan, pelatihan tata rias, pelatihan tata boga, bengkel, dan menjahit. Untuk keluarga, mereka mendapatkan BPJS Kesehatan gratis dari Pemkab Jember. “Sebagian dari mereka mengajukan beasiswa susulan dari Pemkab Jember,” imbuhnya.

Pemberian bantuan pelatihan dalam bentuk stimulan, agar setelah pelatihannya selesai ilmunya bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Setelah pelatihan selesai, supaya ilmunya bisa bermanfaat maka diberikan stimulant. Ini supaya ilmunya bermanfaat dan berguna bagi masyarakat,” kata Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, yang didampingi Wakil Bupati Jember Drs. KH. Muqit Arief dalam acara penyerahan bantuan stimulan kepada peserta pelatihan keterampilan, di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (07/10/2019).

Pemberian bantuan ini sebagai salah satu dari Realisasi Janji Kerja. Pada point 22 dari Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jember disebutkan, “Menjadikan Jember Sebagai Bumi Sholawat Yang Ramah Lingkungan, Ramah Warga Berkebutuhan Khusus, Ramah Ibu dan Anak Serta Ramah Kelompok Minoritas”.

Pemberian keterampilan kepada mereka yang berkebutuhan khusus ini, diharapkan menjadi bekal mencari nafkah dan mandiri serta berguna di tengah masyarakat. Serta bisa mengerjakan sesuatu sesuai dengan kemampuan, juga meningkatkan sesuai hobinya, dan mandiri secara ekonomi.

“Bantuan ini baru bantuan stimulan. Apabila mereka nanti tumbuh menjadi lebih profesional maka mereka masih punya kesempatan untuk mendapat bantuan yang lebih advance,” jelas Bupati Faida, kepada wartawan.

Acara pemberian bantuan ini dihadiri oleh 48 peserta difabel dan 24 orang dari kelompok minoritas. “Saya senang, karena banyak difabel yang sebelumnya tidak tergabung dalam komunitas dengan adanya informasi pelatihan ini menjadi terakses,” ungkapnya.

Wabup Jember, Drs KH A Muqit Arief, menambahkan, upaya dilakukan Pemkab Jember hanya sebagian kecil untuk mengantarkan kesuksesan masyarakat difabel. “Inilah yang bisa diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Semoga menjadi stimulan dalam pengertian yang sebenarnya dan bisa memacu semangat panjenengan semua,” tutur Wabup.

Wabup berpesan, usai mengikuti pelatihan dan mendapat sertifikat, serta menekuni suatu bidang, janganlah pernah berhenti untuk belajar.
“Karena semua itu dinamis perkembagannya. Terus berjuang, terus pupuk rasa percaya diri, karena tidak ada orang yang sempurna di dunia ini,” pesannya.(*).