Hari Pohon Sedunia, Dorong Siswa Sekolah Adiwiyata Menjadi Lokomotif Gerakan Menjaga Pohon

  • Whatsapp
Hari Pohon Sedunia, 21 November 2021

Jember.LONTARNEWS.COM. Peringatan Hari Pohon Sedunia (World Tree Day) yang diperingati pada tanggal 21 Nopember, dinilai sebagai sebuah momentum untuk memulai gerakan menanam dan menjaga pohon. Dan untuk dimulainya gerakan ini, sekolah adiwiyata sebagai pihak yang sudah banyak tahu perihal lingkungan hidup, diharapkan berada di garda terdepan sebagai lokomotif.

“Peringatan Hari Pohon Sedunia kita fokuskan kepada adik-adik sekolah, terutama yang sudah meraih predikat adiwiyata, agar menjadi pioner dan lokomotif untuk menyosialisasikan gerakan menjaga pohon,” ujar H A Fauzi, S.Sos, M.Si, Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Jember, Senin (22/11/2021).

Bacaan Lainnya

Peringatan Hari Pohon Sedunia menurut Fauzi, merupakan bentuk apresiasi dan peringatan bagi seluruh umat manusia yang ada di planet bumi ini agar senantiasa memelihara pohon yang ada di sekitarnya. Peringatan itu disampaikan, mengingat keberadaan suatu pohon sangat penting bagi kehidupan.

Selain sebagai pengikat tanah dalam rangka mengurangi erosi, pohon juga menghasilkan O² dan mengikat CO². Serta menjaga keseburan tanah, menyaring polusi udara yang ada di lingkungan hidup manusia.

“Pohon juga sebagai penjaga sumber mata air yang sangat kita butuhkan bersama bagi kehidupan di dunia ini,” terangnya.

Oleh karena itu, momentum peringatan hari pohon sedunia diharapkan menjadi awal dari kesadaran untuk memelihara pohon yang ada di sekitarnya. Dalam artian, siapapun tidak mudah dengan seenaknya menebang pohon.

“Kalaupun mau menebang pohon karena ada kepentingan konsumtif atau furniture atau esthetika dan sebagainya, tetap harus merencanakan dan mempertimbangkan untuk menanam kembali sebagai pengganti tanaman yang akan ditebang,” tandasnya.

Untuk wilayah Kabupaten Jember, peringatan Hari Pohon Sedunia, lebih difokuskan kepada siswa sekolah, terutama yang sudah menyandang predikat adiwiyata sebagai pioner dan lokomotif untuk menyosialisasikan gerakan menjaga pohon. Siswa dipilih sebagai penggerak, karena kader-kader adiwiyata yang ada di sekolah diyakini akan memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Selain menjadikan sekolah adiwiyata sebagai garda terdepan dalam sosialisasi ini, Dinas LH Jember juga mendorong pondok pesantren untuk melakukan kegiatan serupa. Melalui program ekopesantren atau pesantren hijau, diharapkan lembaga pendidikan keagamaan Islam ini, akan senantiasa bersih, nyaman, dan ramah terhadap lingkungan.

“Saya mewakili DLH Kabupaten Jember, memberikan apresiasi kepada stakeholder dan semua masyarakat Jember yang ikut serta melestarikan lingkungan melalui upaya menjaga kelestarian pohon yang ada di sekitar kita, mengingat begitu banyak fungsi dari pohon itu sendiri,” tambahnya. (dna).

Pos terkait