Kategori
Berita

Perkembangan Kasus Keracunan Ikan Tongkol di Jember, Jumlah Korban Bertambah Menjadi 350 Orang

Diyah Kusworini, Plt. Dinas Kesehatan, Kabupaten Jember, memberikan keterangan pers kepada wartawan dalam acara press conference

LONTARNEWS.COM.I. Jember – Perkembangan terkini kasus keracunan ikan tongkol yang dialami warga saat merayakan pergantian tahun, jumlah penderita bertambah menjadi 350 orang. Data jumlah korban keracunan ikan berasal dari laporan puskesmas sebanyak 332 kasus, klinik 10 kasus dan rumah sakit 8 kasus.

Peningkatan jumlah kasus hingga sebanyak 350 ini, bukan karena adanya kasus sakit baru. Tapi karena kasus ini baru dilaporkan setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi (penelitian kesehatan dan penyebaran penyakit serta faktor-faktor yang memengaruhi).

Dalam penyelidikan epidemiologi, pasien atau keluarganya ditanyakan siapa saja yang makan bersama ikan tongkol. Dari penyelidikan ini, kemudian dikembangkan pada pencarian orang-orang yang makan ikan tongkol.

Pada kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan ini, tidak semua orang yang makan ikan tongkol merasakan sakit. Tapi yang sakit, kesemuanya diakibatkan setelah mengonsumsi ikan tongkol. (*).

Kategori
Kebijakan

Bupati Faida: Menggunakan Produk Lokal Sama dengan Menyejahterakan Petani Jember

Bupati Jember dr. Faida MMR, dalam acara penyerahan sertifikat izin, di Ruang Tamyaloka, Pendopo Wahya Wibawagraha, Pemkab Jember, Jumat (3/1/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Bupati Jember dr. Faida MMR terus mendorong pengusaha untuk memanfaatkan segala potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Jember. Dorongan ini utamanya diberikan kepada para pengusaha yang mengajukan permohonan izin usaha di Jember.

Di hadapan para pemohon izin bupati mengingatkan kepada penerima izin untuk tetap menjaga kearifan lokal. “Kalau pengusaha menggunakan produk lokal, seperti berasnya menggunakan produk lokal, kopinya juga lokal, maka kita sama dengan menyejahterakan petani Jember,” harap Bupati Faida, pada acara pemberian sertifikat izin kepada ratusan pemohon di Aula Tamyaloka, Pendopo Wahya Wibawagraha, Pemkab Jember, Jumat (3/1/2020).

Pada acara yang dikemas dengan Sarapan Pagi Bersama Bupati itu, bupati menjelaskan, bahwa penyerahan izin secara langsung sengaja dilakukan, dengan maksud agar pemohon mendapatkan penjelasan langsung mengenai hal-hal yang harus diperhatikan. ” Tujuannya , yakni menjaga kearifan lokal, dimana izin tempat usaha, seyogyanya menggunakan tenaga kerja lokal, begitu juga ketika sudah beroperasional, usahakan menggunakan produk lokal, karena kita ini bersama-sama ingin memajukan Kabupaten Jember,” ujar bupati

Dikatakan, jika pengusaha yang menanam investasi di Jember berkomitmen menjaga kearifan lokal, maka kemajuan Jember akan bisa diraih. Selain mengingatkan tentang penggunaan produk lokal, diingatkan juga, agar bangunan-bangunan di Jember, menyediakan akses untuk difabel, utamanya bangunan yang memberikan layanan umum.

“Untuk IMB (Izin Mendirikan Bangunan) terutama yang memberikan layanan umum, jangan sampai meninggalkan akses untuk disabilitas, karena ini penting, terlebih di Jember sudah ada Perda Difabel yang mengatur ini,” pesannya.

Sekedar diketahui, sertifikat izin yang diberikan pada acara itu sebanyak 156. Sertifikat izin ini diberikan kepada 78 pemohon.

Terdiri dari, izin penggunaan pemanfaatan tanah (IPPT) yakni pembangunan hotel 91, 66 IMB dimana sebagian besar untuk lembaga pendidikan, 88 izin pendirian reklame, dan 1 izin pendirian sekolah TK. (*)

Kategori
Berita

Di Jember, 248 dari 250 Orang yang Keracunan Ikan Tongkol Saat Pesta Tahun Baru, Dinyatakan Sembuh

Konferensi Pers KLB Keracunan Ikan Tongkol
dengan narasumber Dinkes, Dinas Perikanan dan Loka POM Jember, di Media Center Pemkab Jember, Kamis (2/1/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Langkah sigap dan cepat penanganan kejadian luar biasa (KLB) keracunan ikan tongkol (cakalang), sebagaimana diperintahkan Bupati Jember, dr. Faida. MMR, berhasil dijalankan dengan baik oleh tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Loka POM Jember. Dari 250 orang yang mengalami keracunan ikan tongkol (cakalang) saat merayakan pergantian tahun 2019 – 2020 dan dirawat di rumah sakit serta puskesmas, 248 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang.

Seluruh pasien korban keracunan ikan tongkol tersebut, menurut Diyah Kusworini, Plt. Dinas Kesehatan, selama ini dirawat di 50 Puskesmas dan 3 rumah sakit. “Dari 250 warga yang mengalami keracunan, setelah ada penanganan dari Puskesmas, 248 sudah dinyatakan pulih dan bisa pulang, saat ini tinggal 2 orang saja yang masih mendapatkan perawatan di rumah sakit,” terang Diyah Kusworini, kepada wartawan dalam acara Konferensi Pers di Room Media Center Pemkab Jember, Kamis (2/1/2019).

Dalam siaran pers dengan tiga narasumber, Plt Kepala Dinas Perikanan, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Loka POM Jember itu, juga dijelaskan, bahwa penyebab keracunan yang dialami ratusan warga saat merayakan pergantian tahun, diduga karena kandungan Histamin yang ada pada ikan tongkol yang dikonsumsi. Kandungan histamin yang ada pada ikan tongkol akan meningkat setelah lebih dari 4 jam dibiarkan di tempat terbuka.

Keracunan histamin bisa terjadi apabila penanganan ikan tongkol tidak dilakukan dengan baik. Misalnya, ikan tidak disimpan dalam boxs pendingin atau cold storage untuk menghindari terjadinya pembusukan oleh bakteri.

“Setelah kami cek di lapangan bersama pihak-pihak terkait, memang sejak tanggal 23 sampai 31 Desember, nelayan di pantai Puger panen ikan tongkol jenis klucuk atau tongkol tikus. Ikan tongkol jenis ini, kemampuan bertahan di udara terbuka maksimal 4 jam, lebih dari itu kandungan histaminnya akan meningkat, berbeda dengan ikan tongkol jenis tuna,” ujar Murtadlo, Plt Kepala Dinas Perikanan Jember.

Mestinya, agar ikan tongkol jenis klucuk atau tongkol tikus, bisa bertahan lama, penyimpanannya dilakukan dengan menggunakan boxs pendingin atau cold storage dengan suhu di bawah 6° (enam derajat). Namun pada kasus terjadinya keracunan ini, warga tidak menyimpan ikan tongkol yang akan dibakar pada malam tahun baru di boxs pendingin.

“Yang terjadi di lapangan, warga membeli ikan tongkol jenis ini pada pagi hari, kemudian berjalan-jalan, dan penyimpanannya dibiarkan begitu saja, tanpa dilapisi es batu, otomatis saat dimakan bisa menimbulkan keracunan,” ungkap Murtadlo.

Kepala Loka POM (Penelitian Obat dan Makanan) Kabupaten Jember, Any Koosbudiwati menambahkan, dugaan sementara penyebab keracunan ratusan warga di Jember, akibat dari kandungan histamin yang pada pada ikan tongkol meningkat. Hanya saja untuk memastikan penyebab terjadinya keracunan yang dialami warga saat malam pergantian tahun itu, Loka POM Jember masih menunggu hasil laporan dari labolatorium.

“Saat ini sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium di Surabaya, namun untuk memastikan, kita masih menunggu hasil laporannya,” jelas Any. (*).

Kategori
Wisata

Free, Pemandian Umbulsari Didesain untuk Keperluan Pendidikan

Kolam renang Pemandian Tirto Sari di Umbulsari sengaja didesain untuk anak-anak agar bisa belajar berenang

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Satu lagi tempat wisata lahir di Kabupaten Jember. Kolam renang ‘Tirto Sari’ yang terletak di Kecamatan Umbulsari ini, selain untuk destinasi wisata juga diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan, khususnya anak-anak Paud dan Taman Kanak-kanak (TK).

“Pemandian ini dibuat agar Jember tidak semakin ketinggalan wisatanya. Ke depan, Jember harus menjadi Jember Wisata (menjadi destinasi),” ujar H Marsuki, pemilik Pemandian dan Kolam Renang ‘Tirto Sari’ di Kecamatan Umbulsari, Rabu (1/1/2020).

Pemandian ini sengaja didesain untuk kebutuhan anak-anak, dengan tujuan agar menjadi tempat wisata pendidikan. Sehingga anak-anak yang masih duduk di bangku PAUD atau TK dan TPQ, bisa belajar renang di pemandian ini.

“Kita tidak mengomersilkan, yang penting gurunya ada komunikasi, langsung bisa renang di sini,” terang Marsuki.

Bagi anak-anak yang ingin mandi atau belajar berenang di pemandian ini, tidak perlu mengeluarkan biaya. “Kalau memang untuk anak-anak, atau kepentingan pendidikan, free. Tidak kita komersialkan,” tandasnya.

Pemandian yang terletak di pinggir jalan raya dan pusat keramaian Kecamatan Umbulsari ini, rencananya akan terus diperluas dan dikembangkan. Saat ini, untuk sementara lahan yang digunakan kurang dari 1 hektar.

Ke depan, perluasan lahan tempat wisata akan mencapai sekitar 2,5 hektar. Untuk rencana pengembangan wisata ini, lahan sudah tersedia, tinggal mengembangkan.

“Nanti akan seperti wisata yang ada di Batu (Malang,red). Kita sudah komunikasi dengan yang akan mendesain pemandian ini, dari Batu,” papar Marsuki yang juga Ketua DPC Partai Nasdem Jember itu. (*).

Kategori
Berita

Rayakan Tahun Baru, 199 Orang Keracunan Ikan

Petugas memeriksa sampel makanan yang diduga mengakibatkan ratusan warga keracunan

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Sebanyak 199 prang yang merayakan datangnya pergantian tahun 2019 ke 2020 (Tahun Baru) mengalami keracunan setelah mengonsumsi ikan tongkol (cakalang). Peristiwa ini terjadi berawal dari oesta menyambut pergantian tahun yang dilakukan dengan cara bakar ikan untuk dimakan bersama.

Diduga ikan tongkol yang dibakar untuk pesta malam pergantian tahun tersebut tidak dalam kondisi baik. Akibatnya, mereka yang mengonsumsi ikan tongkol tersebut mengalami gatal-gatal dan kulit memerah dan timbul bintik-bintik serta kepala terasa pusing.

Terkait kejadian ini, Bupati Jember dr. Faida MMR, memerintahkan kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Jember untuk memantau perkembangan warga yang menjadi korban keracunan ikan tongkol. “Dan memberikan pengobatan sampai sembuh dan melakukan penyelidikan untuk mencari dugaan penyebab keracunan,” tegas Bupati Jember, kepada sejumlah wartawan pada, Kamis (01/01/2020).

Sejak tadi malam sampai saat ini, korban keracunan ikan tongkol yang dibakar tersebut sudah ditangani 21 puskesmas. “Tapi sebagian sudah bisa pulang dan sebagian lagi harus mendapat perawatan intensif,” jelas bupati.

Dari seluruh puskesmas yang menangani korban keracunan ikan tongkol pada malam tahun baru itu, 3 puskesmas berhasil mengamankan sampel makanan yang mengakibatkan ratusan warga keracunan. Ketiga puskesmas tersebut yakni, Tanggul, Mangli dan puskesmas Sukorambi.(*).

Salah satu korban keracunan ikan tongkol yang mendapat perawatan di Puskesmas AJung

Warga yang Mengalami Keracunan Makanan Ikan Tongkol :
1. Ajung 23 kasus
2. Sukorambi 15 kasus
4. Arjasa 4 kasus
5. Panti 13 kasus
6. Tanggul 6 kasus
7. Kalisat 11 kasus
8. Jenggawah 1 kasus
9. Nogosari 1 kasus
10. Ambulu 16 kasus
11. Tempurejo 6 kasus
12. Balung 5 kasus
13. Sumbersari 1 kasus
14. Mumbulsari 6 kasus
15. Sumberbaru 1 kasus
16. Banjarsengon 3 kasus
19. Puger 3 kasus
20. Klatakan 1 kasusu
21. Mangli 2 kasus
22. Gladak Pakem 5 kasus
23. Karangduren 3 kasus
24. Curahnongko 1 kasus
25. Sabrang 2 kasus
25. Ledokombo 4 kasus
26. Cakru 13 kasus.
27. Kemuningsari Kidul 3 kasus.
28. Mayang 20 kasus
Jumlah : 199 Kasus

Gejala yg dialami setelah makan Ikan Tongkol :

– Gatal
– Mual
– Nyeri Perut
– Pusing
– Muntah
– Lemas
– Gemetar
– Syok (*).