Khatamkan Al Quran Sebanyak 2.020 Kali, Berharap Dicabutnya Wabah Covid-19

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ikut membaca Al Quran pada acara Khotmil Qur’an Kubro 2020 dan Nuzulul Qur’an secara daring, di Gedung Grahadi, Surabaya, Sabtu malam (09/05/2020)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ikut membaca Al Quran pada acara Khotmil Qur’an Kubro 2020 dan Nuzulul Qur’an secara daring, di Gedung Grahadi, Surabaya, Sabtu malam (09/05/2020)

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Upaya mengakhiri panyebaran dan penularan wabah coronavirus desiase (Covid)-19, tidak hanya dilakukan dengan penyemprotan desinfektan, penggunaan masker atau pembatasan pergaulan sosial dan sebagainya. Permohonan kepada Yang Maha Kuasa untuk segera dicabutnya pandemi Covid-19 juga dilakukan.

Harapan untuk segera dicabutnya wabah Covid-19 ini, diwujudkan dalam bentuk kegiatan mengkhatamkan Al Quran hingga sebanyak 2.020 kali. “Yang 2000 dikhatamkan oleh hafidz hafidzoh masing-masing lima kali khatam, dan yang 20 kali dilakukan oleh forkopimda dan bakorwil di Provinsi Jawa Timur,” terang Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief, dalam sambutannya pada acara Khotmil Qur’an Kubro 2020 dan Nuzulul Qur’an secara daring, yang digelar oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Sabtu malam (09/05/2020)

Pada kegiatan Khotmil Qur’an secara daring yang juga diikuti sejumlah pejabat sipil dan militer di Kabupaten Jember itu, wabup menjelaskan, bahwa penutupan khataman Al- Qur’an itu diakhiri dengan membaca juz ke-30, yang diwakili oleh 17 bupati dan walikota di Jawa Timur. Sedang bupati dan walikota yang tidak mengikuti acara secara daring, membaca ayat Quran di Gedung Grahadi, Surabaya.

Wabup menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar untuk memohon kepada Allah SWT agar musibah covid-19 segera dicabut oleh Allah. Wabup juga mengajak, agar masyarakat muslim tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dibaca atau dihafal, tetapi sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa,” imbuh Wabup Jember, Muqit Arief, mengutip sambutan Gubernur Jatim.

Dikatakan wabup, saat ini umat Islam menjalankan ibadah puasa yang kondisinya sangat berbeda dari biasanya. “Ini karena wabah Covid-19. Saya kira kita tinggal menghitung hari untuk mengakhiri Ramadhan. Kita tingkatkan ibadah sebanyak-banyaknya dari tempat kita masing-masing,” pesan wabup.

Musibah yang terjadi saat ini, menurut wabup, merupakan sebuah kesempatan yang sangat bagus untuk merenung. Peristiwa yang terjadi selama ini, bukan turun begitu saja, pasti juga ada penyebabnya.

“Manfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah, karena Allah Mahapengasih dan Mahapenyayang,” imbuhnya. (*).