15 Group Band Tertua di Indonesia (Bagian 3)

Koes Plus, group musik legendaris yang banyak mempengaruhi perkembangan musik Indonesia. Koes Plus dibentuk tahun 1968 sebagai kelanjutan Koes Bersaudara yang vakum setelah ditinggal Nomo Koeswoyo karena kesibukan kerja di luar musik.
Group musik asal Jakarta, D’lloyd, dibentuk tahun 1969.

13. Group D’lloyd (1969)

D’Lloyd adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969. Pada awal berdiri, D’llyod beranggotakan Bartje van Houten (gitar utama) Amir “Yustian” Yusuf (gitar rytm), Andre Gultom (saxophone, flute, vokal), Syamsuar Hasyim (vokal), Chairoel Daud (drum), Budiman Pulungan (keyboard), Sangkan “Papang” Panggabean (bas).

Bacaan Lainnya

Seiring berjalannya waktu, dua anggota baru, Juhanny Fatmarida Susilo (flute/saxophone) dan Totok (bas), melengkapi formasi D’lloyd.

Tahun 1972 D’Llyod merilis album pertamanya “Titik Noda”, “Mangapa Harus Jumpa”, “Apa Salah Dan Dosaku”.

Album pertama D’lloyd dengan label Remaco terbilang hits dan sukses di pasar musik Indonesia. Sebagian besar lagu-lagu D’lloyd yang hits merupakan karya Bartje van Houten.

Lagu lain dari D’lloyd yang cukadalah “Keagungan Tuhan”, “Oh Tak Mungkin”, “Oh Di Mana”, “Karena Nenek”, “Semalam di Malaysia”, “Main-main Saja”, “Sendiri”, Rock’n Roll Music”, dan “Gubahanku”, “Sepanjang Lorong Gerap”

Lagu “Oh Tak Mungkin” sempat dinyanyikan ulang Marshanda pada tahun 2017, untuk OST sinetron Tikus dan Kucing yang ditayangkan SCTV.

Pos terkait