15 Group Band Tertua di Indonesia (Bagian 3)

Koes Plus, group musik legendaris yang banyak mempengaruhi perkembangan musik Indonesia. Koes Plus dibentuk tahun 1968 sebagai kelanjutan Koes Bersaudara yang vakum setelah ditinggal Nomo Koeswoyo karena kesibukan kerja di luar musik.
Group musik asal Medan, The Rhytm King, dibentuk tahun 1967

11. The Rhytm King (1967)

The Rhythm Kings adalah group musik asal Medan yang dibentuk pada tahun 1967 dan sempat populer pada era 1970-an.

Bacaan Lainnya

Sama dengan grou-group band era 1970an, The Rhytm King juga terpengaruh musik rock dari group luar negeri kala itu, seperti Deep Purple, Jimi Hendrix dan Santana.

Dibanding group musik sekotanya Medan, seperti The Mercy’s atau Panbers, nama The Rhytm King boleh dikata gagal, karena tidak banyaj dikenal masyarakat musik di tanah air.

Sejak dirilis lewat Indra Records, nama The Rhythm Kings masih belum banyak dikenal dan familiar di telinga penikmat musik tanah air.

Nama mereka tenggelam oleh nama-nama besar seperi Koes Plus, The Rollies, AKA, sampai rekan sekampung mereka, Panbers, The Mercy’s.

Group musik yang aktif dari 1967-1975 dibentuk tahun anak-anak pop di Medan. Mereka antara lain Mawi Purba (bas/vokal), Mawan Purba (gitar/vokal), Reynold Panggabean (drum -yang kemudian digantikan Ayun) Muchsin (bas), Darma Purba (saksofon).

Mengawali karier mereka sebagai band pengiring pesta-pesta dansa di sekolahan, The Rhythm Kings sudah melahirkan album lagu sepert Kasih Bersemi (1972), “Kenangan Abadi”, “Kasih Bersemi”, “Maafkanlah Beta”, “Teringatlah”, “Sepatah Kata”, “Tinggal Kenangan”, “Sunyi”, “Pujaanku”.

Pos terkait