Apa Kata Menteri Sandiaga Uno dan Musisi Nasional Tentang Linkrafin dengan Karya Seninya ‘Jember Nusantara’ ?

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, memberikan standing ovation usai menikmati penampilan Linkrafin yang memainkan karya seninya bertajuk 'Jember Nusantara' dalam lomba Karya Musik Anak Komunitas (Kamu Aku) Kita Indonesia, di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Senin (24/05/2021)

Jember.LONTARNEWS.COM. Sebuah karya besar lahir dari hasil kolaborasi beragam seni tradisional di pentas lomba Karya Musik Anak Komunitas (Kamu Aku) Kita Indonesia gelaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Karya seni bertajuk ‘Jember Nusantara’ karya seniman Jember yang tergabung dalam Lingkar Kreasi Independen (Linkrafin) itu, berhasil menjadi yang terbaik dan terfavorit di ajang lomba Kamu Aku, Kita Indonesia.

Lewat suguhan karyanya berjudul ‘Jember Nusantara’, Linkrafin berhasil menghipnotis penonton dan dewan juri untuk menikmati kreasi seni hasil perpaduan berbagai unsur tradisional. Tak kurang, Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, yang hadir di acara tersebut juga dibuat takjub dan terperangah oleh karya indah seniman Jember itu.

Bacaan Lainnya

“Terus terang saya speechless, karena menurut saya, koreografinya apik, lagunya majestic, penampilan overallnya fantastic,” ujar Sandiaga Uno, di acara malam puncak lomba Karya Musik Anak Komunitas (Kamu Aku) Kita Indonesia, di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Menteri Sandiaga Uno

Oleh karenanya, atas sukses penyelenggaraan acara dan tampil apiknya Linkrafin, Sandiaga meminta teman-temannya untuk memosting di sosial media. Penyebaran informasi melalui media sosial ini dianggap penting, untuk membangkitkan semangat anak bangsa dalam berinovasi.

“Kita banyak sekali mengalami keterbatasan. Ternyata malam ini kita dipaksa untuk berinovasi, hasilnya luar biasa. Ini keren banget dan anda membuat saya bangga, sukses buat linkrafin,” akunya bangga.

Astrid Lea, musisi sekaligus juri pada lomba Kamu Aku, Kita Indonesia

Astrid Lea, musisi nasional yang menjadi juri di ajang itu, malahan tidak bisa berkomentar banyak atas penampilan Linkrafin. Karena baginya, penampilan Linkrafin yang memadukan lagu berlirik Jawa, Madura, dengan kesenian Ngejung (Madura) dan Nyinden (Jawa), menunjukkan sebuah kreatifitas seni yang terkonsep dengan baik.

“Duh, sampai deg-degan sendiri lho. Jarang banget kalau ngliat pementasan, dari konsepnya dipikirin kayak gitu, jarang banget. Tarinya, nyanyinya, vocalnya, actingnya, semua lengkap di situ,” papar Astrid.

Satu lagi yang menurut Astrid paling penting, adalah saat pementasan dimulai, semuanya berjalan dengan baik, tidak menunjukkan penurunan kualitas tampilan. “Dari depan dinamikanya tuh gak ada turunnya gitu, semua dibikin enjoy banget. Sampai gimana yah, keren bangetlah pokoknya, karena semuanya gak ada kurangnya. Karena dari semuanya, nyanyinya, vocalnya, sindennya, tari-tariannya, bagus banget. Buat Linkarfin, saya cuma mau katakan, kalian keren,” pujinya.

Helmy Yahya, pembawa acara televisi kondang, yang menjadi juri tamu di acara lomba Kamu Aku, Kita Indonesia

Helmy Yahya, yang menjadi juri tamu di acara itu juga memberikan komentar yang tidak jauh berbeda. Pembawa acara televisi kondang ini memberikan penilaian, penampilan Linkrafin di malam puncak acara itu, merupakan yang paling sempurna dari lima finalis terbaik.

“Lengkap banget, dari intronya sangat dipikirin banget. Ada spotlight di belakang, kemudian ada gerakan, ritmenya luar biasa, ada tarian, unsur tradisinya. Jadi ini komplit banget,” ungkapnya.

Begitu pula dilihat dari kostum yang digunakan, gerakannya, unsur teaternya, dinilainya sangat pantas untuk dinobatkan sebagai pemenang. “Sekali lagi Indonesia berterima kasih pada Jember, suatu saat saya akan datang juga,” akunya.

Melly Goeslaw, musisi dan komposer kenamaan, sekaligus juri di ajang lomba Kamu Aku, Kita Indonesia

Penilaian yang tak kalah hebatnya atas penampilan spektakuler Linkrafin juga dilontarkan Melly Goeslaw. Komposer terkenal puteri mendiang Melky Goeslaw, penyanyi dan komposer era tahun 1970-1980 an itu berpendapat, sajian Jember Nusantara yang disuguhkan arek-arek Jember digelaran Kemen Parekraf sangat bagus dan tidak terlihat ada cacat di dalamnya.

Dari penampilan apik Linkrafin ini, Melly lalu mendorong Kemen Parekraf untuk memromosikannya ke mata dunia. Karena menurut dia, sangat disayangkan sekali, kalau hasil kreasi seni sebagus itu tidak mendapat dukungan dari Kemen Parekraf.

“Ini keren banget, pasti disaksikan oleh kedutaan yang ada di luar negeri. Nyanyinya bagus, aransemen vocalnya bagus, aransemen musiknya apalagi, kostumnya, koreografinya. Memasukkan banyak unsur ke dalam satu lagu gak gampang, dan mereka berhasil, gak maksa gitu. Packagingnya benar-benar terkonsep,” papar Melly Guslaw.

Komunitas Linkrafin dari Jember, di pentas lomba Kamu Aku, Kita Indonesia

Untuk diketahui, karya seni ‘Jember Nusantara’ yang diciptakan Linkrafin, aransemen musiknya merupakan hasil perpaduan musik tradisional patrol, gamelan dan musik modern. Jember Nusantara dipilih sebagai judul, karena mengandung pesan, bahwa Konsep Nusantara dengan segala kemajemukan sukunya ada di Kabupaten Jember. (dna).

Pos terkait