Kategori
Ekonomi

Kadiskop UMKM Jember; Koperasi Harus Menjadi Pelopor Perekonomian Masyarakat

Spread the love
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kabupaten Jember, Dedi Nur Ahmadi, dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019, di KSU BMT Al Mawaddah, Jalan Ahmad Yani, Bangsalsari, Jember (28/1/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Koperasi harus mampu menjadi pelopor perekonomian dan memberi kemanfaatan kepada masyarakat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kabupaten Jember, Dedi Nur Ahmadi, dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019, di KSU BMT Al Mawaddah, Jalan Ahmad Yani, Bangsalsari, Jember (28/1/2020).

Ada beberapa hal yang menurut Dedi perlu dijelaskan dan diketahui anggota koperasi. “Pertama, harus ada kesungguhan dalam mengelola koperasi, kedua perlu ada peningkatan kualitas sumber daya pengelola, pengawas dan anggota koperasi,” terang Dedi.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan koperasi ini, dinilai sangat penting. Sebab, ketika ada peningkatan pengetahuan tentang perkoperasian, maka akan ada kontribusi inovasi dari anggota koperasi kepada pengurus untuk mengembangkan usahanya.

“Saya yakin akan ada perkembangan. Mereka yang tadinya menyimpan uangnya kepada perbankan, akan menitipkannya kepada koperasi,” harapnya.

Ketika masyarakat sudah mengalihkan penyimpanan uangnya dari perbankan ke koperasi, denan sendirinya modal koperasi tersebut akan menjadi besar. Berkembangnya modal usaha ini, akan memaksa munculnya ide baru.

Karena kalau modal usaha tersebut hanya disimpan, maka tuntutan jasa kepada koperasi juga akan semakin besar. Karena itu, perlu dimunculkan ide-ide baru dalam wadah pengembangan usaha untuk meningkatkan sisa hasil usaha yang akan dibagikan kepada anggota.

“Mari bangkitkan perekonomian umat, utamanya di Kecamatan Bangsalsari ini. Jangan berikan kepada mereka peluang untuk melakukan kegiatan yang memberatkan umat,” ajaknya.

Dedi mengajak para pengelola koperasi untuk menyelamatkan masyarakat dari jerat utang kalangan rentenir. “Pada dasarnya mereka yang memberikan pinjaman dengan bunga di atas 10%, sama sekali tidak memberikan keuntungan. Mereka hanya mencari mangsa untuk dijadikan sasaran, demi mendapatkan keuntungan pribadi,” imbuhnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *