Kelak Pemimpin Indonesia adalah Orang yang Berpendidikan dan Berpengalaman di Jogja

Emha Ainun Najib atau Cak Nun dalam suatu pengajian Jamaah Maiyah (ilustrasi)

Apa yang dikatakan Cak Nun ternyata juga pernah disampaikan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kepada SBY Cak Nun berpesan, agar Jakarta tidak mengingkari keistimewaan Jogjakarta.

“Saya terang-terangan ngomong itu di depan SBY, ndak bisa anda tinggal Jogja, ndak bisa anda mengingkari keistimewaan Jogja. Ini bukan soal konstitusi. Ini soal sejarah,” jelas Cak Nun dikutip dari akun youtube Refly Harun yang sudah ditonton 134 ribu.

Bacaan Lainnya

Perihal sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari, Cak Nun mengungkapkan, bahwa sosok yang akan memimpin Indonesia adalah orang yang berpendidikan dan berpengalaman di Yogyakarta.

“Kelak pemimpin Indonesia pasti orang yang berpendidikan dan berpengalaman di Jogjakarta,” ungkapnya.

“Jujur, ra ngomong klenik, iki tenanan. Aku wis dikandani sing duwe rencana, iku wis didesain kabeh. (Jujur, bukan bicara klenik, ini beneran. Saya sudah diberi tahu yang punya rencana, itu sudah didesain semua),” aku pemimpin Jamaah Maiyah itu seraya menambahkan.

“Iku ngramal ngramal ning jan-jane kurang bener. Ning Gusti Allah sayang karo aku, bocah kae wis kadung ngomong koyo ngono, tak turutane ben ora isin (Itu meramal sebenarnya kurang bener. Tapi Gusti Allah sayang sama saya, anak itu sudah terlanjur ngomong seperti itu, saya penuhi biar tidak malu,” seloroh Cak Nun menambahkan. (*).

Pos terkait