Dampak dari Kerusakan Hutan Pada Bagian Hulu, Sungai Bedadung Meluap Sampai Jauuuhhh…!!!

Banjir Sungai Bedadung, sampai pukul 23.48, ketinggian air di Dam Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, mencapai 4.90 meter

Jember.LONTARNEWS.COM. Bencana banjir yang terjadi di banyak daerah belakangan ini, menurut Tri Risma Harini, Menteri Sosial RI, salah satu penyebabnya karena kerusakan hutan pada bagian hulu. Akibat dari rusaknya hutan ini, kawasan yang berada di bagian hilirnya menerima dampaknya, banjir tak bisa dielakkan saat musim hujan tiba.

“Setiap lokasi banjir yang saya kunjungi rata-rata banjir itu diakibatkan adanya kerusakan hutan di area hulu, sehingga bagian hilir terimbas. Karena air tidak bisa cepat meresap sehingga mengakibatkan banjir di bagian bawah,” ungkap Risma, saat meninjau lokasi terdampak banjir di Ponpes Ar-Rosyid Desa/Kecamatan Bangsalsari, Jember (18/01/2021) lalu.

Kekhawatiran akan terjadinya bencana alam, longsor, banjir ini sebenarnya sudah dirasakan sejak PSDAP (Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian), Program Pascasarjana Universitas Jember, melakukan penelitian pada 23 Desember 2019. Data yang dihimpun dari penelitian dengan metode Geographic Information System (GIS) itu diketahui, 65 persen Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung dalam kondisi kritis akibat erosi berat.

Kini terbukti, dampak dari kerusakan hutan sebagaimana disampaikan Risma dan PSDAP Program Pascasarjana Unej, itu telah memporakporandakan sejumlah kawasan di Kabupaten. Setelah sebelumnya Kecamatan Tempurejo, Tanggul, Bangsalsari, Gumukmas dilanda banjir, kini giliran kecamatan lain mengalami musibah serupa.

Sungai Bedadung yang merupakan sungai terbesar di Kabupaten Jember dan bermata air dari lereng Gunung Argopuro, meluap hingga menggenangi bahkan menghanyutkan beberapa rumah penduduk. Diduga kuat, selain karena tingginya curah hujan yang turun, banjir yang terjadi kali ini akibat dari rusaknya hutan pada daerah hulu Sungai Bedadung.

“Ini baru pertama kalinya sungai Bedadung banjir setinggi ini, entah di daerah bawah (hilir) bisa jadi tambah parah,” ujar warga Biting Arjasa Jember.

Dari laporan relawan PMI Kabupaten Jember, yang melakukan pemantauan meluapnya aliran Sungai Bedadung, diketahui, sejumlah rumah warga yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS ) sudah mulai terendam. Ketinggian air yang merendam rumah warga mencapai dada orang dewasa.

“Ada 12 rumah di sekitar Jalan Sumatera di samping Gladak Kembar yang terendam. Saat ini sudah mulai mengungsi, beberapa tim PMI bersama dengan BPBD saat ini meluncur ke arah Wuluhan daerah hilir sungai Bedadung,” ujar Gufron, Humas PMI Kabupaten Jember kepada media.

Kondisi air di sungai dengan panjang 161 kilometer ini masih mengkhawatirkan, mengingat hujan ringan masih terus mengguyur bagian hulu di lereng Gunung Hyang Argopuro sisi timur. Beberapa warga berusaha untuk terus memantau kondisi air di semua jembatan yang dilalui sungai Bedadung.

“Saat ini dam di bendungan Talang sudah dibuka total, dan terus dipantau. Jika ketinggian air naik satu meter, kondisi di hilir seperti Kecamatan Balung dan Wuluhan sampai Puger, tentu lebih parah, dan kami mengimbau agar warga waspada dan menjauhi aliran sungai Bedadung,” imbau Gufron. (*).

*Data Sementara Titik Bencana Banjir*:
• Lokasi 1 : Dusun Tengger Barat, Desa Jelbuk, Kec. Jelbuk
– 12 rumah terdampak
• Lokasi 2 : Dusun Krajan, Desa Kalisat, Kec. Kalisat
– Ponpes Nurul Qur’an ketinggian air 100 cm : 3 rumah pengasuh terdampak dgn ketinggian 40cm
– 2 warung terdampak
– 5 rumah terdampak
• Lokasi 3 : Perum. Puri Antirogo 1, Dusun Klonceng, Desa Patemon, Kec. Pakusari
– RT/RW 03/14 : 9 rumah terdampak dgn 1 rumah tdk dihuni
– RT/RW 01/13 : 10 rumah terdampak, 9 KK, 17 Jiwa dgn lansia 2 orang dan balita 2 orang
• Lokasi 4 :
– Jln. Melon Krajan, Kec. Patrang : 9 KK
– Jln. Moch. Seroedji RT/RW 02/17 Lingk. Krajan, Patrang : 3 KK
• Lokasi 5 : Kampung Durenan RW 24 RT 03/04, Kec. Patrang
– ± 10 KK
– ± 70 Jiwa/orang
• Lokasi 6 :
– Gladak Kembar, Kec. Sumbersari
– Jln. A. Yani, Kel. Kepatihan, Kec. Kaliwates : 1 rumah terdampak dgn ketinggian air ±100cm
• Lokasi 7 : Pondok Ibu, Kec. Pakusari
• Lokasi 8 : Jln. Bengawan Solo