Kategori
Wisata

Menikmati Wahana Kincir Angin di Dira Park Kencong, Pengunjung: “Seperti Ada Dimana Gitu..!!!”

Regina Puspita Naula, Pengunjung Taman Kincir Angin, Dira Shopping Centre and Water Park, Kencong, Jember.

Jember.LONTARNEWS.COM. Dira Shopping Centre and Water Park, Kencong, Jember, terus melakukan langkah inovatif. Wahana wisata yang selama ini menjadi pendukung bisnis ritel Dira Group, berusaha untuk terus dikembangkan dan ditambah.

Terbaru, melengkapi wahana wisatanya, Dira Group membuat Taman Kincir Angin di komplek Dira Shopping Centre and Water Park, Kencong. Sungguh sebuah konsep wisata yang menakjubkan dan sangat menarik.

Banyak pengunjung yang mengaku kagum dan terkesima dengan wahana wisata baru ini. Mereka menilai Taman Kincir Angin yang dibuat di Dira Park, semakin melengkapi destinasi wisata di Kabupaten Jember.

“Saya sendiri baru sekarang ke taman kincir angin ini. Seperi ada dimana gituh, kayak bukan di Kencong,” aku Regina Puspita Naula, pengunjung Dira Park Kencong, Kamis (31/12/2020).

Kesan seperti ini kata Regina, tidak hanya dirasakan dirinya, tapi juga teman-temannya dari luar daerah yang berkunjung ke Dira Kencong. Diantara mereka, lanjut dia, bahkan ada yang mengatakan, menikmati wahana Kincir Angin di Dira Park Kencong, layaknya berada di negeri Kincir Angin, Belanda.

“Iya, menurut teman-teman saya, ini kayak di negara Eropa, Belanda,” tandas perempuan cantik yang sehari-hari sebagai pendidik di SDN Kencong 02 itu.

Hal lain yang menurut Regina menjadi kelebihan sekaligus daya tarik dari Taman Kincir Angin, lokasi dan makanan yang disediakan. “Ini konsepnya kan berada di tengah sawah, enak, bisa untuk santai. Di sini juga menyediakan makanan khas ndeso,” imbuhnya.

Manager Area Dira Shopping Centre and Water Park, Kencong, Dian Pertiwi, menambahkan, konsep pembuatan Taman Kincir Angin sengaja dihadirkan untuk memanjakan dan nemuaskan pengunjung. Karena banyak pengunjung berkeinginan, Dira Group, terutama yang di Kencong, bisa terus menghadirkan inovasi baru, agar tidak monoton.

Wahana baru berupa Taman Kincir Angin ini berdiri di atas lahan yang cukup luas, 4.500 m². “Letaknya di alam persawahan, alamnya juga terbuka, menghadirkan berbagai macam warna (warna kincir), ada sekitar 6 warna dengan 4000 kincir,”paparnya.

Dian Pertiwi, Manager Area Dira Shopping Centre and Water Park, Kencong, Jember.

Kepada pengunjung, Dian berharap, saat berkunjung ke Dira Park Kencong, hendaknya tetap mematuhi protokol kesehatan. “Selama pandemi ini kita tetap mengikuti protokol kesehatan. Dimana kita mewajibkan customer menggunakan masker, mencuci tangan, juga melewati desinfektan,” terangnya.(*).

 287 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Kategori
Infrastruktur

Januari 2021 Bandara Notohadinegoro Kembali Layani Penerbangan Surabaya – Jember PP

Aktifitas di Bandara Notohadinegoro, Jember (foto istimewa)

Jember.LONTARNEWS.COM. Setelah sempat sepi dari penerbangan dalam beberapa bulan, bandara Notohadinegoro, Jember, kembali akan melayani penerbangan Surabaya-Jember PP. Kepastian akan dimulainya layanan penerbangan yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 ini, disampaikan Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Jember Edy Purnomo.

Bandara Notohadinegoro sendiri pada sepanjang tahun 2020 sebenarnya tetap beroperasi, namun karena jumlah penumpang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19, terpaksa pihak maskapai membatalkan penerbangan. “Karena pandemi Covid-19 berdampak terhadap jumlah penumpang, maskapai membatalkan penerbangan,” ungkap Edy.

Penerbangan tetap akan dilayani maskapai Wings Air. Layanan rute penerbangan Jember – Surabaya dan Surabaya – Jember, menggunakan pesawat jenis ATR 72/600.

Mulai dibukanya kembali penerbangan Surabaya – Jember dan sebaliknya ini, cukup mendapat sambutan dari masyarakat pengguna jasa transportasi penerbangan. Ini terbukti, meski jadual penerbangan baru berlaku awal tahun 2021, namun pemesanan tiket untuk tujuan Surabaya sudah ada sejak pekan kedua Desember 2020.

Untuk penerbangan dari Surabaya ke Jember pukul 10.30 dan kembali ke Surabaya dari Jember pukul 11.40. “Untuk aktual keberangkatan Wings Air tetap mengacu kebijakan manajemen pusat. Sedangkan untuk jadwal penerbangan tidak ada perubahan, tetap seperti semula,” tambah Ricco Permana Hadi, Airport Manager Wing’s.

Mengenai dimulainya lagi penerbangan di Bandara Notohadinegoro pada awal 2021, Rico mengimbau, sesuai anjuran pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan, semua calon penumpang pesawat udara diwajibkan menunjukan dokumen rapid test anti gen. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai upaya untuk mencegah persebaran Covid-19.(*).

 156 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Kategori
Berita

Soal Ambrolnya Tebing Jembatan Patemon yang Mengakibatkan Orang Terperosok ke Sungai, Warga Minta Tidak Hanya Disurvei Tapi Dibangun

Pj Kepala Desa Patemon, Suryanto, saat meninjau tebing jembatan Desa Patemon, Tanggul, yang longsor dan saat ini diberi pagar pembatas, Sabtu (26/12/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Menyusul terjadinya peristiwa terperosoknya gadis berusia 16 tahun, Nafisa, di lubang tebing jembatan di Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Jember, pada hari Rabu (23/12/2020), warga setempat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan atas jembatan itu. Pembangunan jembatan ini butuh kesegeraan untuk dilakukan, mengingat kondisinya sudah sedemikian parah dan sangat membahayakan.

“Jangan seperti yang sudah-sudah, hanya disurvei dan diukur sampai berkali-kali, tapi tindaklanjutnya tidak pernah ada,” tukas Gatot Budiono, warga Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Sabtu (27/12/2020).

Perbaikan dan pembangunan jembatan yang merupakan jalur utama menuju tempat wisata Pemandian Patemon dan Desa Kramat Sukoharjo ini, lanjut Gatot, butuh kesegeran. Karena jika tidak, keadaannya dipastikan akan semakin parah, apalagi saat ini musim hujan.

Saat ini saja, tebing jembatan yang mengalami longsor, kondisinya sudah sampai aspal jalan. “Sebaiknya jangan menunggu kondisinya semakin parah sampai tidak bisa dilalui kendaraan,” sergah pria yang kesehariannya berprofesi sebagai advokat itu.

Menanggapi harapan masyarakat ini, Pj Kepala Desa Patemon, Suryanto, mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Baik dengan pihak kecamatan, kabupaten maupun provinsi.

“Kita akan segera ajukan ke dinas terkait, paling tidak akan koordinasi dengan muspika. Mungkin nanti ke pemerintah kabupaten atau propinsi,” ujar Suryanto, saat ditemui di lokasi terjadinya longsor, Sabtu (26/12/2020).

Koordinasi ini harus dilakukan, karena pemerintah desa Patemon tidak memiliki kemampuan untuk membangun jembatan itu. “Anggarannya terlalu besar. Yang kedua, anggaran yang kemarin sudah diploting untuk pembangunan yang lain,” tandasnya.

Pengajuan perbaikan atas jembatan yang sudah tidak layak karena terlalu sempit dan kondisi juga membahayakan ini, menurut Suryanto, sebenarnya sudah sering dilakukan. Namun sejauh ini tidak pernah ada tindaklanjutnya.

“Tapi mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi. Harapan kami semuanya bisa terlibat, karena ini tanggung jawab bersama,” tambahnya. (*).

 537 kali dilihat

Kategori
Berita

Tebing Jembatan Ambrol, Jalur Wisata Pemandian Patemon Memakan Korban

Agar para pengguna jalan bisa melihat dan lebih hati-hati, lubang yang ada di atas tebing jembatan Patemon oleh warga setempat dilebarkan

Jember.LONTARNEWS.COM. Tebing jembatan di Dusun Krajan Desa Patemon, Tanggul yang longsor sejak lebih dari sebulan longsor lalu, memakan korban. Seorang gadis, Nafisa (16 tahun) warga setempat, terperosok masuk lubang yang ada di atas tebing tersebut.

Beruntung saat gadis tersebut terperosok masuk lubang, tidak ada batu tebing yang menyertai. Anak tersebut hanya luka sedikit pada bagian kaki dan merasakan sakit pada bagian punggungnya.

Hermin, pemilik warung yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan, kejadian tersebut bermula dari seorang anak pembeli ayam geprek di warung Inyong. Anak sekira usia 3 tahun tersebut lari menuju ke arah lubang yang ada di atas tebing longsor itu.

Melihat itu, ibu dari anak tersebut langsung berteriak. Mendengar teriakan ibu pembeli ayam geprek, Nafisa yang memang bekerja di Warung Inyong, berusaha mengejar anak itu. “Setelah sampai di atas tebing itu, Nafisa tiba-tiba terperosok masuk lubang,” ujar Hermin, pemilik warung di sekitar TKP, Rabu (23/12/2020).

Tak urung, perisitiwa inipun mengundang warga setempat berlarian menuju TKP untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Termasuk perangkat desa dan babinsa setempat yang oleh warga dihubungi seketika itu juga mendatangi TKP.

Teguh Hidayat, Babinsa Patemon, Tanggul, berharap warga yang ada di sekitar TKP bisa ikut mengamankan dengan memberi tahu akan kondisi tebing yang berlubang tersebut. “Utamanya kepada pengguna jalan sebaiknya hati-hati saat melewati jalur ini,” ujar Teguh saat ditemui di TKP.

Sementara warga setempat, Gatot Budiono SH, meminta kepada pihak pemerintah untuk segera melakukan upaya perbaikan atas kondisi tebing jembatan yang sangat membahayakan itu. “Saya warga sini (Patemon,red), tahu persis keadaan jembatan ini. Demi keselamatan warga dan pengguna jalan, tolong segera diperbaiki jembatan ini,” pinta Gatot.

Kesegeraan atas perbaikan tebing dan jembatan ini, lanjut Gatot, sudah cukup mendesak, mengingat kondisinya sudah parah. “Jembatan ini sudah berkali-kali disurvei, tapi tindaklanjutnya tidak pernah ada. Jangan hanya diukur-ukur terus, tapi perbaikan gak pernah ada,” tegas Gatot Budiono, yang juga advokat itu.(*).

 1,311 kali dilihat

Kategori
Berita

Wabup Jember, Pengembalian SOTK 2016 Agar Tidak Ada Beban PR Bagi Bupati Jember Setelah Pilbup

Wakil Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief, saat memberikan pengarahan kepada para pendukungnya di depan kantor Pemkab Jember, Selasa (22/12/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Kian memanasnya situasi politik di Jember menyusul terus mengalirnya dukungan masyarakat kepada Wakil Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief, yang dinilai telah dipojokkan karena melakukan pengembalian SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) tahun 2016, memaksa Kiai Muqit harus turun sendiri menghadapi massa yang memberikan dukungan moril kepada dirinya. Kepada ribuan massa yang menggelar aksi dukungan di depan kantor Pemkab Jember, Kiai Muqit (sapaan KH Muqit Arief), menyeru agar semuanya bersikap tenang dan sabar.

“Kalau penjenengan sayang kepada saya, kalau penjenengan cinta kepada saya, maka ikutilah ketetapan yang saya ambil. Jadi oleh karena itulah, mari tretan sedejeh (saudara semua, red), dengan kepala dingin, dengan penuh kesabaran, inshaa Allah segala sesuatunya akan selesai pada saatnya. Kami mohon kesabaran kepada semuanya,” imbau Wabup Muqit Arief, Selasa (22/12/2020).

Dengan sangat bijak, Kiai Muqit menyatakan, bahwa dirinya memahami apa yang dirasakan para peserta aksi. Namun begitu Kiai Muqit tetap merasa perlu untuk menyampaikan persoalan yang tengah terjadi.

“Kami paham perasaan panjenengan semuanya, kami sangat paham. Tapi inshaa Allah yang terpenting bukan persoalan macem-macem, tapi Jember ke depan menjadi lebih baik,” tandasnya.

Pengembalian SOTK tahun 2016, lanjutnya, semata-mata untuk kepentingan Jember dalam artian luas dan tidak ada niatan lain. “Saya mengembalikan SOTK itu tidak ada niatan lain, selain perintah dari menteri dalam negeri. Saya berpikir, siapapun yang menjadi bupati Jember setelah pilbup, tidak ada lagi beban, tidak ada PR (pekerjaan rumah) yang akan dilaksanakan,” paparnya (*).

 187 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Berita

Kembali Tolak Penambangan Pasir Besi, Warga Paseban Jember Bongkar Pos Keamanan Penambang

Warga beramai-ramai mengusung bangunan posko yang dibongkar dari tempat asalnya menuju kantor desa Paseban.

Jember.LONTARNEWS.COM. Warga Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, kembali bergolak. Protes warga di pesisir laut selatan ini dipicu atas munculnya bangunan pos keamanan yang diduga milik penambang pasir besi.

Tak urung, pos keamanan itupun jadi sasaran warga. Mereka beramai-ramai memindah pos tersebut dari tempat asalnya ke balai desa Paseban.

Pemicu lain yang mengundang rasa curiga warga akan dilakukannya penambangan pasir besi di kawasan itu, yakni beredarnya foto surat izin untuk menambang pasir besi di pesisir Paseban oleh PT Agtika Dwi Sejahtera. “Investor harus punya ijin dan nuwun sewu ke muspika. Selama ini dari investor tidak pernah ada izin ke muspika maupun ke desa, sehingga apa yang dilakukan mereka ini sepertinya liar,” ujar Bambang Erwin Setono, Camat Kencong, kepada awak media, Jumat (18/12/2020).

Diakui, selain soal surat izin yang beredar, kecurigaan warga juga dipicu oleh adanya posko di Paseban yang diduga milik investor. “Tadi malam dijaga posko itu dan diambil alih oleh warga dikembalikan ke desa. Hasil rapat semalam, pagi ini posko itu harus ditarik ke desa,” terang Bambang.

Mengenai surat ijin, Bambang menyatakan, kalau memang dari atasan, muspika akan mendukung. Sebab ijin ini sifatnya top down, bukan buttom up.

“Jadi investor ini sepihak. Tidak melihat arus di bawah ini bagaimana, menganggap warga Paseban menerima dengan izin tersebut,” ucapnya.

Sementara dalam aksi protes yang dilakukan, selain membongkar pos keamanan milik investor dan mengarak menuju kantor desa Paseban sejauh lebih dari 4 kilometer, sepanjan jalan peserta aksi juga meneriakkan yel-yel. “Tolak Tambang Pasir Besi”.

Mereka juga membentangkan poster bertuliskan, “Masyarakat Paseban Tolak Tambang”, #Save Paseban, #Paseban ku, Paseban Ora Didol. (*).

 267 kali dilihat

Kategori
Politik Pemerintahan

Hitung Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jember Tahun 2020

Kategori
Berita

Sertijab Danyonif Raider 509, Bupati Jember Apresiasi Letkol Wira Muharromah Atas Kesetiaannya Mendampingi Pemkab Jember

Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara serah terima jabatan Komandan Batalyon Infanteri Raider 509 dari Letkol Inf Wira Muharromah kepada Danyonif Raider 509 yang baru Letkol Inf Syafrinaldi, di Mayonif Raider 509/BY/9/2/Kostrad, Jumat (11/12/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Bupati Jember memberikan apresiasi kepada Komandan Yonif (Danyonif) Raider 509 Letkol Inf Wira Muharromah atas kesetiaannya menemani dan mendampingi Pemkab Jember. Kerjasama dan partisipasi aktif yang diberikan Yonif Raider 509 dalam melaksanakan tugas kebencanaan bersama Pemerintah Kabupaten Jember dinilai sangat efektif.

Bupati Faida menegaskan, partisipasi dalam tindak darurat dan bencana yang dilaksanakan Yonif Raider 509 disaksikan masyarakat Jember. Bupati mengatakan, berkat kebaikan hati Danyonif Raider 509 menjadikan dirinya sebagai bupati pertama yang menyaksikan secara langsung sejumlah pasukan asal Jember yang bertugas di Papua.

“Tanpa saya tahu, tidak ada bupati lain yang datang melihat pasukan,” ucap Bupati Faida, dalam acara serah terima jabatan Komandan Batalyon Infanteri Raider 509 dari Letkol Inf Wira Muharromah kepada Danyonif Raider 509 yang baru Letkol Inf Syafrinaldi, di Mayonif Raider 509/BY/9/2/Kostrad, Jumat (11/12/2020).

Rasa persaudaraan Pemkab Jember dengan Raider 509 lanjut Bupati Faida, diharapkan dapat berlanjut, karena itu sangat baik untuk kemajuan Pemkab Jember. “Kepada Pak Wira, teriring do’a dan rasa bangga. Dan kami ucapkan selamat kepada Danyonif Raider 509 yang baru,” imbuhnya.

Sementara Letkol Inf Wira Muharomah dalam sambutannya secara singkat menyampaikan ucapan terima kasih dan meminta maaf kepada semua pihak terkait, khususnya kepada Bupati Jember. Menurutnya, Bupati Jember sangat memperhatikan prajurit Yonif Raider 509.

Bupati tidak segan, bahkan mengunjungi prajurit saat tugas operasi. “Kami diperhatikan sebagai warga Jember,” ucapnya.

Letkol Inf Syafrinaldi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan meminta sejumlah pihak, khususnya Forkopimda Pemkab Jember, untuk tidak segan memberikan arahan dan pendampingan selama berdinas di 509 nanti “Kami mohon arahan,” tambahnya. (*).

 555 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Kategori
Politik Pemerintahan

Sekda Jember, Pelaksanaan Pilkada di Jember Berjalan Cukup Baik

Sekda Kabupaten Jember, Ir Mirfano

Jember.LONTARNEWS.COM. Secara umum, penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Jember, berjalan dengan baik. Demikian disampaikan, Ir. Mirfano, usai meninjau pelaksanaan pencoblosan di tiga TPS di sejumlah wilayah Jember barat.

Dari peninjauan yang dilakukan, Mirfano berkesimpulan, tiga TPS yang dikunjungi cukup menjadi gambaran proses pilkada di Kabupaten Jember secara menyeluruh. “Alhamdulillah pelaksanaan cukup baik, mereka menjalankan protokol Covid-19, dan saya kira dari tiga lokasi ini cukup mewakili,” ujarnya.

Penyelenggaraan pilkada di Kabupaten Jember yang tahun ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19, berjalan cukup tertib. Protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, cuci tangan, memakai sarung tangan sebelum menerima surat suara dan pengecekan suhu tubuh, hingga pengaturan kedatangan, dilaksanakan secara ketat.

Dalam kegiatan monitoring pelaksanaan pilkada ini, Sekda Jember meninjau sejumlah lokasi. Di Kecamatan Bangsalsari meninjau TPS 30, Kecamatan Tanggul di TPS 11, dan terakhir di Kecamatan Umbulsari. (*).

 360 kali dilihat

Kategori
Politik Pemerintahan

Wabup Jember; Imbau Pendukung Paslon Pemenang Tidak Gelar Konvoi Kendaraan

Wakil Bupati Jember, Drs. KH A Muqit Arief, saat meninjau pelaksanaan pilkada di Kecamatan Silo, Rabu (09/12/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Perhelatan demokrasi, pemilihan kepala daerah (pilkada), usai dilaksanakan. Ada tiga pasangan calon (paslon) yang turut berkompetisi dalam pesta rakyat tersebut.

Ketiga paslon tersebut antara lain, 01. Faida – Vian, 02. Hendy Siswanto – M Balya Firjaun (Gus Firjaun) dan nomor urut 03. Abdussalam – Ifan Ariadna. Dari ketiga paslon tersebut, paslon 01 berangkat lewat jalur perseorangan.

Sedang paslon nomor 02 dan 03, diusung partai politik. “Kami turun ke lapangan, mengecek, inspeksi ke beberapa titik di beberapa desa dan kecamatan, langsung mengadakan vidcon dengan jajaran muspika di 31 kecamatan,” ujar Wakil Bupati Jember, Drs A KH Muqit Arief, Rabu (09/12/2920).

Dari pantauan yang dilakukan, wabup berkesimpulan, secara umum penyelenggaraan pilkada berjalan lancar dan kondusif. “Alhamdulillah, dari laporan yang kami terima, bisa dikatakan semuanya berjalan lancar, aman dan kondusif serta sehat, karena protokol kesehatan juga dilaksanakan,”tandasnya.

Tingkat kehadiran atau partisipasi pemilih pada pilkada tahun ini dinilai cukup baik, berkisar antara 60% sampai 70%. “Saya cuma berharap, ketika sudah penetapan, pemenangnya hanya satu. Tolong semua pihak bisa menahan diri, baik yang menang maupun kalah, terutama para pendukungnya,” serunya.

Wabup berharap, pihak pemenang hendaknya tidak terlalu euforia. Karena betapapun menang, kemenangan itu baru menurutnta, hanya sebagai pintu masuk. “Selama 3,5 tahun ke depan, justru itu yang ditunggu masyarakat. Jangan terlalu menampakkan kegembiraan yang berlebihan,” ucapnya.

Sedang kepada paslon yang gagal, terutama timsesnya, wabup minta jangan terlalu kecewa. Karena sesungguhnya mengabdi untuk masyarakat dan Jember, tidak harus menjadi bupati atau wakil bupati.

Banyak bidang yang menurut wabup bisa dilakukan dengan semangat pengabdian. Terlebih para calon itu adalah orang-orang hebat yang memiliki potensi luar biasa.

Terakhir, wabup mengimbau para pendukung dan timses paslon pemenang untuk tidak menggelar pawai kendaraan. “Janganlah mengadakan konvoi, arak-arakan. Kita sedang melaksanakan pemilihan kepala daerah di tengah pandemi Covid-19. Jangan nanti menang, malah kemudian sakit. Harus betul-betul dipahami kondisi ini,” pungkasnya. (*).

 357 kali dilihat