Pesan Wabup Di Tahap Akhir Penyaluran KIS, Lebih Baik Sehat Daripada Sakit

  • Whatsapp
Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam kegiatan penyaluran Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Ponpes Asy-Syafii’yah, Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Sabtu (23/11/2019).
Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam kegiatan penyaluran Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Ponpes Asy-Syafii’yah, Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Sabtu (23/11/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Hari terakhir penyaluran Kartu Indonesia Sehat (KIS), diwarnai pesan dari Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief. Kepada masyarakat penerima kartu, wabup berpesan, agar selalu menjaga pola hidup sehat. “Lebih baik sehat dari pada sakit,” pesan Wabup Muqit Arief, dalam kegiatan penyaluran Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Ponpes Asy-Syafii’yah, Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Sabtu (23/11/2019).

Pada kegiatan ini, wabup menyalurkan KIS untuk Kecamatan Bangsalsari, Sukorambi,  Panti, Tanggul, Sumberbaru, dan Semboro. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jember Sehat melalui Kartu Indonesia Sehat.

Penyaluran KIS kali ini dipusatkan di dua tempat, yaitu di pondok pesantren Asy-Syafii’yah, Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari dan Ponpes Miftahul Mubtadi’in, Sadengan, Rowotengah Kecamatan Sumberbaru. Kartu kesehatan ini dibagikan kepada 21.101 kepala keluarga (KK). Rinciannya, Bangsalsari 5.347 KK, Sukorambi 1.836 KK, Panti 3.594 KK, Tanggul 2.813 KK, Sumberbaru 5.726 KK, dan Semboro 1.785 KK.

Kepada penerima kartu sehat, wabup berpesan, agar selalu menjaga kesehatan dengan cara makan secara teratur, menggunakan air bersih, dan juga berolahraga. Dalam soal makan teratur, wabupbp menjelaskan, bahwa pemerintah mempunyai program pemberian makan kepada lansia.

Program makan untuk lansia ini dilakukan tiga kali dalam sehari secara teratur. Lansia yang menerima program ini yang hidup sebatang kara dan sudah tidak mampu beraktivitas.

“Katering ini diberikan tiga kali sehari yang diantar ke rumah masing-masing lansia, yang jumlahnya kurang lebih 100 lansia,” ungkap wabup.

Selain menyampaikan program dari Dinas Sosial, wabup juga mendorong masyarakat untuk memiliki dokumen identitas. Seperti Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Tanda Penduduk (KTP), maupun akte kelahiran.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial, Wahyu Setyo H. S.KM,M.Si., menjelaskan, dari keseluruhan penyaluran kartu KIS baru sebanyak 87 ribu, sampai 23 November, sudah mencapai 65 persen. Penyaluran KIS melalui vendor langsung ke rumah-rumah keluarga penerima manfaat ini, diperkirakan sampai 27 November nanti sudah mencapai 100 persen. (*)