Bupati Faida: “Kami Tidak Memaksakan Sesuatu yang Tidak Diinginkan Masyarakat”

  • Whatsapp
Bupati Jember, Faida, MMR, dalam acara webinar Perempuan Sebagai Kepala Daerah : Pola Kepemimpinan dan Kebijakan. di Pendopo Wahya Wibawagraha, Selasa (25/08/2020).

Bupati Jember, Faida, MMR, dalam acara webinar Perempuan Sebagai Kepala Daerah : Pola Kepemimpinan dan Kebijakan. di Pendopo Wahya Wibawagraha, Selasa (25/08/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Seorang pemimpin masyarakat atau lembaga pemerintahan, haruslah bisa memahami keinginan dan kebutuhan dari masyarakat yang dipimpinnya. Karena dengan begitu, setiap kebijakan yang diambil, meski tidak mungkin dapat memuaskan semua lapisan, namun setidaknya bisa sejalan dengan yang diinginkan masyarakat.

Hal yang demikian ini berusaha disuguhkan oleh dr. Faida, MMR, dalam kepemimpinannya sebagai Bupati Jember. “Kami mengambil sikap untuk sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat, dan kami tidak memaksakan sesuatu yang tidak diinginkan masyarakat,” tutur Bupati Jember, Faida, MMR, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Selasa (25/08/2020).

Hampir lima tahun memimpin Kabupaten Jember, Faida berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Sebagaimana dipaparkan dalam acara webinar yang digagas Lembaga Riset Cakra Wikara Indonesia (CWI), di Pendopo Wahya Wibawagraha.

Beberapa prestasi yang dirasakan masyarakat diantaranya perkembangan indeks pembangunan manusia yang meningkat secara bertahap. Tingkat pengangguran di Jember menurun melampaui target rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD.

Di sektor ekonomi, Jember yang dalam kondisi pandemi mampu menjaga inflasi. Angka kemiskinan pun menurun, dari 11 persen pada tahun 2017 hingga turun menjadi 9,25 persen pada tahun 2019.

Program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) telah menyelesaikan lebih 4.500 rumah warga miskin. Jumlah ini akan semakin banyak pada tahun selanjutnya.

Sementara untuk pelayanan kesehatan, pemerintah telah merevitalisai puluhan Puskesmas dan Pustu. Juga menggelar kongres ibu hamil, distribusi susu bumil selama pandemi.

“Angka kematian ibu dan bayi menurun dari tahun 2017 hingga 2019. Semula 175,73 persen menjadi 133,23 persen,” ungkap Bupati Faida, saat menjadi panelis dalam webinar dengan topik Perempuan Sebagai Kepala Daerah : Pola Kepemimpinan dan Kebijakan.

Bidang pendidikan, adanya sekolah gratis dan beasiswa menambah partisipasi masyarakat dari berbagai lini untuk melanjutkan pendidikan.

Nelayan juga mendapat kepesertaan BJPS Ketenagakerjaan dari Pemkab Jember. Revitalisasi pasar tradisional pun dilakukan untuk menjadikan pasar lebih layak dan bersih.

Bupati menyebut, terdapat hal-hal positif dari kepemimpinan perempuan. Ini telah terbukti dari sejumlah penelitian.

“Perempuan mempunyai kelebihan sendiri dalam memimpin, dengan teknik yang berbeda-beda di berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.

Hal itu membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan mudah untuk diterima oleh masyarakat. Kebanyakan perempuan juga menguasai hal-hal sampai detail. Serta mampu berkomunikasi langsung dengan rakyat tanpa perantara. (*)