Legenda Watu Ulo di Jember, Kisah Seorang Raja yang Kepalanya Hancur Karena Tertembus Panah

Konon, Watu Ulo atau Batu Ular, yang saat ini menjadi obyek wisata pantai di laut selatan, Kecamatan Ambulu, Jember, merupakan bagian dari badan Ular Raksasa yang tertinggal di daratan, karena kepalanya hancur akibat dipanah oleh seorang raja saat hendak menyeberangi laut.

LONTARNEWS.COM. Tersebutlah dalam sebuah kisah, seorang raja bernama Prabu Mayang Kusuma harus pergi meninggalkan istananya akibat pemberontakan yang terjadi di kerajaannya Medang Kemulan.

Bersama dua abdi setianya, Raja Mayang Kusuma pergi meninggalkan istana Kerajaan Medang Kemulan ke arah timur.

Bacaan Lainnya

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, sampailah Prabu Mayang Kusuma di suatu hutan belantara yang dikenal dengan nama Alas Roban.

Di hutan itu Prabu Mayang Kusuma bersama dua pengikut setianya istirahat. “Paman, kita istirahat dulu di sini. Di hutan ini tidak akan ada musuh yang berani mengejar kita,” kata Mayang Kusuma kepada kedua pengikutnya.

“Baiklah Gusti, kita beristirahat sejenak di sini,” sahut salah satu abdinya yang bernama Sadengan.

Saat beristirahat, mata Sadengan tertuju pada luka parah yang diderita Raja Mayang Sukma akibat perang melawan pemberontak yang menyerang istana Kerajaan Medang Kemulan.

Melihat itu, seketika Sadengan berinisiatif untuk mengobati luka parah yang diderita Raja Mayang Sukma, agar segera sembuh.

“Luka gusti cukup parah, hamba akan mencarikan tumbuhan yang bisa digunakan untuk menyembuhkan luka gusti. Di hutan ini tentu banyak jenis tumbuhan yang bisa digunakan untuk obat,” ucap Sadengan, yang langsung dijawab Raja Mayang Sukma, “Terima kasih, Paman,”.

Dari itulah Sadengan langsung mencari tumbuhan di dalam hutan yang bisa dijadikan obat untuk kesembuhan Sang Raja yang merupakan junjungannya.

Setelah dilakukan pengobatan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, luka bekas sabetan pusaka yang diderita Mayang Sukma saat berperang melawan pemberontak, berangsur sembuh.

Pos terkait