Bagaimana Virus Corona Menyebar ?. Berikut Beberapa Fakta Penyebarannya

  • Whatsapp

LONTARNEWS.COM. I. Virus Corona 
(koronavirus atau coronavirus) adalah sekumpulan virus dari sub famili Orthocoronavirinae. Kelompok virus ini dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia).

Pada manusia, koronavirus menyebabkan
infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. Lalu bagaimana penyebaran virus ini, hingga begitu menakutkan masyarakat seluruh dunia

Berikut beberapa fakta penyebaran virus corona dirangkum dari beberapa ahli ;

1. Berpapasan belum tentu menularkan
Risiko penularan saat berpapasan atau bertemu dengan pasien positif virus corona dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor itu diantaranya jarak, keberadaan tetesan cairan tubuh pasien, dan seberapa sering Anda menyentuh wajah sendiri. Selain itu, faktor kondisi tubuh, usia, dan riwayat penyakit juga tidak bisa diabaikan.

Harus disadari, virus corona tidak secara ‘telanjang’ bisa bergerak kesana kemari atau berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Droplet atau tetesan cairan dari tubuh pasien lah yang membawa virus itu bergerak. Cairan keluar lewat batuk, bersin, tertawa, menyanyi, bernapas, dan bicara. Jika cairan tak bertabrakan dengan Anda, maka virus akan jatuh ke lantai atau permukaan benda lain.

Profesor Kin on Kwok dari Chinese University mengatakan, bicara tatap muka atau berbagi makanan dengan pasien bisa berisiko menularkan. 

“Jika Anda bisa mencium apa yang orang makan, misal bawang bombay, kari, Anda menghirup apa yang mereka hembuskan termasuk virus di napas mereka,” kata ahli virus Julian Tang yang sepakat dengan Kin on Kwok.

2. Jaga jarak
Berada terlalu dekat dengan pasien positif Covid-19 hingga bisa mencium aroma napas mereka jelas tidak disarankan. Lalu, berapa jarak yang aman?

Juru Bicara WHO, Christian Lindmeier mengatakan, jarak terbaik adalah 3 kaki atau sekitar 0,91 meter.

3. Virus bisa ada di permukaan apa pun
Pesan untuk rajin mencuci tangan bukan sekadar pesan layanan kesehatan biasa. Setelah banyak orang yang mengunjungi kuil Buddha di Hong Kong terinfeksi virus yang sama, otoritas kesehatan setempat memeriksa lokasi. Dari pemeriksaan ditemukan virus corona pada keran toilet dan beberapa benda lainnya.

Dari kasus ini, virus bisa saja menempel di mana pun termasuk panel untuk berpegangan pada kereta, bus, gagang pintu toilet, keyboard komputer, juga pegangan pada tangga.

Akan tetapi, Gary Whittaker, profesor virologi di Cornell University College berkata, virus corona relatif mudah untuk dibunuh. Desinfektan disebut cukup ampuh merusak pelindung mikroba. 

Selain itu, selama Anda rajin mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, Anda akan baik-baik saja.

4. Merek sabun
Para ahli mengatakan, sabun apa pun yang Anda gunakan tidak jadi soal. Anda bisa saja menggunakan sabun dengan wewangian, berlabel antibakteri, atau sabun untuk melembapkan kulit.

5. Tetangga batuk ? Tak perlu khawatir
Batuk dan bersin memang harus diwaspadai. Namun jika mendengar tetangga sebelah rumah batuk, Anda tak perlu khawatir berlebihan. Ashish K. Jha, Direktur Harvard Global Health Institute berkata. hingga kini tak ada bukti droplet bisa menembus tembok dan kaca.

Yang terpenting, kata Jha, adalah ruangan yang dipakai bersama sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik.

6. Bercinta tidak tularkan virus corona. WHO melaporkan corona bukan jenis virus yang bisa menular lewat hubungan seksual. Namun, beberapa ahli menyebut berciuman bisa menularkan virus corona.

Tak heran beberapa negara melarang warganya bertukar salam dengan ciuman. Sebagian warga Indonesia bahkan tidak bersalaman untuk menghindari corona.

7. Hewan peliharaan bisa aman
Sebagian orang yang menjalani karantina mau tak mau harus meninggalkan segala hal yang ada di rumah. Bagaimana dengan pasien yang memiliki hewan peliharaan? Mereka tak mungkin dibiarkan merana seorang diri.

Whittaker, yang sudah mempelajari penularan virus corona pada hewan dan manusia berkata bahwa dia tidak melihat bukti penularan virus corona dari manusia pada hewan peliharaan. (*).