Dukung Gagasan Kepala Puslit Koka, Bupati Jember Rencanakan Gerakan Minum Kopi Setelah Lebaran

  • Whatsapp
Pemberian cinderamata usai penandatanganan MoU antara Pemkab Jember dengan Puslit Koka Indonesia, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Kabupaten Jember

Jember.LONTARNEWS.COM. Bupati Jember, Hendy Siswanto, menyatakan dukungannya atas keinginan Kepala Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Indonesia Dr Agung Wahyu Susilo, SP, MP, yang mengerucutkan kerjasama Pemkab Jember dengan Puslit Koka lebih kepada komoditas kopi dan kakao. Hanya saja untuk tujuan ini, bupati mengaku masih akan mendevelop lagi sesuai dengan fungsi dari pemerintah daerah.

Langkah ini ditempuh, agar petani kopi bisa mengambil manfaatnya dan kehidupannya bisa lebih stabil dan makmur. “Sesuai misi kami yang ingin mengembalikan hak masyarakat Jember sesuai dengan profesi masing-masing,” papar bupati.

Bacaan Lainnya

Bupati berkeinginan mengembalikan hak-hak dari seluruh petani. Kalau sebagai petani kopi, haknya harus dikembalikan agar mereka bisa mendapatkan keuntungan dari bekerja menekuni kopi.

Pengembalian hak ini juga akan diberikan kepada para pedagang kopi. “Dimana mereka bisa mendapatkan kopi. Haknya eksportir, juga harus terjamin atas ketersediaan kopi yang dibutuhkan dan bisa diambil sewaktu-waktu atau di bulan apa bisa diambil,” terangnya.

Seperti diketahui, pada acara penandatanganan MoU Pemkab Jember dengan Puslit Koka itu, Kepala Puslit Koka Indonesia, Agung Wahyu Susilo, menyatakan keinginan pihaknya untuk bersinergi dengan Pemkab Jember. Sinergitas yang dimaksud adalah membangun industri bisnis kopi dan kakao dengan membuat brand kopi Jember.

Kopi dan kakao, kata Agung, mempunyai sejarah lama di Jember, termasuk alasan mengapa Puslitkoka Indonesia didirikan di daerah ini pada 110 tahun yang lalu (Puslit Koka berdiri tahun 1911). “Sudah lama kerjasama ini kami harapkan, mengingat ada alasan utama mengapa Puslitkoka Indonesia berkantor di Jember. Dulunya Jember ini wilayah perkebunan yang sangat bisa diandalkan,” ungkap Dr. Agung, mencoba membuka kembali sejarah perkebunan di Jember.

Dr. Agung mengaku telah menyiapkan program branding kopi Jember yang berkualitas, selain juga menguntungkan petani serta pedagangnya. “Bagaimana tataniaga bisa tersusun rapi, petani kopi mendapatkan harga tinggi dan pedagang juga tidak rugi, ini sudah kita persiapkan. Termasuk pendampingan sumber daya manusia (SDM) kita laksanakan juga,” tambahnya. (dna

Pos terkait