Dua Putri Ini Disiapkan Sebagai Kompensasi Jika Tentara Tartar Bisa Hancurkan Jayakatwang?

Patung Sri Rajapatni Sri Rajendra Dyah Dewi Gayatri, anak Kertanegara, Raja Singosari terakhir yang diperisteri Raden Wijaya. Konon, Rajapatni dan kakaknya Tribuwaneswari akan dihadiakan kepada Kaisar Mongol sekiranya tentara Tartar bisa hancurkan Jayakatwang

LONTARNEWS.COM. Penyerbuan pasukan Gelanggelang ke Singosari pada tahun 1292, yang menyebabkan terbunuhnya Raja Kertanegara, menjadikan Jayatkawang atau Aji Katong/Jayakatong sebagai penguasa satu-satunya untuk kawasan timur Pulau Jawa.

Pasukan Jayakatwang berhasil memenangi peperangan, karena ketika itu Kerajaan Singosari dalam keadaan tidak terjaga dengan ketat, sebagian besar pasukannya dikirim ke Sumatera dalam ekspedisi Pamalayu.

Bacaan Lainnya

Penyerangan Jayakatwang, Adipati Gelanggelang (daerah Madiun), ke Singosari, pada dasarnya sebagai pembalasan atas kekalahan leluhurnya, Kertajaya, Raja Kadiri, yang diserang Ken Angrok (Sri Rajasawangsa), Raja Pertama Singosari.

Kertajaya yang merupakan Raja terakhir Kadiri sekaligus kakek buyut Jayakatwang tewas setelah diserang kakek buyut atau leluhur Kertanegara, yang bernama Sri Rajasawangsa Sang Amurwabumi (Ken Angrok) pada tahun 1222.

Setelah berhasil menaklukkan Singosari dan menewaskan Kertanegara, Jayakatwang menjadikan Kadiri sebagai pusat pemerintahan dan kekuasaan di kawasan timur Pulau Jawa.

Namun keinginan Jayakatwang untuk mengembalikan kejayaan Kadiri ternyata tidak sampai berlangsung lama, karena setahun setelah peristiwa penaklukan yang dilakukannya atas Singosari, pasukan Tartar mendarat di Pulau Jawa.

Kedatangan pasukan Tartar Mongol ke Pulau Jawa yang bermaksud menghukum Raja Kertanegara, karena dianggap menghina utusan Kaisar Khubilai Khan, Meng Ki, pada tahun 1289, dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk menghancurkan Jayakatwang.

Pos terkait