Jawab Keluhan Mahasiswa yang Tak Bisa Pulang Kampung, Bupati Jember Kirim Bantuan Sembako dan Uang

  • Whatsapp

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Keputusan mahasiswa asal Jember di Yogyakarta untuk tidak pulang kampung (Pulkam), sebagai dampak pandemi Covid-19, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Jember. Pemberian perhatian Pemkab Jember atas keberadaan mahasiswa di daerah rantau (Yogyakarta) itu, didasarkan atas kondisi yang terjadi saat ini.

Diharapkan, bantuan itu akan sedikit mengurangi beban mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, setidaknya selama menjalani lockdown. Bantuan yang diberikan kepada mahasiswa diantaranya berupa paket sembako, masker non medis, dan sejumlah uang untuk biaya hidup.

Oemberian bantuan Pemkab Jember kepada mahasiswa yang memilih tetap tinggal di tanah rantau menyusul imbauan pemerintah agar masyarakat tidak mudik lebaran, berawal dari keluhan yang disampaikan ke Bupati Jember, dr. Faida. MMR. Diantara keluhan yang disampaikan mahasiswa, kepatuhan atas imbauan pemerintah itu bukan tidak disertai konsekuensi.

Keputusan untuk memilih tidak kemana-mana demi mencegah penyebaran Covid-19, diisertai kesulitan akses untuk mendapatkan kebutuhan harian. Mereka juga terkendala uang kiriman, terutama yang orang tuanya bekerja di sektor informal.

Kendala itu segera teratasi setelah keluhan mereka kepada Bupati Jember, dr. Faida, MMR., mendapatkan tanggapan. Pemkab Jember melakukan pengiriman bantuan 42 paket sembako ke Asrama Putra Jember di Yogyakarta (Selasa, 12/05/2020).

Paket itu diterima para pada hari Rabu, 13 Mei 2020. Paket bantuan itu kemudian didistribusikan kepada mahasiswa, baik yang tinggal di asrama maupun di kos dan kontrakan.
?
Menurut data Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Jember di Jogjakarta (IKPMJ), per tanggal 22 April 2020 tercatat 52 orang mahasiswa yang masih berada di Jogjakarta. Mereka tinggal di Asrama Putra Jember, kos, dan kontrakan.

Sepuluh orang diketahui telah mendapatkan biaya hidup melalui beasiswa Pemkab Jember. Sehingga bantuan paket sembako dan uang saku hanya untuk 42 orang.

Ketua IKPMJ Yogyakarta Fairus Emir Abyan, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jember yang telah memberikan bantuan. “Di tengah pandemi ini sangat berarti bagi para mahasiswa Jember yang masih berada di Jogja. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi kebaikan bersama,” katanya.

Seorang penerima bantuan, Wafi, mengungkapkan kebahagiaanya pasca-mendapatkan bantuan ini. “Betul-betul sangat membantu buat saya yang tinggal di Yogya, karena terkena lockdown jadi bisa membantu kebutuhan hidup sehari-hari,” tuturnya.

Wafi mengaku telah membaca surat dari Bupati Jember Faida, yang menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan ketabahan para mahasiswa yang memilih untuk tidak pulang. Dalam suratnya itu, bupati juga berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.(*)