Jadikan Bahasa Resmi Ketujuh PBB, Indonesia Tak Mau Bekerjasama dengan Malaysia

Prof.Dr.Teo Kok Seong, Guru Besar Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

LONTARNEWS.COM. Menyadari perkembangan Bahasa Indonesia yang sudah jauh melampaui bahasa asalnya, Melayu, Indonesia memilih berjalan sendiri dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat bahasa nasionalnya ke tingkat dunia.

Langkah yang dilakukan Indonesia, ini termasuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke 7 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), bersama bahasa Inggris, Spanyol, Arab, Perancis, Rusia dan Mandarin.

Bacaan Lainnya

“Untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang ketujuh Pertubuhan Bangsa Bangsa Bersatu (PBB), mereka (Indonesia) tidak mau bekerjasama dengan Malaysia. Mereka mau berjalan sendiri sendiri,” ucap Prof.Dr.Teo Kok Seong, Guru Besar Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Tekad Indonesia dalam upaya menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke 7 PBB, didasarkan atas beberapa keunggulan yang dimiliki.

Pertama, karena jumlah penutur bahasa Indonesia terbilang cukup banyak. Dari 300 juta jumlah penutur yang selama ini diklaim menggunakan bahasa Melayu, sebanyak 270 juta merupakan penutur Bahasa Indonesia atau berasal dari penduduk Indonesia.

“Jadi mereka ada kekuatan di situ. Mereka juga ada legasi budaya semasa, kita tidak ada. Kalaupun ada yang mau angkat bahasa Melayu, mereka akan memastikan kedudukan bahasa Melayu di Malaysia,” ungkap Teo Kok Seong.

Hal lain yang menjadi kelebihan dan kelayakan Bahasa Indonesia untuk diusulkan menjadi bahasa resmi ke 7 PBB, lanjut Teo Kok Seong, karena adanya dukungan dari dalam negeri Indonesia sendiri.

Itu terlihat dari penggunaan bahasa Indonesia pada semua akktifitas yang dijalankah pemerintah maupun masyarakat Indonesia.

“Kita dapat lihat pemimpin Indonesia sejak dulu sampai saat ini dan mungkin akan selamanya, akan berucap dalam bahasa Indonesia. Perdana Menteri kita berucap dalam bahasa Inggris, sedang Presiden RI dalam bahasa Indonesia. Jadi malang sekali lah kalau kita ditinggal dalam hal ini,” akunya. (Vian).

Pos terkait