Atasi Lonjakan Covid-19, Pemkab Jember Libatkan Tokoh Agama

Plt Bupati Jember, Drs KH. A. Muqit Arief, bersama Kapolres Jember, AKBP. Arif Rocman Arifin, Dandim 0824 Letkol Inf. La ode M Nurdin dan tokoh agama, dalam rapat terbatas di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (20/11/2020).
Plt Bupati Jember, Drs KH. A. Muqit Arief, bersama Kapolres Jember, AKBP. Arif Rocman Arifin, Dandim 0824 Letkol Inf. La ode M Nurdin dan tokoh agama, dalam rapat terbatas di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (20/11/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengatasi penyebaran dan penularan Covid-19. Upaya ini dilakukan, karena penyebaran dan penularan Covid-19 di Kabupaten Jember semakin mencemaskan.

Bahkan pada beberapa pekan terakhir, penyebaran virus ini menunjukkan adanya peningkatan. “Pada sepekan ini, perkembangannya semakin membahayakan”, ungkap Drs KH. A. Muqit Arief, Plt Bupati Jember usai rapat terbatas bersama Kapolres Jember, AKBP. Arif Rocman Arifin, Dandim 0824 Letkol Inf. La ode M Nurdin dan tokoh agama, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (20/11/2020).

Melihat perkembangan Covid-19 yang sangat mengawatirkan ini, Kiai Muqit, sapaan Plt Bupati Jember, merasa perlu untuk dilakukan evaluasi atas penangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember. Evaluasi ini melibatkan sejumlah tokoh agama guna membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat agar disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Karena seorang kiai akan selalu didengar oleh masyarakat. Sehingga kami sengaja mengundang mereka supaya membantu pemerintah Kabupaten Jember dalam mengatasi melonjaknya pasien positif Covid-19 yang ada di Jember ini,” jelas Kiai Muqit.

Sementara Ketua PC NU Jember K.H Abdullah Samsul Arifin, yang hadir pada acara itu, menyatakan akan berusaha menekan penyebaran Covid-19. NU Jember kata Gus Aab, panggilan K.H Abdullah Samsul Arifin, akan menggandeng semua stakeholder untuk menekan perkembangan Covid-19 di Jember.

Kesiapan untuk turut menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember, itu disampaikan, kendati sejauh ini dalam setiap rutinitas NU belum ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Kita tidak boleh menyepelekan begitu saja, kita akan berusaha memahamkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan,”tegasnya.(*).