Bagaimana Kondisi Warga yang Menjalani Observasi di JSG ? Inilah Pengakuan Mereka !

  • Whatsapp
kepada Siti Rodiyah, Teleconference Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan warga yang menjalani observasi di JSG, Rabu malam, (29/04/2020).
kepada Siti Rodiyah, Teleconference Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan warga yang menjalani observasi di JSG, Rabu malam, (29/04/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Keingintahuan masyarakat atas kondisi warga yang menjalani observasi di tempat isolasi di Jember Sport Garden (JSG), kini terjawab. Ini terjadi, setelah ada pengakuan dari warga yang tengah menjalani masa observasi di tempat tersebut.

Adalah Siti Rodiyah. Perempuan asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, yang baru pulang dari negara Maladewa (Maldives) dan sekarang tengah menjalani isolasi ini, mengaku cukup nyaman dengan fasilitas yang ada di JSG. Pengakuan ini disampaikan Siti Rodiyah kepada Gubernur Jatim, yang mengajaknya berbincang langsung melalui teleconference.

Pada acara itu Gubernur Khofifah menanyakan kondisi Siti Rodiyah selama menjalani isolasi do JSG. “Bagaimana kondisi di sana, boleh diceritakan pengalamannya selama menjalani masa observasi,” tanya Gubernur Khofifah kepada Siti Rodiyah, melalui teleconference, Rabu malam, (29/04/2020).

Mendapat pertanyaan seperti ini, Siti Rodiyah menjawab, bahwa dirinya sudah empat hari menjalani masa observasi di JSG, setelah pulang dari tempat kerjanya di Maladewa. “Jadi kurang 10 hari lagi baru bisa pulang kampung,” kata Siti Rodiyah.

Selama menjalani masa observasi, Siti mengaku tidak merasa kekurangan. Menurut Siti, semua kebutuhan selama observasi sudah tercukupi dengan baik. Hanya saja dalam soal makanan, Siti berharap ada tambahan lebih banyak asupan sayuran.

Pengakuan lainnya datang dari Nana Sudarna. Pria yang baru pulang dari Jakarta, ini mengaku mendapat kemudahan selama menjalani observasi. Kemudahan itu diantaranya, bisa ditengok istrinya, meski pertemuannya dengan prosedur kesehatan.

Kepada Gubernur Khofifah, Nana berharap agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah karena dampak dari terjadinya pademi Covid-19, ia kehilangan pekerjaan. “Saya mohon ada kompensasi bagi masyarakat kecil seperti saya. Saya kehilangan pekerjaan karena wabah ini, tempat kerja saya berhenti beroperasi,” akunya.

Mendapat keluhan seperti ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, dalam rangka membantu kesulitan masyarakat yang terdampak pademi corona virus disease 19 (Covid-19), Pemprov Jatim sudah menyiapkan dana bantuan sosial. Penyaluran dana ini melalui pemerintah kabupaten/kota.

Anggaran yang ditransfer ke BPBD kabupaten/kota ini boleh dibagikan kepada warga meski tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Karena dana bantuan kita memang untuk warga yang terdampak Covid-19,” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa, melalui teleconference dengan warga yang tengah menjalani observasi di tempat isolasi di JSG.

Sementara berkaitan dengan penambahan protein warga yang menjalani observasi di JSG, gubernur mengaku mengirimkan 500 kg telur. Selain telur Pemprov Jatim juga mengirimkan 390 pcs sarung, serta 25 kg kurma.

Sekedar diketahui, sampai tanggal 29 April 2020 (Rabu malam), warga yang menjalani observasi di JSG sebanyak 382 orang. Sedang tempat untuk tidur yang tersedia sebanyak 486 unit. (*).