Pembangunan Gedung SDN Jamintoro 3 yang Rusak Baru Bisa Dilaksanakan Tahun Depan

  • Whatsapp
Bupati Jember dr Faida, MMR, memberikan keterangan terkait pembangunan gedung SDN Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru.
Bupati Jember dr Faida, MMR, memberikan keterangan terkait pembangunan kembali gedung SDN Jamintoro 3, Kecamatan Sumberbaru yang dibongkar karena kondisinya mengancam keselamatan siswa.

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Meski gedung di SD Negeri Jamintoro 3, Kecamatan Sumberbaru, sudah dibongkar dan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan menggunakan tenda, namun pembangunan gedung sekolah tersebut tidak bisa dilakukan saat ini. Pembangunan gedung sekolah tersebut baru bisa dilaksanakan dengan anggaran tahun 2020.

Saat ini, meski Pemkab Jember sudah melakukan sosialisasi pembangunan ribuan ruang kelas SD dan SMP, namun untuk SDN Jamintoro 3, hal itu tidak bisa dilakukan. Karena data laporan yang masuk terkait kondisi SDN Jamintoro 3, hanya rusak ringan.

“Meski rusak berat, Pemkab tidak bisa serta merta melakukan pembangunan prioritas, karena data yang masuk ke pemkab kemarin hanya rusak ringan. Padahal kondisi bangunannya ternyata rusak berat sehingga akan dilakukan pembangunan dengan anggaran tahun 2020,” ujar Bupati Jember dr. Faida MMR Selasa (3/12/2019).

Akibat dari dibongkarnya gedung SDN Jamintoro 3 ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dilakukan di tempat lain dengan menggunakan tenda. Pembongkaran gedung sekolah ini terpaksa dilakukan, karena kondisinya mengawatirkan dan mengancam keselamatan siswa.

Bahkan intruksi untuk membongkar gedung SDN Jamintoro 3 ini juga datang dari Bupati Jember. “Kemarin yang memerintahkan bongkar juga kami. Hal ini untuk menjaga keselamatan siswa, sementara siswa sekolah di tenda-tenda darurat dulu,” aku bupati.

Atas kondisi yang tidak menguntungkan untuk KBM ini, bupati memberikan opsi bergabung dengan sekolah terdekat. “Kami kemarin juga memberikan opsi kepada siswa dan wali murid untuk sementara waktu gabung dengan sekolah lain yang terdekat,” ungkapnya.

Opsi yang ditawarkan bupati ini bahkan disertai dengan penyediaan kebutuhan siswa. Termasuk akomodasi transportasi bagi siswa SDN Jamintoro 3 yang bersedia gabung sementara dengan sekolah terdekat.

Meski sekolah terdekat dari SDN Jamintoro 3 berjarak 3 kilometer, Bupati menegaskan Pemkab akan menyiapkan segala kebutuhan siswa, termasuk akomodasi transportasi bagi siswa SDN Jamintoro 3 yang bersedia gabung sementara dengan sekolah terdekat.

“Kita sudah siapkan angkutan gratis untuk siswa dari SDN Jamintoro 3 kalau mau digabung dengan sekolah terdekat lebih dulu, toh nanti mereka juga akan mendapatkan teman baru, sambil menunggu proses pembangunan selesai,” papar bupati.(*).