Indonesia Pertanyakan Klaim PM Malaysia Soal 300 Juta Penutur Bahasa Melayu

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbudristek, E Aminuddin Azis.

LONTARNEWS.COM. Indonesia pertanyakan klaim Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ismail Sabri Yacoob, soal 300 juta penutur Bahasa Melayu.

Klaim PM Malaysia, ini diduga karena adanya kekhawatiran terjadinya dominasi Bahasa Indonesia atas Bahasa Melayu di kalangan masyarakat Malaysia.

Bacaan Lainnya

Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, mengusulkan Bahasa Melayu menjadi bahasa resmi kedua di Asia Tenggara.

Usulan ini pun ditolak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Nadiem Makariem.

Karena dilihat dari sisi historis, hukum dan linguistik, Nadiem menilai Bahasa Indonesia yang paling layak untuk dijadikan bahasa resmi kedua di Asia Tenggara.

Demikian juga dengan jumlah penuturnya, saat ini sudah jauh di atas Bahasa Melayu. Persebaran penggunaan Bahasa Indonesia
sudah menjangkau 47 negara.

Bahkan menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbudristek, E Aminuddin Azis, berdasarkan data hasil riset etnolog yang diterbitkan pada bulan Desember tahun 2021, jumlah penutur Bahasa Indonesia sebanyak 199 juta, sedangkan Melayu 19 juta.

Perkembangan Bahasa Indonesia menurut Aminuddin, sudah jauh melampui bahasa asalnya, yaitu Bahasa Melayu.

Saat ini Bahasa Indonesia malah bisa unjuk diri sebagai bahasa yang stabil dan sangat sehat. “Jadi ini perbedaan yang sangat jauh. Kalau misalnya ada klaim, ada pernyataan, bahasa Melayu digunakan 300 juta orang, ini tanda tanya besar, Melayu yang mana. Bagi kami tidak bisa itu, ini adalah bahasa Indonesia,” kata Aminuddin.

“Katakanlah penduduk Indonesia 278 juta, yang 220 atau 200 jutanya bertutur bahasa Indonesia, sisanya mungkin bahasa Melayu yang ada di Malaysia. Tapi jumlahnya, penduduk Malaysia tidak ada sepertiganya Indonesia,” tambahnya. (Vian).

Pos terkait