Ada Dua Keuntungan Sekaligus yang Bisa Didapat Jika Berpuasa!

Dua keuntungan yang akan didapat dari berpuasa. Selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, juga untuk menyehatkan badan yang melaksanakannya. Gambar: Masjid Baitul Amien lama Jember (ilustrasi)

LONTARNEWS.COM. Tanpa disadari, mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Dua keuntungan yang akan didapat, antara lain manfaat badaniah dan bathiniah.

Keduanya akan berjalan seiring karena berpuasa pada dasarnya merupakan suatu kebutuhan bagi manusia.

Bacaan Lainnya

Manfaat yang akan didapat dari puasa akan memperbaiki kualitas diri secara badaniah, selain juga untuk peningkatan kualitas kejiwaan.

Dari tinjauan scientific, penelitian Professor Yoshinori Ohsumi dari Tokyo Institute of Technology, menyebutkan, seseorang yang distimulasi dengan rasa lapar ternyata memunculkan mekanisme yang luar biasa atau yang biasa disebut dengan autophagy dan autofagosume.

Lewat berpuasa akan terjadi pembersihan sisa-sisa atau sampah metabolisme di dalam trilliunan sel, sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

Dengan autophagy, sel dapat dapat mengisolasi sel yang rusak, mati, tidak bisa diperbaiki, terserang penyakit maupun terinfeksi.

Komponen sel yang rusak akan dibangun dan diperbaharui kembali. Pada kasus sel yang terkena infeksi, autophagy juga dapat mengeliminasi bakteri atau virus penginfeksi.

Autophagy juga berkontribusi dalam perkembangan embrio hingga pencegahan dampak negatif dari proses penuaan.

Mekanisme autophagy juga berperan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Karena berkaitan dengan kondisi kesehatan, autophagy juga dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan terganggunya proses autophagy ialah diabetes tipe 2, kelainan saraf, kanker dan berbagai penyakit yang berkaitan dengan usia.

Dari temuan manfaat puasa bagi manusia ini, Professor Yoshinori Ohsumi, mendapat Penghargaan Nobel, tahun 2016.

Itu dampak badaniah yang ditimbulkan dari puasa. Lalu bagaimana dampak yang akan didapat dari puasa terhadap batiniah (kejiwaan) bagi yang menjalankannya?.

Al Quran dalam surat As Syams ayat 7-10, memberi penjelasan tentang puasa yang ditunaikan manusia.

Disebutkan, bahwa puasa bisa berpengaruh terhadap batiniah (kejiwaan) seseorang.

Pengaruh terhadap kejiwaan ini biasa disebut dengan ketaqwaan.

Taqwa sendiri secara harfiah bisa dimaknai sebagai kondisi kejiwaan yang lebih tinggi dari sekedar iman, yakin maupun berkomitmen.

Kemampuan spirituallitas orang yang bertaqwa sudah terlatih, setidaknya selama satu bulan, khususnya bulan Ramdhan.

Dengan latihan itu setidaknya akan ada perubahan pada kualitas otaknya yang tersusun dari ratusan milliar sel-sel saraf.

Ratusan milliar sel saraf ini membentuk sirkuit dan menyimpan sifat atau karakter yang terkait dengan ketaqwaan itu.

Dalam kaitan hubungan kejiwaan dengan ketaqwaan, Al Quran surat As Syams ayat 7-10, menerangkan;

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)

“Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (Q.S. As Syams (91): 7-10).

Ayat ini menjelaskan tentang jiwa, jika dirawat dengan benar kondisi manusia secara terus menerus akan berubah dan berproses menuju penyempurnaan.

Demikian pula sebaliknya, jika dalam memperlakukan dan memimpinnya salah, jiwa juga bisa mengalami degradasi.(*).

Pos terkait