Asal Muasal Lahirnya Tradisi Kupatan dan Makna Filosofisnya

Ketupat atau Kupat dalam bahasa Jawa, merupakan makanan khas yang biasa ditemui saat lebaran memasuki hari ketujuh. Makanan tradisional ini diyakini sudah ada sejak jaman Hindu dan Budha. Pada era Wali Songo, makanan dari beras ini digunakan sebagai alat pendukung dalam melakukan penyebaran agama Islam

LONTARNEWS.COM. Ketupat adalah jenis makanan yang biasa disajikan saat lebaran hari ke tujuh. Jenis makanan dari beras yang dimasukkan ke dalam janur (anyaman daun kelapa), ini biasa dikonsumsi dengan masakan lain sebagai pendamping, seperti rendang, opor atau kare dan sebagainya.

Di Jawa Timur, ketupat selain dimakan bersama opor atau kare, biasanya juga disertai telur yang dicampur bersama petis hitam.

Bacaan Lainnya

Ketupat bisa berbentuk kantong, prisma, lonjong dan lain sebagainya. Sebagai makanan khas, ketupat biasa ditemui saat Lebaran memasuki hari ketujuh.

Tradisi Kupatan yang biasa ditemui saat Lebaran hari ketujuh, merupakan bentuk sublimasi ajaran islam dalam tradisi masyarakat Nusantara.

Dari berbagai sumber, sejarah Ketupat sebenarnya sudah ada sejak zaman Hindu-Budha di Jawa.

Raden Mas Sahid atau yang dikenal sebagai Sunan Kalijaga dianggap sosok yang memperkenalkan filosofi dari kupatan.

Pos terkait