Urai Persoalan Pendidikan Lewat Kongres Kepala Sekolah

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara Kongres Kepala SD dan SMP, di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Jumat (13/03/2020).
Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara Kongres Kepala SD dan SMP, di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Jumat (13/03/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Maksud dari digelarnya Kongres Kepala Sekolah, adalah mengurai persoalan yang terjadi di dunia pendidikan. Mengingat, problem yang ada di dunia pendidikan cukup kompleks.

Karena itu dibutuhkan informasi yang menyeluruh untuk memperlancar solusi. “Masalah di sekolah ini kan sangat kompleks. Supaya kepala sekolah bisa terbantu, dengan dikumpulkan seperti hari ini,” kata Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara Kongres Kepala SD dan SMP, di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Jumat (13/03/2020).

Sebanyak 1.002 kepala SD dan SMP di Kabupaten Jember mengikuti rapat koordinasi bidang pendidikan yang dipimpin langsung oleh bupati itu. Dalam rapat tersebut bupati memaparkan sejumlah problem pendidikan di Jember beserta solusi yang telah diambil.

Persoalan yang terjadi diantaranya sekolah tidak ada kepala sekolahnya, kekurangan guru, dan rehab sekolah. “Untuk kepala sekolah kosong, diambilkan dari salah satu yang memenuhi syarat, sanggup dan minat, dengan SK Plt,” terang bupati

Pelaksana tugas kepala sekolah, lanjut bupati, tahun ini didanai APBD untuk mengikuti diklat calon kepala sekolah. Pemberian diklat ini dimaksudkan, agar plt kepala sekolah SK-nya bisa didefinitifkan.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyatakan memberikan kesempatan kepada para guru yang berminat menjadi kepala sekolah. “Kami beri kesempatan yang sama. Kami wawancarai seluruh guru di sekolah yang mempunyai pangkat, golongan dan memenuhi syarat,” jelasnya.

Pada acara itu, bupati juga menjelaskan tentang pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Pendidikan Gratis (PPG), termasuk soal honor GTT tahun lalu yang perlu dievaluasi. Masalah lain yang juga diuraikan yaitu soal operator sekolah, penjaga sekolah, serta PTT lainnya.

Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Dr. Edy Budi Susilo, M.Si, menyatakan, mendapat petunjuk teknis terkait dengan pembayaran honorarium GTT yang mendapatkan surat penugasan dari jalur PGG dan BOS. Petunjuk teknis itu terkait dengan surat keterangan tentang pengeluaran NUPTK yang cukup dari kepala dinas pendidikan.

“Saya tandatangani 1.340 berkas surat keterangan kepada guru yang masuk lingkup GTT SP yang menerangkan telah mengajar aktif lebih dari dua tahun,” ujarnya. Di dalamnya juga ada surat penugasan untuk instruktur silat sebanyak 405 orang. (*)