Pertumbuhan Ekonomi Jember Meningkat dari 5,23 Persen Menjadi 5,31 Persen

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Jember tentang nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2019, Senin (27/04/2020).
Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Jember tentang nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2019, Senin (27/04/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Secara umum, gambaran kinerja pembangunan daerah selama tahun 2019, menunjukkan terjadinya pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Capaian pembangunan selama tahun 2019, dari indikator mikro ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember menunjukkan adanya peningkatan, dari 5,23 persen pada tahun 2018, naik menjadi 5,31 persen di tahun 2019.

“Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh sektor pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, dan sektor konstruksi,” papar Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Jember tentang nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2019, Senin (27/04/2020).

Pada sisi perkembangan indeks pembangunan manusia (IPM) selama lima tahun menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada tahun 2019 IPM Kabupaten Jember meningkat sebesar 0,73 persen.

“IPM Kabupaten Jember melebihi target RPJMD. Ditinjau dari komponen pembentuknya, indikator pengeluaran perkapita memberikan pengaruh terbesar terhadap capaian IPM Kabupaten Jember,” tegas bupati.

Tingkat pengangguran dan kemiskinan menurun. Jumlah pengangguran berkurang sejak tahun 2017 sampai tahun 2019. Pada tahun 2019, tingkat pengangguran sebesar 48.268 orang, berkurang 3.901 orang.

“Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember mengalami penurunan, baik dari segi jumlah penduduk maupun presentase kemiskinan itu sendiri,” tandasnya.

Penurunan tingkat pengangguran dan penduduk miskin ini, lanjut bupati, karena adanya perluasan lapangan kerja. Sedang untuk angka kematian ibu dan bayi tahun 2019, mengalami penurunan.

Terjadinya penurunan angka kematian ibu dan bayi, diantaranya karena adanya program revitalisasi puskesmas, pustu, dan polindes. Program itu untuk menunjang fasilitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di daerah inklusi.

“Keberhasilan kinerja dan persoalan yang ditemui dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah merupakan tambahan penilaian kinerja, yang akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kinerja Pemerintah Kabupaten Jember pada tahun berikutnya,” tambahnya (*).