Ketua Komnas HAM, Festival HAM di Jember Bisa Menjadi Contoh Warga dan Daerah di Indonesia

  • Whatsapp
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, bersama Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam pagelaran Pentas Seni di alun-alun Jember sebagai rangkaian penutupan Festival HAM 2019, Rabu (20/11/2019).
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, bersama Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam pagelaran Pentas Seni di alun-alun Jember sebagai rangkaian penutupan Festival HAM 2019, Rabu (20/11/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, mengaku mendapatkan kejutan sejak hari pertama Festival Hak Azasi Manusia (HAM) digelar. Taufan menyatakan, dilibatkannya anak-anak dalam kegiatan merupakan kejutan besar, karena sebelumnya tidak pernah ada.

“Kami belum pernah mendapatkan sebuah kejutan dalam Festival HAM yang dimulai oleh anak-anak TK PAUD dengan tari kolosalnya. Di sini, kami dapatkan sesuatu di luar dugaan,” ungkap Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM, dalam pagelaran Pentas Seni di alun-alun Jember sebagai rangkaian penutupan Festival HAM 2019, Rabu (20/11/2019).

Taufan merasa kagum, karena dari pagi sampai siang, terlaksana kongres anak dan diskusi buat anak-anak Jember. Taufan menilai anak-anak Jember kritis dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat.

“Tetapi tetap menjaga etika sebagai anak-anak yang hidup dalam budaya dan nilai budaya yang diajarkan di rumah dan sekolah. Warga Jember adalah warga yang luar biasa,” ungkap Taufan.

Ahmad Taufan berharap, acara festival HAM ini menjadi momen untuk semakin mendorong kemajuan Kabupaten Jember, dan bisa menjadi contoh bagi seluruh warga Indonesia, kabupaten dan kota lainnya. “Di tangan anda semua masa depan Jember, masa depan Indonesia. Kami bangga kepada Jember,” ucapnya di hadapan ribuan penonton Pentas Seni.

Sementara atas berjalan lancar dan suksesnya penyelenggaraan Festival HAM 2019, Bupati Jember, dr. Faida, MMR, menyatakan langkah berikutnya adalah mengimplementasikan rekomendasi yang dihasilkan. “Setelah festival ini, kami akan implementasikan dengan tugas dan peran masing-masing dengan lebih baik,” ujar Bupati Faida.

Bupati menyampaikan rasa syukur atas sukses penyelenggaraan festival ini. Festival berikutnya akan digelar di Banjarmasin.

Bagi bupati, festival ini adalah festival pembelajaran. Sebab, selama dua hari seluruh lapisan masyarakat hadir untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan serta belajar bersama.

Festival HAM di Jember ini juga menghasilkan sebuah rumusan dari anak Jember. “Masukan tersebut sangat berharga, karena sepertiga penduduk Indonesia adalah anak-anak dan seperempat penduduk Jember adalah anak-anak. Terimakasih kepada anak-anak,” ujarnya.

Pada hari ketiga, 21 November, peserta Festival HAM akan melakukan kunjungan lapangan tentang 4C, yaitu Coffee, Cacao, Cigaret, dan Culture. “Juga akan belajar bagaimana desa di Jember melindungi masyarakatnya dari kemungkinan menjadi TKI ilegal dengan peraturan desanya,” ungkap bupati.

Dunia internasional akan belajar dari desa Kabupaten Jember. Melihat pengasuhan bersama alternatif keluarga buruh migran di Ledokombo. “Artinya, kita bisa belajar dari semua orang dan kita juga perlu belajar dari semua orang,” tutur bupati.(*).