Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk 6 Kabupaten, RS dr Soebandi Jember Bangun Gedung Poliklinik 4 Lantai

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, memberikan helm keselamatan kepada pekerja bangunan dalam acara peletakan batu pertama oembangunan gedung poliklinik terpadu 4 lantai di RS Soebandi, Jember, Jumat (18/10/2019).
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, memberikan helm keselamatan kepada pekerja bangunan dalam acara peletakan batu pertama oembangunan gedung poliklinik terpadu 4 lantai di RS Soebandi, Jember, Jumat (18/10/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan untuk enam kabupaten di kawasan timur Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jember, membangun gedung poliklinik empat lantai di RS dr Soebandi. Poliklinik terpadu ini menurut Direktur RS dr. Soebandi, dr. Hendro Soelistijono, MM, M.Kes, akan digunakan untuk rawat jalan pasien yang dirujuk ke RS dr. Soebandi.

Dengan dibangunnya gedung empat lantai ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di enam kabupaten wilayah timur Jawa Timur dapat terpenuhi maksimal. “Ini nanti untuk melayani enam kabupaten, yakni Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang, serta Jember sendiri,” terang Hendro 

Pelaksanaan pembangunan gedung poliklinik empat lantai di RS dr Soebandi, dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. Acara peletakan batu pertama poliklinik terpadu di RS dr Soebandi ini, juga diisi dengan sarapan bersama bersama sekitar 100 tukang yang mengerjakan pembangunan gedung tersebut.

“Kami slametan dengan 100 orang tukang, dengan forkopimda, serta jajaran rumah sakit. Ini menunjukkan bahwa gedung ini akan kita dukung bersama-sama, karena gedung ini akan membuat kualitas pelayanan kesehatan di Jember dan sekitarnya lebih baik,” ujar Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung poliklinik 4 lantai di RS Soebandi, Jember, Jumat (18/10/2019).

Pembangunan gedung rawat jalan ini, lanjut Bupati, bukan hanya untuk masyarakat Jember, tapi juga menjadi rujukan Jawa Timur bagian timur. “Gedung ini akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama ini akan membangun konstruksinya. Pada akhir tahun belum jadi gedung sempurna, tapi konstruksinya jadi,” jelas bupati

Pengoperasian gedung untuk melayani pasien, baru bisa dilakukan di tahun depan, setelah proses pembangunannya rampung. “Bangunan ini akan selesai tahun depan untuk tahap kedua, karena tahun ini sampai akhir tahun tetap anggaran tahun 2019 akan menyelesaikan tahap konstruksi dengan biaya 12 miliar,” terangnya.

Anggaran yang akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan gedung di tahun depan, direncanakan sebesar Rp. 86 miliar. “Sehingga nanti akan bisa digunakan setelah tahun depan,” imbuhnya.

Bupati berharap, pembangunan tahap pertama tahun ini, bisa berjalan sesuai harapan dan mendapatkan ridho Alloh SWT. “Di sini bukan sekedar bekerja, tapi kita semua hadir di sini untuk beribadah,” imbuh Bupati Faida. (*).