Sampai Saat Ini, 34.086 Santri dari 390 Pondok Pesantren Sudah Menjalani Rapid Test Gratis dari Pemkab Jember

Spread the love

Bupati Jember, dr. Faida, MMR, bersama Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, pada acara pemberangkatan santriwati balik ke oesantrennya Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, di Terminal Arjasa, Jember, Rabu (15/07/2020) lalu.

Jember.LONTARNEWS.COM. Sampai saat ini, santri yang sudah menerima layanan rapid test dari Pemerintah Kabupaten Jember, tidak kurang dari 34.086 orang. Santri yang mendapat layanan rapid test gratis itu berasal dari 390 pondok pesantren.

Sedang jumlah pengurus pondok yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan sebanyak 2.776 orang. Sementara panitia yang ikut menjalani rapid test sebanyak 13 orang.

“Jumlah santri dan pengurus tersebut dari 390 pondok pesantren yang telah berkoordinasi dengan gugus tugas,” terang Gatot Triyono, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Kabupaten Jember.

Jumlah santri dan pengurus yang menjalani rapid test gratis ini, di dalamnya termasuk santri dari pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, yang diberangkatkan Bupati Jember, dr. Faida, MMR, bersama Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, di Terminal Arjasa, Jember, Rabu, 15 Juli 2020 lalu. Saat itu, Bupati dan Wakil Bupati Jember, memberangkatkan 467 santri puteri.

Pemberangkatan santri puteri untuk kembali ke pesantrennya di Situbondo ini, menggunakan 11 armada bus yang disediakan Pemkab Jember. Pemberangkatan ini merupakan rangkaian dari layanan yang diberikan Pemkab Jember kepada santri yang balik ke pesantrennya.

“Seluruh santri yang diberangkatkan telah melakukan rapid test, sebagai satu langkah pencegahan covid, agar menjadi santri tangguh dan ponpes tangguh Covid-19,” ujar Bupati Faida ketika itu.

Seluruh santri yang diberangkatkan telah melakukan rapid test, sebagai satu langkah pencegahan covid, agar menjadi santri tangguh dan ponpes tangguh Covid-19,” ujar bupati.

Selain mendapat layanan rapid test gratis, santri juga dibekali kain alas sholat, masker, dan vitamin untuk sebulan. Layanan ini diberikan, karena semua harus berjuang bersama agar pembelajaran santri di ponpes bisa berjalan dan selamat pada situasi pandemi seperti sekarang ini.

Sebab itu, Pemerintah Kabupaten Jember mendukung kembalinya santri ke ponpes. “Mendukung aktifnya kegiatan ponpes asalkan mengikuti protokol Kesehatan,”  tandas bupati.

Dukungan terhadap kelancaran pembelajaran di popes ini dibuktikan dengan memberikan fasilitas rapid test gratis hingga 50 ribu dan armada pemberangkatan untuk santri. Semua fasilitas itu untuk keselamatan santri yang berjuang menimba ilmu.

Terkait dengan layanan yang diberikan kepada santri, Wabup Muqit Arief menambahkan, bahwa kehadiran bupati bersama wabup dalam pemberangkatan santri balik ke pesantrennya di Situbondo, sebagai bentuk kecintaan pemimpin terhadap santrinya. Kepada santri wabup juga mengingatkan, agar saat di pondok betul-betul melakukan pola hidup bersih dan sehat.

“Biasakan cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan hindari berkumpul. Hindari pinjam meminjam pakaian, alat makan, alat sholat, dan lain sebagainya. Demi keselamatan kita semua, dan untuk menghindari penyebaran Covid-19,” pesan Wabup Muqit Arief, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo ini. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *