Didampingi Kadispendik dan Kepala Taspen, Wabup Jember Takziyah ke Kediaman Dua Guru Korban Kecelakaan Tol Paspro

  • Whatsapp
Didampingi Kadispendik dan Kepala Taspen, Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, menyerahkan hak-hak almarhumah kepada keluarga dua guru SMPN 1 Sumberbaru yang meninggal akibat kecelakaan di Tol Paspro.
Didampingi Kadispendik dan Kepala Taspen, Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, menyerahkan hak-hak almarhumah kepada keluarga dua guru SMPN 1 Sumberbaru yang meninggal akibat kecelakaan di Tol Paspro.

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit, dua orang guru SMPN 1 Sumberbaru, yang mengalami kecelakaan lalulintas di Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro), akhirnya meninggal dunia. Kedua guru tersebut, yakni Sri Muasih, dirujuk ke RS dr Sutomo, karena mengalami sesak nafas, dan Dwi Pudji Suswati, dirujuk ke RS di Malang.

Atas meninggalnya dua orang guru korban kecelakaan Tol Paspro ini, Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan belasungkawa dengan menyerahkan hak-hak yang harus diterimakan kepada ahli waris almarhumah. Takziah dan penyerahan hak-hak almarhumah ini dilakukan oleh Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, Selasa (03/12/2019).

Takziah pertama, dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Edy Budi Susilo, M.Si. dan Kepala PT Taspen Jember, Kamiso, S.Sos, Wabup Muqit Arif, mengunjungi rumah almarhumah Sri Muasih yang tinggal di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru, Jember. Dilanjutkan mengunjungi kediaman almarhumah Dwi Puji di Desa Rojopolo Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Keduanya merupakan Guru SMPN 1 Sumberbaru yang kecelakaan di Tol Paspro bersama rombongan saat hendak menghadiri kegiatan Hari Guru Nasional (HGN) di Surabaya.

Keduanya meninggal setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, takdir berkata lain. Keduanya akhirnya meninggal dunia.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan atas berpulangnya almarhumah,” tutur Wabup Muqit Arief,

Hak-haknya yang disampaikan wabup kepada kedua guru itu dari PT. Taspen. Kepada ahli waris almarhumah Sri Muasih diserahkan asuransi kematian sebesar lebih Rp. 135 juta. Sedang untuk ahli waris almarhumah Dwi Puji diserahkan asuransi kematian sebesar lebih Rp. 125 juta.

Dana itu termasuk hak beasiswa pendidikan untuk anak-anak almarhumah. “Dunia pendidikan telah kehilangan sosok guru, maka diharapkan putra-putri almarhumah jangan sampai ada yang putus pendidikannya,” harap wabup.

Wabup juga berpesan agar keluarga kedua almarhumah untuk tetap menjaga kerukunan. “Insya Allah, jika keluarga dan anak-anaknya rukun, almarhumah bisa bahagia di alam sana,” kata wabup.

Kecelakaan yang menimpa rombongan para guru, menurut wabup, harus menjadi pelajaran. Saat ini infrastruktur jalan telah memadai hingga membantu perjalanan.

Namun, hendaknya pengemudi tetap berhati-hati. “Agar sopir tidak mengantuk. Usahakan istirahat di rest area jika dirasa mengantuk dan  kendaraan harus dicek keamanannya,” kata wabup.

Sementara itu, Ali Nur Alim guru SMPN 1 Sumberbaru dan teman almarhum yang juga ikut dalam rombongan, mengaku mengenal kedua guru itu sudah lama.

“Almarhumah Sri Muasih orangnya sangat disiplin dan memiliki etos kerja yang bagus,” katanya. Yang dapat dicontoh almarhumah yakni mengelola keuangan dengan baik, karena memang guru akuntansi,” imbuhnya. (*).