Dilantik Menjadi Sekretaris GP Ansor Umbulsari, Dedi Dwi Setiawan: “Mulai Lahir Saya Sudah NU”

  • Whatsapp
Pelantikan PAC dan Ranting GP Ansor Kecamatan Umbulsari, Minggu (28/03/2021)

Jember.LONTARNEWS.COM. Gerakan Pemuda (GP) Ansor, PAC Kecamatan Umbulsari, berhasil menyusun kepengurusan baru untuk masa khidmat 2020-2022. Dalam SK bernomor 0353/PW-XII/SK-01/XII/2021 yang dibacakan Muzammil, mereka yang terlantik sebagai pengurus pada organisasi kepemudaan onderbouw Nahdhatul Ulama itu, yakni Ahmad Maryono sebagai Ketua, Dedi Dwi Setiawan sebagai Sekretaris dan M. Ridwan sebagai Bendahara.

Sekretaris GP Ansor PAC Umbulsari, Dedi Dwi Setiawan, usai acara pelantikan menyatakan, bahwa kegiatan yang diselenggarakan di rumah kediamannya (rumah Dedi), merupakan agenda rutin pada setiap periode tertentu. Hadir dalam acara ini, antara lain, Pembina PC GP Ansor Kencong H Marsuki AG yang juga Ketua DPD NasDem Jember, Rais PCNU Kencong, PW GP Ansor Jatim, PC GP Ansor Kencong, MWC NU Umbulsari, Muslimat NU Umbulsari, Fatayat NU Umbulsari, PC Muhammadiyah Umbulsari, Muspika, H. Deni Prasetya, anggota DPRD Jatim serta sejumlah tokoh lainnya.

“Selain tiga pengurus itu, yang dilantik juga ada tiga wakil ketua, tiga wakil sekretaris dan satu wakil bendahara,” papar Dedi Dwi S, yang juga sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Jember Fraksi NasDem itu.

Bacaan Lainnya

Soal keterlibatannya dalam kepengurusan GP Ansor, Deni mengaku pada dasarnya bukan hal yang baru, karena memang terlahir dari keluarga nahdliyin (NU). “Kalau berbicara NU, mulai lahir saya sudah NU, dan Ansor ini adalah garda terdepan untuk memperjuangkan dan membentengi ajaran aswaja, selain juga berpegang teguh dengan NKRI dan Pancasila,” tandasnya.

Pernyataan Deni Dwi S, ini diteruskan H Marsuki AG, Pembina PC GP Ansor Kencong, bahwa keterlibatan dalam aktifitas di GP Ansor maupun NU Kencong, karena adanya ikatan emosional dengan organisasi keagamaan yang didirikan KH Hasyim Asy’ari itu.

“Kalau dikatakan kader, sejak kecil saya sudah NU dan dibesarkan di kalangan warga NU. Dulu saya pernah menjadi Wakil Ketua PC NU Kencong,” terangnya.

Hanya saja, karena saat ini aktif di kegiatan politik praktis, Marsuki mengaku tidak siap untuk dicalonkan di kepengurusan NU. “Saya hanya sebagai pembina, baik di PC NU maupun GP Ansor, sedang di Fatayat saya dewan kehormatan,” ungkapnya.

Kepada semua kader, Marsuki mengaku selalu menyampaikan agar tetap berpegang teguh pada NU, dimanapun berkiprah. “Kalau partai itu kan urusan baju. Boleh ada dimana-mana, tapi tetap NU. Tidak ada organisasi atau partai yang paling berhak bisa mengklaim paling NU. NU itu milik umat semua, warga NU ada dimana-mana,” pungkasnya.(*).

Pos terkait