Kupatan Syawal, Sebagai Media Umat Islam Nusantara Di Masa Dulu untuk Berhalal Bihalal

Ketupat merupakan makanan khas lebaran yang sudah ada sejak jaman dulu. Tradisi Kupatan atau Tellasan Ketopak yang biasa ditemui saat Lebaran memasuki hari ketujuh, merupakan bentuk sublimasi ajaran islam dalam tradisi masyarakat Nusantara

LONTARNEWS.COM. Banyak cara dilakukan umat Islam Nusantara, khususnya Jawa, untuk melebur segala kesalahan dan kekhilafan yang mungkin pernah dilakukan.

Acara maaf memaafkan, ini biasanya dilakukan saat lebaran seusai menunaikan puasa ramadhan sebulan penuh, baik yang dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama secara massal.

Bacaan Lainnya

Secara pribadi atau keluarga, permohonan maaf ini biasanya diwujudkan dalam bentuk saling berkirim makanan (ater-ater).

Tradisi lebaran hari ketujuh yang diaktualisasikan dalam Kupatan, ini sudah dilakukan masyarakat Islam di Jawa secara turun temurun.

Di Madura, Hari Raya Ketupat atau Tellasan Ketopak, sudah menjadi bagian dari tradisi yang biasa dilaksanakan masyarakat muslim di daerah tersebut setiap memasuki hari ketujuh Lebaran.

Telasan Topak, biasanya digelar seusai dijalankannya puasa sunnah Syawal selama enam hari. Hari Raya Ketupat atau Tellasan Topak yang sudah menjadi tradisi turun temurun ini, merupakan penutup dari perayaan Hari Raya Idul Fitri, sekaligus perayaan bagi mereka yang melakukan puasa sunah Syawal selama enam hari.

Pos terkait