Komisi B DPRD Jember Minta Pemerintah Segera Tuntaskan Jalur Lintas Selatan

Retno Asih Juwitasari SE, anggota Komisi B DPRD Jember dari Fraksi NasDem

Jember.LONTARNEWS.COM. Jalu Lintas Selatan yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2002 silam, sampai saat ini belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan dengan baik. Masih ada beberapa titik yang pembangunannya butuh penyelesaian segeraan.

Misalnya, masih belum tersambungnya jalur dari arah yang satu ke lainnya akibat tidak adanya jembatan yang memadai. Akibat dari belum tersedianya jembatan ini, masyarakat belum bisa memanfaatkan keberadaan JLS untuk aktifitas kesehariannya.

Bacaan Lainnya

Nah, agar keberadaan JLS ini bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat maupun sektor kepariwisataan, perlu ada upaya serius dari pemerintah untuk penyelesaiannya. Penyelesaian JLS ini, kata Retno Asih Juwitasari, anggota Komisi B DPRD Jember, perlu kesegeraan, agar aneka potensi yang dimiliki pesisir selatan Kabupaten Jember, bisa lebih cepat berkembang dan memberi manfaat kepada masyarakat dan daerah.

“Mungkin yang perlu mendapat perhatian utama adalah ketersediaan akses jalan yang memadai,” ujar legislator Partai NasDem dari Dapil 5 (Kecamatan Puger, Gumukmas, Kencong, Jombang), usai mengikuti turba dan safari politik di Kecamatan Jombang, Minggu (17/10/2021).

Saat ini, akses jalan yang sudah ada di kawasan pantai selatan, diantaranya adalah Jalur Lintas Selatan (JLS). Jalur yang membentang di pinggiran pantai ini, meski sudah dalam kondisi beraspal, namun pada beberapa titik masih ada yang belum bisa dilintasi.

“Saya yakin, kalau JLS ini sudah tersambung atau bisa dilintasi secara normal, seluruh potensi yang ada di pesisir selatan akan ikut menggeliat dan masyarakat pasti diuntungkan,” paparnya.

Ada banyak potensi yang menurut Retno akan ikut berkembang ketika di kawasan pantai selatan tersedia akses jalan yang memadai. Potensi yang ada di pesisir selatan, lanjut Retno, mulai dari obyek wisata pantai sampai Usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta penangkapan dan perdagangan ikan.

“Wisata pantainya ada Teluk Love, Watu Ulo, Papuma, Pancer, dan lainnya. Sektor ekonominya, ada home industri petis atau ikan asin. Di Puger juga ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI),” jelasnya. (dna).

Pos terkait