Kategori
Sosial

Pemberian Bansos Diprioritaskan kepada 40 Ribu Keluarga DTKS

Bupati Jember dr. Faida, MMR, dalam dialog interaktif di RRI, Selasa (30/06/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Pemberian bantuan kepada masyarakat kurang mampu dan yang terdampak pandemi Covid-19, masih akan terus berlangsung. Setidaknya ada 40 ribu orang yang terdata di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), dan belum pernah terima bantuan.

“Ini dulu yang kami eksekusi, sambil lalu mengontrol di lapangan,” kata Bupati Jember dr. Faida, MMR, dalam dialog interaktif di RRI, Selasa (30/06/2020).

Bansos ini pun menurut bupati, dibagi dua macam. Pertama, untuk mereka yang memang miskin, dan kedua dua, mereka yang tidak termasuk miskin tapi terdampak Covid-19.

Meski tidak masuk dalam kategori miskin, namun mereka yang terdampak, dari segi pendapatan berkurang. Mereka tidak bisa bekerja, bahkan banyak juga yang dirumahkan.

Data mereka yang terdampak diambil dari berbagai macam sumber. Jika perusahaan laporannya ke Dinas Tenaga Kerja.

“Ini yang di-PHK. Ini yang dirumahkan tanpa penghasilan sama sekali. Ini yang dirumahkan dengan penghasilan 50 persen. Data itu kami olah untuk menjadi sasaran mereka yang terdampak, namanya tenaga kerja terdampak,” terang bupati.

Dari data yang ada, sampai saat ini lebih dari 2 ribu tenaga kerja terdampak yang sudah mendapat bantuan dari Pemkab Jember. Data 2 juta ini di luar bantuan yang disalurkan dinas-dinas terkait.

Seperti Dinas Perhubungan memasukkan data terdampak dari insan transportasi, sopir angkutan, ojek pangkalan, ojek online, termasuk tukang parkir. Juga Dinas Pendidikan yang melakukan pendataan langsung terhadap PKL di halaman dan kantin sekolah ketika diliburkan, hingga terdata kurang lebih 5 ribu PKL yang terdampak.

Begitupun dengan dinas-dinas yang lain. Dinas Pertanian melakukan pendataan melalui kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan buruh tani yang terdampak.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan mendata pembantu jagal yang terdampak pasar hewan ditutup yang berakibat tidak ada lagi kegiatan jagal di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Ada juga para nelayan, guru ngaji, para lansia, dan duafa.

“Mereka semua adalah hasil pendataan di lapangan, yang memenuhi 14 kriteria Kemensos untuk masuk data DTKS, dan data ini akan kita ajukan menjadi DTKS untuk menggantikan data DTKS yang sudah layak diwisuda,” ungkapnya. (*)

 303 kali dilihat

Kategori
Kesehatan

Workshop Perumusan Kebijakan 10 LMKM di Tengah Pandemi Covid-19, Harus Tetap Mengikuti Panduan Protokol Kesehatan

Workshop Perumusan Kebijakan Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM) di Kabupaten Jember yang digelar secara online melalui aplikasi zoom, Selasa (30/06/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Kegiatan Workshop Perumusan Kebijakan Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM) di Kabupaten Jember yang digelar melalui aplikasi zoom, diharapkan, dapat mengikuti panduan protokol kesehatan dalam masa darurat Covid-19. Sehingga diharapkan, meski saat ini kondisi Jember berada pada zona kuning, seluruh kebijakan terkait kesehatan ibu dan anak bisa benar-benar ditulis dan dilaksanakan dalam tatalaksana ibu hamil, ibu bersalin hingga ibu menyusui.

Workshop Perumusan Kebijakan 10 LMKM), kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dengan GAIN Indonesia dan Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan seluruh tenaga kesehatan, khususnya pelayanan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Acara yang digelar pada tanggal 30 Juni 2020 ini, merupakan kegiatan lanjutan dari Pelatihan Kebijakan 10 LMKM di seluruh rumah sakit dan Puskesmas se-Kabupaten Jember.

Kegiatan ini diikuti Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Dinas Kesehatan Bidang Kesehatan Masyarakat, Pelayanan Kesehatan, Sumber Daya Kesehatan, Penanganan dan Pengendalian Penyakit. Serta 19 Kepala Puskesmas beserta staf di masing-masing unit terkait layanan KIA/Gizi, juga Pimpinan dan staf dari RSD Soebandi Jember, RSD Balung, RSD Kalisat, RSIA IBI Srikandi.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Dyah Kusworini, menyampaikan dukungan penuh dan apresiasinya atas kegiatan pendampingan untuk perumusan kebijakan yang telah dilakukan. “Ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak khususnya pemberian ASI Eksklusif bagi bayi,” ujar Dyah Kusworini, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Mengawali pembukaannya pada acara tersebut, Selasa (30/06/2020).

Kegiatan workshop perumusan kebijakan 10 LMKM ini, menghadirkan dr. Mohammad Afiful Jauhani, M.H.,Sp.F.M. dan dr. Galih Endradita, Sp. F.M, sebagai narasumber. Keduanya memberikan penjelasan berbagai materi terkait LMKM.

Pendampingan perumusan Kebijakan 10 LMKM ini akan berlanjut dengan mekanisme coaching melalui Grup WA yang sudah ada sebelumnya. Ini dilakukan untuk memfasilitasi tanya jawab, masukan dan revisi, hingga Kebijakan, Peraturan Internal dan SPO disahkan oleh pimpinan setiap fasyankes. (*)

 332 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Pertanian

Kementan Diharapkan Tidak Hanya Berkomunikasi dengan Dinas, Tapi Juga Melibatkan Kepala Daerah

Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara webinar pangan didampingi Plt. Kepala BPBD Jember, dan Plt, Kabag Pembangunan, di di Pendopo Wahya Wibawagraha, Senin (29/06/2020)..

Jember.LONTARNEWS.COM. Sebagai daerah dengan potensi pertaniannya yang cukup besar, Kabupaten Jember berharap bisa bersama-sama dengan daerah lain menyelesaikan masalah pangan. Namun untuk tujuan ini, pemerintah pusat (Jementrian Pertanian,red) harus melibatkan kepala daerah dan tidak hanya berkomunikasi langsung dengan dinas-dinas di daerah.

“Saya berharap Pak Menteri untuk melibatkan kepala daerah lebih banyak lagi, bukan hanya lintas dinas,” harap Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara webinar pangan di Pendopo Wahya Wibawagraha, Senin (29/06/2020)..

Pada kesempatan itu Bupati Faida juga menyampaikan, bahwa kondisi sektor pertanian dan teknologi pertanian di Kabupaten Jember selama ini, kerap dihadapkan pada masalah ketersediaan pupuk dan pendistribusiannya.

“Biasanya masalah di sektor pertanian itu kalau tidak ketersediaan pupuk dengan pendistribusiannya atau masalah pembagian alsintan yang dianggap tidak adil, ya seputar itu,” ungkap Bupati Faida, pada acara webinar yang diselenggarakan Fakultas Teknik Pertanian Universitas Gajah Mada Yogyakarta bekerjasama dengan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) itu.

Hal lain yang juga disampaikan bupati pada acara dengan narasumber Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, forum diskusi itu mampu menghasilkan kesimpulan yang bisa diterapkan. “Saya juga berharap setelah webinar ini ada rekomendasi pemulihan ekonomi dimana peran di bidang pertanian sangat penting,” harap Bupati Faida, pada acara Webinar nasional pangan di era new normal dengan tema “Pengembangan Riset Teknologi Pangan Berbasis Potensi Lokal pada Masa dan Pascapandemi Covid-19.”.

Selain itu disampaikan juga soal perlunya anak-anak untuk juga dilibatkan dalam dunia pertanian. Generasi muda, mulai dari anak-anak, menurut bupati perlu mendapatkan porsi yang sesuai untuk berkiprah.

“Membahas pertanian seolah-olah pembicaraan orang dewasa, seharusnya pertanian lebih masuk di dunia pendidikan,” katanya.

Demikian juga saat memasuki masa tanam dan panen yang melibatkan orang dewasa. Seharusnya kegiatan itu bisa dikemas menjadi destinasi wisata edukasi, sehingga anak-anak dapat mengikuti proses produksi bahan pangan.

Dengan demikian, hulu hilir dunia pertanian bisa melekat pada generasi mendatang. “Sehingga tidak menunggu anak-anak menjadi dewasa untuk mengerti tentang pertanian,” tandasnya.(*).

 309 kali dilihat

Kategori
Kesehatan

Serentak Dilaksanakan di 31 Kecamatan, Petugas Penyelenggara Pilkada Jember Jalani Rapid Test

Rapid test untuk petugas pelaksana Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) di Kecamatan Sumberjambe, Sabtu (27/06/2920)

Jember.LONTARNEWS.COM. – Sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya penyebaran virus corona, Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Jember, melakukan pemeriksaan kesehatan kepada petugas penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jember. Pemeriksaan kesehatan terhadap petugas penyelenggara pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), panitia pengawas pemilu kecamatan (panwascam), dan pengawas pemilihan lapangan (PPL) ini, filakukan serentak.

Rapid test kepada penyelenggara pilkada ini, menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Gatot Triyono, untuk memutus mata rantai sebaran Covid-19 di Kabupaten Jember. “Pada hari ini dilaksanakan serentak di 31 Kecamatan pemeriksaan kesehatan dengan rapid test pada anggota panwascam dan panwas desa dan kelurahan, sebagai pelaksana pemilihan kepala daerah bupati dan wakil bupati Jember, ” kata Gatot, Sabtu (27/6/2020).

Petugas penyelenggara pilkada yang menjalani rapid test masal seluruhnya sebanyak 598 orang. Terdiri dari, 341 personil PPK dan panwas kecamatan, serta 248 personil pengawas tingkat desa.

Rapid test massal ini ditangani petugas kesehatan dari puskesmas setempat. “Ini penting dilakukan untuk memastikan dan mengetahui sejak dini kesehatan pelaksana yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,”

Dengan begitu, akan diketahui kondisi kesehatan panitia pelaksana pilkada. “Jika ditemukan ada yang reaktif segera dilakukan penaganan lebih lanjut oleh pemerintah,” tandas Gatot Triyono, yang juga juru bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Jember itu.

Selain menjalani pemeriksaan kesehatan, pada pelaksanaan pilkada nanti, mereka juga akan dilengkapi alat pelindung diri (APD). Langkah ini ditempuh, sebagai upaya serius dari Pemkab Jember dalam melindungi panitia penyelenggara pilkada dari ancaman penularan Covid-19.(*).

 308 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Sosial

Mulai dari Tukang Becak sampai Awak Bus Dapat Bantuan Terdampak Pandemi Covid-19

Jember.LONTARNEWS.COM. – Dampak pandemi Covid-19, yang mempengaruhi hampir smua sektor, mengharuskan pemerintah memikirkan mereka yang terdampak langsung. Tak terkecuali dengan insan transportasi yang kesehariannya menggantungkan pendapatannya pada sektor jasa angkutan penumpang.

Oleh sebab itu, dalam rangka membantu para insan transportasi yang terdampak pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember membagikan bantuan sembako kepada 1.980 insan transportasi di Kabupaten Jember. Mereka yang mendapat bantuan merupakan insan transportasi, mulai dari tukang becak, ojek pangkalan (Opang), ojek online (Ojol), Angdes, angkot, taksi, awak bus, angkutan umum, serta juru parkir.

Bantuan yang diberikan berupa beras 5kg, minyak 2 liter, gula 1 kg, dan uang Rp. 100 ribu.
“Bantuan yang diberikan kepada mereka itu untuk mengurangi beban yang timbul sebagai dampak situasi Covid-19,” kata Gatot Triyono, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, Jumat (26/06/2020).

Dari data yang ada pada Gugus Tugas, jumlah insan transportasi yang menerima bantuan terbagi menjadi, 391 tukang becak, 368 Opang, 184 Ojol. Serta 109 Angdes, 165 Angkot, 31 taksi, 184 awak bus, 287 angkutan umum, dan 261 juru parkir.

Sementara dalam penyaluran bantuan yang dilaksanakan di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, didampangi perangkat setempat. Lurah Jember Kidul, Yoyok Sulistioso, yang ditemui saat penyaluran, berharap bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat kepada insan transportasi, khususnya di wilayah Jember Kidul.

“Selama masa pandemi, para insan transportasi penghasilannya berkurang, sehingga berdampak pada keluarga. Terima kasih Pemkab Jember yang telah memberikan bantuan,” ungkapnya.

Di lain pihak, sopir ojek pangkalan asal Kelurahan Jember Kidul, Taufiq, bersyukur menerima bantuan dari Bupati Jember, dr. Faida, MMR. “Alhamdulillah bisa menyambung kehidupan,” ucapya.

Taufiq mengaku pendapatannya menurun secara drastis pada masa pandemi corona. “Saya biasanya mangkal di Pasar Tanjung. Kalau normal penumpangnya bisa 50 ke atas, sekarang 25 untung,” ujarnya.

Ungkapa yang sama disampaikan sopir angkutan kota (Lin), Slamet Riyadi. Slamet mengaku, penghasilannya merosot jauh hingga menjadikannya pengangguran setelah terjadinya pandemi Covid-19.

“Kurang lebih sudah dua bulan tidak narik, Linnya dikandangkan. Terima kasih atas bantuan ini. Semoga bermanfaat bagi saya dan keluarga saya,”tambanya.(*).

 377 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Kategori
Pendidikan

Rencana Penerbitan Buku Panduan Sholawat Anak Jember, Harus Diikuti Buku yang Sebanding untuk Anak Nonmuslim

Rapat rencana penerbitan buku sholawat sebagai panduan bagi anak muslim di Jember, dipimpin Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief, Kamis (25/06/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. – Rencana akan diterbitkannya buku sholawat sebagai panduan bagi anak muslim di Jember, disertai usulan tambahan dari Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief. Wabup mengusulkan, Dewan Pendidikan yang akan menyusun buku tersebut perlu juga membuat atau menerbitkan buku untuk anak-anak dari agama lain yang sebanding dengan buku panduan sholawat tersebut.

Buku yang sebanding untuk kalangan anak nonmuslim ini perlu dibuat, untuk mendorong Jember menjadi kabupaten religius. Sebab itu, wabup meminta Dewan Pendidikan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh agama Hindu, Budha, Katolik, dan Kristen.

“Kira-kira kalau dalam agama mereka apa yang harus menjadi titik tekan. Kalau Islam sholawat, kalau mereka apa,” terang Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief, Kamis (25/06/2020).

Saat ini, Dewan Pendidikan Kabupaten Jember sedang menyelesaikan tugas untuk membuat buku pedoman sholawat anak Jember. “Ini merupakan salah satu agenda Dewan Pendidikan,” ujarnya.

Dalam menyusun buku itu, Dewan Pendidikan juga mengundang beberapa kiai yang berkompeten dalam sholawat serta kelompok jamiiyah sholawat untuk memberikan masukan. “Karena di Jember banyak jamiyah sholawat jadi kita undang untuk memberikan masukan, dan alhamdulillah semua pihak menyambut gembira,” ungkapnya.

Ada beberapa kriteria dalam buku panduan sholawat anak Jember itu. Nantinya sholawat yang digunakan tidak begitu panjang, karena hanya dimasukkan dalam acara doa di sekolah sehingga tidak sampai menganggu kurikulum sekolah dan tidak mengganggu jam belajar.

Sebisa mungkin, kata wabup, sholawat itu sudah familiar di kalangan anak anak. “Ini sebetulnya hanya pintu masuk saja. Tujuan akhirnya adalah bagaimana anak-anak Jember yang muslim ini bisa menjadi anak yang cinta Rasul dan senang membaca sholawat,” paparnya.

Di samping itu, Dewan Pendidikan menginginkan Jember menjadi kabupaten yang religius, terutama untuk generasi muda. Karena menjadi generasi muda yang religius, salah satu tolak ukurnya, kalau dalam Islam adalah cinta kepada rasul dan wujudnya senang bersholawat.

“Saya yakin apabila anak Jember dari tingkatan TK, SD, SMP, RA, MI, MTS semuanya bisa sukses sesuai dengan rencana, senang bersholawat, akan berpengaruh terhadap pendidikan karakter anak-anak di jember,” katanya. (*).

 283 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Hukum dan Kriminal

Tidak Benar Kejaksaan Negeri Jember Periksa Bupati Faida, Kasi Intel: “Yang Saya Sampaikan Ini Penjelasan atau Keterangan Resmi,”

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jember, Agus Budiarto, SH., MH.

Jember.LONTARNEWS.COM. – Meski pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) masih bulan Desember 2020 yang akan datang, namun suhu politik di Kabupaten Jember, sudah mulai menghangat. Ini terlihat, kehadiran Bupati Jember, dr. Faida. MMR, ke Kejaksaan Negeri Jember, seketika memunculkan beragam spekulasi.

Ada yang menyebut, Bupati Faida diperiksa kejaksaan terkait kasus Pasar Manggisan Tanggul. Kabar ini bahkan menyebar di media online dan group WhatsApp.

Lalu bagaimana sebenarnya duduk persoalannya, hingga beredar berita seolah-olah Bupati Faida diperiksa Kejaksaan Negeri Jember. Berikut wawancara dengan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jember, Agus Budiarto, SH., MH, via telepon seluler.

Jeoada wartawan media ini, Agus Budiarto, menyampaikan, bahwa kehadiran Bupati Faida ke Kejaksaan Negeri Jember dalam rangka mengikuti jalannya sidang perkara tindak pidana umum yang dilakukan melalui media online.

“Kalau sidang pidana umum itu terdakwanya ada di Kejaksaan Negeri. Beliau ingin melihat, sebagai kepala daerah juga sebagai ketua gugus tugas (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19), apakah sudah diberlakukan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid ini,” jelas Agus.

Kedua, kehadiran Bupati Faida ke lembaga penegak hukum itu, menurut Agus, untuk melakukan koordinasi dan konsultasi terkait masalah refocusing anggaran Covid-19. “Jadi gak onok pemeriksaan-pemeriksaan. Yang saya sampaikan itu sesuai fakta yang ada. Kalau ada yang menulis berbeda dengan itu, ya, saya gak tahu dari sumber mana, yang jelas bukan dari kami, kan begitu,” tegasnya.

Agus juga mengaku tidak mengerti mengapa bisa muncul berita seperti itu. “Kalau ada media yang menulis atau memberitakan berbeda dengan yang saya sampaikan, saya tidak bisa menyampaikan dari sumber mana itu informasinya. Yang saya sampaikan ini penjelasan atau keterangan resmi,” tandasnya.

Disinggung soal foto yang beredar seakan-akan Bupati Jember baru keluar dari ruang pemeriksaan, Agus kembali menegaskan, bahwa itu tidak benar. “Seperti yang sudah saya sampaikan. Misalnya ada media yang memberitakan seperti itu, monggo !. Tapi itu bukan dari kami sumbernya, gitu khan !. Infomasi dari siapa, saya gak tahu,” imbuhnya.

Terkait beredarnya kedatangan Bupati Jember dr. Faida, MMR., di Kejaksaan Negeri Jember tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Gatot Triyono, menjelaskan, ada dua agenda yang menjadi tujuan kedatangan bupati ke kantor aparat penegak hukum tersebut pada Kamis sore, 25 Juni 2020.

Pertama, meninjau pelaksanaan protokol kesehatan untuk para tahanan yang menjalani sidang perkara pidana umum secara virtual di Kejaksaan Negeri Jember. “Bupati melihat kemungkinan bisa memberikan perhatian berupa bantuan kepada para tahanan untuk melengkapi protokol di kejaksaan,” ujar Gatot.

Kedua, lanjutnya, Pemkab Jember dengan Kejaksaan Negeri Jember telah bekerja sama untuk pendampingan hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Melalui kerja sama tersebut, bupati berkonsultasi terkait dengan progres refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk Covid-19.

“Bahwa tidak benar berita maupun infomasi yang menyebut bupati menjalani pemeriksaan atas suatu kasus. Sekali lagi tidak ada pemeriksaan,” tegasnya.(*).

 564 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Kebijakan

Pesan Presiden Joko Widodo, Fokus pada Masalah Kesehatan, Tidak Lantas Mengabaikan Ekonomi

Presiden Joko Widodo saat pertemuan virtual dengan Gubernur Jawa Timur, Khofidah Indar Parawansa, bersama bupati/wali kota se-Jawa Timur, Kamis (25/06/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Ada pesan khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), berkaitan dengan penanganan penyebaran virus corona. Presiden berpesan, penanganan penyebaran Covid-19 harus pula disertai pemberi perhatian kepada bidang ekonomi.

“Jangan sampai kita fokus pada masalah kesehatan, tetapi kita mengabaikan ekonomi atau sebaliknya. Keduanya harus sama-sama kita tangani dengan sebijak mungkin,” terang Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo yang disampaikan melalui pertemuan virtual dengan Gubernur Jawa Timur, Khofidah Indar Parawansa, bersama bupati/wali kota se-Jawa Timur, Kamis (25/06/2020).

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, semua lapisan masyarakat diharapkan memiliki perasaan yang sama dalam menghadapinya. Perasaan yang sama dalam menghadapi keadaan krisis. “Jangan sampai beberapa saja yang memahami persoalan, sementara yang lain merasa normal,” ucap Wabup Muqit Arief, menirukan pesan Presiden Jokowi.

Pada pertemuan virtual dengan Gubernur Jatim itu, presiden juga menyampaikan pesan, dalam keadaan krisis kesehatan dan krisis ekonomi ini, perlu adanya sinergi bersama. “Harus sinergi, dan tidak lelah untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” ajaknya.

Kondisi krisis itu, lanjut wabup, tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga dirasakan oleh 215 negara di dunia. “Beliau menekankan, dalam masalah ini, dari aspek ekonomi dan kesehatan hendaknya mendapat perhatian yang sama,” jelasnya.

Oada acara itu, presiden juga memberikan waktu kepada pemerintah Jawa Timur yang tingkat pertambahan positif Covid-19 tertinggi di Indonesia. Presiden minta, dalam waktu dua minggu harus ada progres yang jelas, dan membangun sinergi dengan semua pihak untuk menangani secara sungguh-sungguh.

“Pemerintah pusat akan memberikan asistens secara khusus, baik tenaga atau alat yang dibutuhkan, serta di rumah sakit kebutuhan hari-harinya akan dicukupi,” imbuhnya.

Disampaikan juga, dari hasil laporan Gubernur Jatim, bahwa di setiap daerah sangat perlu kebijakan berbasis lokal. Karena tidak semua daerah memiliki cara yang sama.

Itu utamanya terkait komunikasi dengan masyarakat yang berbeda-beda di setiap daerah. “Khusus di Jember, saya kira masyarakat yang cukup heterogen, tetapi dengan memahami kearifan lokal semuanya bisa kita harapkan,” tutur wabup.

Selain itu, sinergi dari tiga pilar yang ada sudah berjalan. Hanya saja, yang perlu ditingkatkan adalah peran tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Karena di Jember masih ada tokoh agama yang belum menerima program gugus tugas seperti rapid test dan sebagainya. Maka sosialisasi yang humanis perlu terus dilakukan di Jember,” tambahnya.(*)

 267 kali dilihat

Kategori
Politik Pemerintahan

Peneliti CWI, Pengalaman dalam Bernegosiasi dengan Publik, Perempuan Sebagai Pemimpin Tidak Mudah Tunduk Kepentingan Politik

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, saat diwawancarai Ketua Cakra Wikara Indonesia (CWI), Anna Margret, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Rabu (24/06/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. – Ketua Cakra Wikara Indonesia (CWI), Anna Margret, mengatakan, pengalaman dalam bernegosiasi dengan publik membuat perempuan sebagai pemimpin tidak mudah tunduk oleh kepentingan-kepentingan politik. “Karena jadi punya rumusan tujuan yang jelas, punya rumusan rencana yang jelas,” ujar Anna Margaret, kepada wartawan usai mewawancarai Bupati Jember, dr. Faida. MMR, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Rabu (24/06/2020).

Wawancara dengan Bupati Faida oleh Anna Margret, dimaksudkan untuk penelitian yang ditujukan mendorong peningkatan pencalonan perempuan dalam pemilihan kepala daerah. Selain juga mendorong semakin kuatnya kepemimpinan perempuan di pemerintahan daerah.

Dikatakan, perempuan pemimpin yang memiliki kemampuan bernegosiasi dengan publik memiliki dukungan-dukungan lintas partai politik serta dukungan gerakan masyarakat sipil. “Saya pikir, justru ada keluwesan yang jadi khas kepemimpinan perempuan,” ungkap Anna Margret, yang juga dosen FISIP Universitas Indonesia itu.

Sementara mengenai keterlibatan perempuan pada pencalonan kepala daerah dengan legislatatif, menurut Anna, memiliki perbedaan. Di legislatif maupun partai, ada kuota perempuan. Demikian juga pada pemilihan penyelenggara pemilu, Bawaslu dan KPU, yang mensyarakatkan 30 persen keterwakilan perempuan.

Selama ini, pemberitaan tentang kepemimpinan perempuan menurut Anna, masih bias gender. Semestinya, penilaian lebih berdasar pada latar belakangnya, apakah dari birokrat ataukah profesional seperti dr. Faida.

Bupati Faida, menurutnya, adalah perempuan yang mencalonkan langsung berhasil menduduki pimpinan kepala daerah. Sebagai Bupati Jember, kepemimpinan dr. Faida dinilainya juga memiliki kekhasan, yakni keberpihakan kepada kaum marjinal.

“Justru keberpihakan kepada kelompok marjinal itu menjadi sangat penting. Itu menjadi khas,” tandasnya.

Kekhasan ini bisa dilihat dari pemberian perhatian kepada kehidupan masyarakat kelas bawah. “Orientasi atau prioritas untuk kesejahteraan, isu-isu kesejahteraan sangat jelas menjadi prioritas,” terang Anna Margret saat ditanya wartawan soal ciri khas yang ditemui pada diri Bupati Jember, dr. Faida, MMR.(*).

 541 kali dilihat

Kategori
Kesehatan

Pulang dari Malaysia, 13 Orang Langsung Digiring ke JSG

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember saat dilakukan pendataan di Pos Pemeriksaan Kesehatan di Sumberbaru, Selasa (23/06/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. – Sebanyak 13 orang, terdiri dari 8 laki-laki dan 5 perempuan yang baru pulang dari negeri jiran, Malaysia, digiring ke Stadion Jember Sport Garden (JSG), Ajung Jember. Tiga belas orang tersebut dibawa ke JSG untuk menjalani prosedur protokoler penanganan covid 19 wilayah Jember.

Mereka adalah para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari Malaysia. Pemeriksaan atas para pekerja dari Malaysia itu dilalukan di Pos Sekat Covid 19 Covid-19 Sumberbaru, Selasa (23/06/2020).

Mereka berangkat dari bandara Juanda, Surabaya dengan mengendarai bus. Sesampai di pos pemeriksaan kesehatan Sumberbaru mereka didata, untuk selanjutnya menjalani prosedur protokoler penanganan covid 19 di JSG. (*).

Adapun Nama PMI asal jember Sbb:

1. Adi Sutopo
Jenis kelamin Laki-laki
alamat: Desa Patemon, Tanggul.

2. M Bahrul
Jenis kelamin Laki-laki
alamat: Sumber Kijing, Sumberbaru.

3. Abd Latif
Jenis kelamin Laki-laki
alamat : Desa Kaliglagah, Sumberbaru

4. Hablul Hainul Fuad
Jenis kelamin Laki-laki
alamat : Gang Haji Syukur Rambipuji.

5. Herman
Jenis kelamin Laki-laki
Alamat: …..

6. Alda
alamat Jati Agung, Gumukmas
Jenis kelamin Perempuan
Alamat : Jati Agung, Gumukmas.

7. Misnati
Jenis kelamin Perempuan
Alamat Jati Agung, Gumukmas.

8. Misniati
Umur 51 th
Jenis kelamin Perempuan
Alamat : Pondokrejo, Tempurejo.

9. Wakini
Jenis kelamin Perempuan
Alamat : Karanganyar, Gumukmas.

10. Badrul Soleh 27 th
Jenis kelamin Laki-laki
Alamat : Gelang Krajan, Sumberbaru.

11. Zaenar P.
Jenis kelamin Laki-laki
Alamat : Rambipuji.

12. Fatima T
Jenis kelamin Perempuan
Alamat : Dusun Oloh, Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo

13. Holifah
Jenis kelamin Perempuan
Alamat Kecamatan Rambipuji

 303 kali dilihat