MUI Harus Lebih Banyak Turun, Agar Tahu Berbagai Persoalan yang Terjadi di Tengah Masyarakat

Bupati Jember, Hendy Siswanto, menandatangi perjanjian pinjam pakai aset Pemkab Jember dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember, di Perumahan Gunung Batu Utama Blok F-30, Kamis (16/09/2021).

Jember.LONTARNEWS.COM. Sebagai lembaga pengayom kemaslahatan ummat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah semestinya tidak hanya mengeluarkan fatwa tanpa turun langsung di tengah masyarakat. Kehadiran MUI di tengah masyarakat dinilai sangat penting, agar bisa melihat dan tahu langsung hal yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Dengan turun langsung, diharapkan MUI bisa membantu upaya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. “MUI Jember harus banyak terjun ke masyarakat,” pesan Bupati Jember, Hendy Siswanto, kepada pengurus MUI Jember, dalam acara peresmian kantor Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, di Perumahan Gunung Batu Utama Blok F-30, Kamis (16/09/2021).

Bacaan Lainnya

Bupati menyatakan dukungan sepenuhnya atas aktivitas MUI sebagai lembaga pengayom kemaslahatan ummat Islam di Jember. Dan salah satu bentuk dukungan yang diberikan, yakni disediakan aset Pemkab Jember untuk digunakan sebagai kantor MUI

“MUI kita tahu sendiri, isinya para cendekiawan muslim yang berikrar mengayomi kemaslahatan ummat Islam. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Jember siap mendukung, salah satunya dengan meminjamkan aset tanah dan bangunan ini untuk dijadikan kantor,” ungkap bupati.

Ketua MUI Jember, Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag, dalam pernyataannya menyampaikan ucapan terimakasih terhadap fasilitas yang telah disediakan Pemkab Jember. Abdul Haris juga menyambutnya dengan senang hati atas keinginan Bupati Jember terhadap keberadaan MUI. Karena berdirinya MUI, sejatinya memang untuk mengayomi kepentingan ummat Islam.

Namun begitu, agar MUI bisa lebih banyak berperan dan berkiprah di masyarakat, Abdul Haris berharap adanya dukungan dari pemerintah. “Saya berharap hasil gerakan kami dalam mengayomi ummat terus mendapat dukungan dari pemerintah,” harap Dr. Abdul Haris. (dna).

Pos terkait