Legenda Bande Alit di Jember! Kisah Seorang Anak yang Menabuh Gong Karena Dilarang Mencari Ayahnya

Bande Alit yang dikenal karena keindahan pantainya, konon menyimpan banyak misteri. Nama Bande Alit sendiri menurut cerita rakyat berasal dari nama alat musik seperti Gong Kecil, yang biasa digunakan untuk memberi aba-aba. Orang Jawa menyebut gong kecil ini dengan nama BÊNDÉ ALIT.

LONTARNEWS.COM. Di pesisir selatan Kabupaten Jember ada sebuah daerah yang dikenal dengan nama Bande Alit.

Daerah ini memiliki pantai nan indah yang masih belum banyak disentuh tangan kreatif untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang representatif.

Bacaan Lainnya

Bande Alit berada di pesisir laut selatan, masuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri, di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember.

Di tempat ini banyak ditemui binatang monyet, bahkan juga penyu hijau serta banteng yang kerap muncul secara tiba-tiba dalam jumlah banyak maupun sendirian.

Di balik indahnya pantai dan eksotiknya alam di Bande Alit, ternyata tersimpan sebuah kisah yang berkait dengan perang besar Puputan Bayu tahun 1771-1774.

Dalam perang besar antara Blambangan dengan VOC, ini ada sebuah kisah yang belum banyak dikenal khalayak luas.

Kisah itu menceritakan seorang bocah yang marah besar karena keinginannya untuk bertemu dengan orang tuanya dihalangi oleh pengasuhnya.

Anak muda itu sendiri sangat ingin bertemu dan mengetahui ayahandanya, karena sejak dilahirkan oleh ibunya di tempat pengungsian, belum pernah sekalipun bertemu.

Kisah itu sendiri bermula dari perang yang berkecamuk di negeri Blambangan. Perang besar yang melibatkan banyak pasukan dari berbagai etnis, Bugis, Melayu, Tionghoa, dan Sumbawa, itu melibatkan Blambangan dengan VOC.

Pos terkait