Desa Harus Lebih Teliti dalam Mendata Penyandang Difabel Berat, Agar Bantuan Tepat Sasaran

  • Whatsapp
Wakil Bupati, Drs KH Muqit Arief, saat mengunjungi penyandang difabel berat, Senin (15/06/2020).
Wakil Bupati, Drs KH Muqit Arief, saat mengunjungi penyandang difabel berat, Senin (15/06/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM – Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, meminta desa untuk mendata dengan peliti para penyandang difabel berat. Sehingga mereka tidak sampai terlewatkan dalam mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Permintaan ini disampaikan, karena masih ada warga difabel berat di desa yang belum terdata. “Pihak desa harus lebih teliti dalam mendata para menyandang difabel berat, agar bantuan ini tepat sasaran,” pesan Wabup Muqit Arief, di sela-sela kegiatan membagi bantuan kepada difabel berat, di sejumlah kecamatan, Senin (15/06/2020).

Kegiatan berkeliling di sejumlah kecamatan untuk menyerahkan bantuan bagi difabel berat ini, selain dilakukan wabup, juga dilaksanakan oleh istri wabup, Hj. Maimunah Muqit, yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Jember. “Kegiatan hari ini kembali menengok warga Jember yang mengalami difabel berat, sekaligus memberikan bantuan,” terang wabup.

Keduanya memimpin tim berbeda dan membagikan langsung kepada keluarga difabel berat di perdesaan. Kali ini, ada delapan keluarga yang mendapat giliran bantuan.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Jember memberikan bantuan kepada 154 difabel berat di seluruh Jember untuk meringankan beban dari dampak Covid-19.

Sesuai data yang masuk, bantuan ini menurut wabup, akan terus berjalan dan berkelanjutan. Terlepas dari suasana Covid-19, melalui perhatian yang diberikan pemerintah, wabup berharap, ke depan keluarga difabel dapat lebih ringan dalam menghidupi keluarganya.

“Bantuan ini diharapkan tepat kepada orang yang benar-benar mengalami difabel berat,” harapnya.

Di kecamatan berbeda, Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Hj. Maimunah Muqit, menyampaikan adanya anak difabel berat yang tinggal di medan yang juga berat. Keadaannya yang memang butuh perhatian itu, harus juga didatangi dan dibantu.

“Kita harus peduli dimanapun mereka tinggal.
Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, untuk bisa menjangkau membantu masyarakat yang memang membutuhkan. Walaupun di medan berat, harus bisa kita kunjungi,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin, sehingga beberapa warga difabel berat yang belum mendapatkan bantuan bisa terdata. “Saya berharap, ke depan pemerintah dapat terus bisa memberikan perhatiannya kepada mereka yang membutuhkan bantuan, khususnya bagi mereka difabel berat,” tuturnya. (*).