Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Fatayat NU Kencong Luncurkan Produk UMKM

  • Whatsapp
Pemotongan pita oleh H Marsuki, AG, S.E, Dewan Kehormatan PC Fatayat NU Kencong, menandai peluncuran produk UMKM PC Fatayat NU Kencong, Sabtu (27/02/2021).

Jember.LONTARNEWS.COM. Sebagai wujud komitmen dalam hal pemberdayaan ekonomi kader, Pengurus Cabang (PC) Fatayat Kencong, membuat terobosan baru. Pemberdayaan ekonomi kader yang dilakukan melalui program Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ini, diwujudkan dalam bentuk pembuatan produk sabun pencuci piring.

Langkah ini ditempuh, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kader yang hingga saat ini sudah beranggotakan 8000 kader. “Anggota kita yang ada 8000 orang. Minimal akan kita produksi sebanyak 8000 untuk anggota,” ujar Emi Fatmawati, Ketua PC Fatayat NU Kencong, dalam acara pelantikan pengurus PC Fatayat NU Kencong, masa khidmad 2021-2025, di aula Dira Kencong, Sabtu (27/02/2021).

Bacaan Lainnya

Peluncuran produk sabun pencuci piring yang dilakukan bersamaan dengan pelantikan pengurus PC Fatayat NU Kencong ini, diharapkan bisa menjadi pengungkit bangkitnya UMKM di kalangan warga nahdliyin. Produk-produk ini rencananya akan dipasarkan melalui anak cabang Fatayat NU Kencong di lima kecamatan.

“Saya akan menurunkan produk ke ancab masing-masing. Setelah dari anggota (pemasaran produk), kita kirim ke toko-toko,” terang Emi.

Ada 10 jenis barang yang diproduksi PC Fatayat. Kesepuluh produk tersebut diantaranya, fyt cleane (sabun pencuci piring, sanitizer (untuk cuci tangan).

“Ini 100 persen yang membuat fatayat dan berijin resmi atas nama Fatayat Kencong. Jumlah produknya 10 macam,” tandasnya.

Peluncuran produk UMKM PC Fatayat NU Kencong ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh H Marsuki, AG, S.E, Dewan Kehormatan PC Fatayat NU Kencong. Hadir juga dalam acara itu anggota DPR RI dari Fraksi PKB, H Nur Yasin.

Dalam sambutannya, Nur Yasib menyatakan siap membantu PC Fatayat Kencong untuk pengembangan produk UMKM yang dimiliki. “Ini memang sudah menjadi tugas Komisi IX DPR RI, sebagai mitra Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” imbuh Nur Yasin. (*).

Pos terkait